
Murei:" ray... Sel... " berlari mendekati rayen dan selma
Selma:" murei..." yang lansung berlari menuju murei yang tengah berlari menuju mereka
Dan hampir didekat murei, selma lansung meloncat dan memeluk murei
Selma :" murei..., gue pikir gue bakal kehilangan lo"
Murei:"gue nggak akan ninggalin lo"
Rayen:" murei.. Lo nggak papa kan"
Murei:" gue nggak papa... Oh iya... Mana tuh sonya"
Rayen:" dia dah kembali ketempat yang seharusnya dia berada... Dia sudah tenang mengetahui yang sebenarnya"
Rayen:" dan... Cuma kita yang bakal inget... Yang lain nggak bakalan inget ama kejadian hari ini"
Murei:" itu lebih baik ray.... Dari pada yang lain inget.... Sekolahan ini bakal ditutup"
Selma:" iya"
Rayen hanya diam dia belum menemukan dio dari tadi
Selma:" ray lo kenapa"
Rayen:" ah... Gue nggak papa... Tapi... Gue belum nemuin dio"
Murei:" iya... Vitry, rio, ama fify belom kelihatan"
Tidak pikir panjang rayen lansung berlari menuju tangga, dan sampai ditangga dia sama sekali tidak menemukan dio
Rayen:'dio... Dio nggak ada... Kemana...'
Selma:" ray..."
Rayen:" dio... Dio nggak ada disini... Tadi dia tergeletak disini kan... Dio tadi disini kan... Dio..."
__ADS_1
Rayen pun jatuh terduduk dan menangis, dan selma ikut terduduk disamping rayen dan memeluk rayen
Rayen:"dio..."
Selma:" ray..."
Rayen:" dio dimana sel..."
Selma:" dia pasti disini ray... Gue yakin dia disini.."
Rayen:" kalo dia disini... Seharusnya dia nyamperin kita..., tapi nyatanya dia sama sekali nggak nyamperin kita... Dia pasti kebawa kesana... Gue nggak mau kehilangan dia... Gue nggak mau sel... Gue nggak mau..."
Tiba tiba saja....
Dio:" kalo lo kehilangan gue... Lo mau ngapain" sambil jongkok didepan rayen yang tengah menunduk menangis
mendengar suara yang tidak asing lagi baginya, ia lansung terkejut dan menatap kesumber suara, dan ternyata didepannya adalah dio
Rayen:" dio..."
Rayen tidak menghiraukan kata dio dan lansung memeluknya
Rayen:" bre**sek lo yo... Lo bisa bisanya ngebuat gue takut..."
Dio:" maaf ray... Maafin gue" sambil membalas pelukan rayen
Vitry:" he'em... Jangan berpelukan ditempat umum kali"
Spontan rayen pun lansung melepaskan pelukannya
Rayen:" vitry" sambil menatap vitry dan tersenyum
Rio:" yah gue dilupain"
Rayen :" rio..."
Murei:" rio.. Lo nggak papa kan"
__ADS_1
Rio:" gue nggak papa kok, tapi apa yang dah terjadi. Tadi gue sadar dah ada dilantai sama sivitry, trus ngapain mereka semua diluar"
Selma:" tadi kepala lo kebentur meja saat lo piket tadi.. Dan lo pinsan"
Rayen:" dan tadi lo kelewatan game asik... Mengejar lalat pup"
Rio:'emangnya gue kebentur seberapa keras sampe sampe gue lupa.. Apa gue amnesia'
Mereka semua pun dipulangakan dikarenakan kejadian aneh ini, dan meliburkan mereka selama 3 hari. Dan keesokan harinya vitry, dio, murei, rio, dan selma merayakan hari ulang tahun rayen dirumah nya. Dan disaat pukul 18:00...
Bunda papa:" happy birthday sayang"
Rayen:" bunda papa... Terimakasih" sambil memeluk kedua orang tuanya dan tersenyum bahagia
Rayen begitu bahagia karena bisa bertemu kedua orang tuanya. sejak kecil dia, adiknya raya dan kakaknya rama memang sering ditinggal oleh kedua orang tua mereka keluar negri ataupun ada meeting dadakan, mungkin cuma dua bulan sekali
Raya:" selamat ulang tahun kak"
Rayen:" iya raya terimakasih"
Rama:" selamat ulang tahun ya ray..."
Rayen :" iya kak"
Murei:" met ultah ya ray"
Selma vitry:" met ultah"
Dio:" happy birthday ya ray"
Rayen:" makasih ya mur, sel, vit, yo"
Bunda:" selama ulang tahun ya sayang.. Maaf ya kalo bunda cuma bisa ngerayain ulang tahun kamu malam begini"
Papa:" papa juga minta maaf ya sayang... Dan untuk hadiah kamu... Kamu boleh minta apa aja yang kamu mau"
Rayen hanya diam, dia tiba tiba teringat kejadian memalukan yang ia lihat saat sedang bersama sonya dan tidak lama kemudian, rayen merintikan air mata dan tersenyum melihat kedua orang tuanya
__ADS_1