
"Aku tidak mengerti dengan perasaanku". Baru satu malam, sudah tiga kali aku melakukan ini pada Arti,aku kasihan melihatnya karena kelelahan melayani hasratku.
Akhir-akhir ini Denisa tidak ingin aku menyentuh.Entah mengapa! aku juga tidak memahaminya.
Aku mencium dahi Arti.
Arka... ini pukul berapa?aku harus bekerja karena ada klien yang mau melihat hasil editing hari ini.
Sudah pukul 08.00?
What..?kenapa dirimu tidak membanguni aku dari tidurku,ucapku jengkel.
Haaaa..... dirimu sangat manis kalau lagi jengkel seperti itu.Minggir,aku mandi! awas jangan mengikutiku. Saat Arti ingin berdiri, ia merasakan sedikit nyeri dibagin pahanya.
Arka...! ah.. a...! mengapa nyeri sekali? Arka bantu aku berdiri? Arka terkejut, apakah ini malan pertama Arti?dulu Denisa tidak seperti ini, dia lebih agresif seperti sudah pernah melakukannya.
Sebaiknya,dirimu tidak masuk dulu hari ini? tidak bisa, Arka? mereka menginginkannya hari ini?aku mau bertanya!iya katakanlah? rasa nyeri ini akan hilang dalam berapa jam? aku mohon sembuhkan,kalau tidak Erik akan memarahiku, tolong? Please,Arka?ucapku merayu.
Arka tersenyum mendengar penuturan Arti. Ya Tuhan, polos sekali perempuan ini? Ah.. ini juga salahku? pukul berapa bertemu klien, pukul 10.00,masih ada waktu untuk melatihnya berjalan.
Baik! sekarang pegang kedua pundakku.
__ADS_1
Sekarang ikuti langkahku, satu kali kekanan dan satu kali kekiri. Hehm.. mengapa seperti berdansa! kalau masih bertanya, diriku tidak mengizinkan dirimu pergi.
Iya. Anak pintar. Aku tertawa melihat Arti menuruti perintahku.Masih sakit!tidak lagi aku ingin mandi. Sebaiknya dirimu keluar, aku tidak mau diganggu.
Arka.. dirimu bisa menolongku! hehmm. Aku ikut denganmu sampai kehalte, kalau aku membawa motor,waktunya tidak cukup. Sudah cepat mandi, nantiku tinggal! iya, dasar galak! apa... tidak.
******
Arka memberhentikan Arti sampai dihalaman kantor Erik. Arka, kalau ada yang bertanya? aku harus jawab apa? kasih tahu aja bertemu dihalte dan motormu rusak sekarang ada dibengkel.
Pulangnya, aku naik taksi? oke.
Dah...! Dah... juga. Erik dari jauh memperhatikan Arka dan Arti yang asyik mengobrol,sampai mobil Arka menghilang dari pandangan Arti.
Papa...
Ada apa, pa? langsung kerumah dan jangan kekantor.Arka putar balik menuju kerumah orangtuanya.
Akhirnya,Arka sampai juga kerumah orangtuanya,ia memasuki halaman rumah orangtuanya.Papa ada dimana!tanya Arka kepada salah satu pelayan. Tuan menunggu ditaman.
Pa...
__ADS_1
Akhirnya datang juga? sudah berbulan-bulan kamu tidak datang mengunjungi papa dan mama. Duduklah! oohhh.. putra kesayangan mama.
Ada apa, nih? mama sama papa, panggil Arka kemari. Janji..!
Mam....!Denisa belum bisa,ia masih trauma.
Untuk berhubungan dengan Arka,dia masih ketakutan. Bagaimana Arka bisa memaksanya.
Kalau ia tidak mau, kamu nikah aja lagi? mudahkan. Mam.... Arka tidak mau menikah lagi. Arka sangat mencintai Denisa, mam!
Cinta mu begitu besar padanya, setidaknya ia juga berbesar hati, mengikhlaskan dirimu menikah lagi.
Pap... ngak gitu juga?
Baiklah!kami memberikan waktu selama 6 bulan untuk Denisa hamil, tetapi bila waktu yang kami berikan sudah habis, dirimu harus menikah lagi dengan perempuan pilihan kami.
Ma....! pa....!
Tolonglah jangan seperti ini!
Papanya Arka melemparkan majalah yang memberitakan tentang Arka.
__ADS_1
Kami tidak akan melakukan ini, kalau tidak ada berita seperti ini juga.Arka sangat terkejut kalau orangtuanya juga sudah membaca berita tentang gosip bahwa dia adalah seorang Gay.
Aku hanya bisa berharap pada Arti,semoga ada keajaiban.