Mr. Casanova

Mr. Casanova
Part 11. Aku Sangat Membenci Kau Pelayan


__ADS_3

Kini tinggallah Eleanor dan Alexei.


"Bisakah kau tidak menampakkan diri di saat mabuk di depan anak-anak?" dengan rasa marah Eleanor berani memprotes karena hal ini bisa saja mempengaruhi pikiran ke-dua putrinya.


Mendengar rasa protesnya Eleanor membuat Alexei membuka kembali matanya lebar-lebar. Menatap Eleanor dengan tajam dan pastinya tidak suka.


"Kau berani mengatur? Itu anak-anakmu, bukan a—"


"Aku tau itu!" dengan beraninya Eleanor memotong ucapan Alexei. Atas sikapnya itu, lantas membuat seorang Alexei Brylee semakin murka, bahkan tatapannya semakin tajam, seperti ingin memakan Eleanor hidup-hidup.


Bukan hanya Alexei yang menatap tajam, namun rupanya wanita itu juga membalas tak kalah tajamnya. Entah kenapa sekarang Eleanor sangat berani, seolah ia adalah sang penguasa.


Dengan spontan tangan Alexei mencengkram rahang Eleanor dengan keras, tentu saja membuat wanita itu mendesis, merasakan sakit di bagian rahangnya.

__ADS_1


"Sekarang kau sudah memperlihatkan siapa jati dirimu yang sesungguhnya! Dengan kedok lugu, polos dan bak malaikat kau berhasil menggapai apa yang kau inginkan! cecar Alexei dengan tatapan murka dan sekali-kali menghembuskan nafasnya yang tentunya mengeluarkan aroma alkohol. " Ingat posisimu dan jati dirimu yang sesungguhnya! Kau itu hanyalah seorang pelayan dan menjelma sebagai orang kaya! Suatu saat nanti kau akan menerima hasil kelicikan yang kau buat sendiri!" imbuhnya kembali dengan mendorong wajah Eleanor dengan kasar.


Mendengar umpatan demi umpatan dari pria itu, membuat Eleanor hanya bisa menarik nafas sesak. Apa yang dituduhkan oleh suaminya itu sama sekali tidak benar. Semua ini terjadi begitu saja.


Alexei berdiri dengan tubuh sempoyongan. Kepalanya terasa begitu berat sekali. Pengaruh alkohol itu membuat seluruh tubuhnya sakit, terutama bagian kepala.


Malam tadi Alexei menghabiskan waktu di kantor sewaktu kembali dari apartemen, minum beberapa botol alkohol sendirian di dalam ruangannya. Hingga kesadarannya hilang, dan asistennya memutuskan membawanya pulang ke apartemen, namun hanya mengantar sebatas pintu unit apartemen.


"Aku sangat membenci kau! Sangat membenci kau pelayan!" serunya dan bergegas berjalan meninggalkan Eleanor yang saat ini diam seribu bahasa dengan wajah menunduk.


Buk!


Di sana sangat jelas sosok suaminya jatuh tersungkur, mungkin akibat pengaruh alkohol itu membuatnya sulit mengimbangi tubuhnya hingga membuatnya jatuh secara keseluruhan.

__ADS_1


Sssttt....


Alexei mendesis karena merasakan sakit tepat pada lututnya. Pria itu berusaha bangkit dari jatuhnya, namun usahanya tak membuahkan hasil.


Entah apa yang menggerakkan hati Eleanor hingga wanita itu beranjak bangkit dari tempat duduknya. Kemudian berjalan menuju tangga, di mana saat ini keadaan Alexei terduduk dengan kepala bersandar pada tiang tangga.


Sebelum menggapai lengan Alexei, Eleanor menarik nafas kasar. Merasa siap ia pun berusaha memapah Alexei untuk bangkit berdiri. Tentu saja itu tidak mudah karena kekuatan tenaga mereka tidak sebanding.


Buk!


"Awww....." Eleanor mengaduh akibat jatuh sebelum keadaan mereka yang begitu intim, dan tanpa sengaja jatuh di atas tubuh Alexei dengan kondisi bibir menempel satu sama lain.


Baik Eleanor maupun Alexei bungkam dengan mata terpejam. Bukannya segera menyingkirkan tubuh masing-masing, terutama bibir mereka, namun justru penyatuan mereka seperti magnet yang sangat sulit untuk dipisahkan.

__ADS_1


Detak jantung pada masing-masing terasa begitu kuat, bahkan jika sadar mereka dapat merasakan detak jantung itu seperti akan meledak.


"Maaf Tuan, Nona!"


__ADS_2