Mr. Casanova

Mr. Casanova
Part 12. Siapa Dia?


__ADS_3

Mendengar seruan Billy sang asisten yang tiba-tiba, baik Eleanor maupun Alexei membuka mata mereka secara bersamaan.


Mata ke-duanya melotot saling memandang dengan bibir masih menempel.


Eleanor menelan ludah, kemudian dengan spontan menggulingkan tubuhnya yang tadinya berada di atas tubuh Alexei.


Sementara Alexei masih dengan keadaan terbaring, tanpa ingin bangun dari jatuhnya. Mungkin ini akibat kepalanya pusing dan kesadarannya pun berpengaruh.


"Maafkan saya Nona," ucap Billy dengan kepala menunduk dan penuh salah karena datang pada saat yang tidak tepat.


Eleanor menghela nafas kasar. Berusaha menenangkan dirinya, terutama detak jantungnya pada saat ini.


"Bil, tolong bantu dia untuk pergi ke kamarnya. Dia mabuk, tadi aku berniat untuk membantu membawanya namun justru itu yang terjadi. Kau jangan salah paham!" pungkas Eleanor, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, wanita itu tidak ingin Billy salah paham karena hubungan ia dan Alexei tidaklah sebaik dan sedekat itu.

__ADS_1


"Baik, Nona." Billy pun segera melakukan apa yang di minta oleh Eleanor. "Tuan, mari saya antar!" ucap Billy ketika ia memapah tubuh Alexei.


Eleanor memandangi mereka hingga menghilang. Lalu kembali ke ruang televisi, ia ingin bertanya sedikit tentang hal dengan Billy. Selama ini ia tidak punya waktu untuk sekedar berbincang-bincang karena waktunya lebih banyak untuk ke-dua putrinya.


Tidak lama Billy pun muncul dan kembali menyapa.


"Nona, sekarang Tuan sudah tertidur. Jika begitu saya permisi," ucap Billy.


Melihat Billy sudah duduk, Eleanor pun memulai membuka suara.


"Apakah dia memang suka mabuk? Atau memang suka minuman alkohol?" tanya Eleanor dengan perasaan tidak suka, sungguh jika dengan berhubungan dengan minuman seperti itu, wanita berusia dua puluh lima tahun itu sangat benci.


Usai menanyakan itu Eleanor menghembuskan nafas secara kasar, menunggu jawaban dari Billy.

__ADS_1


"Tidak Nona, Tuan bukanlah pria seperti itu. Bahkan setahu saya baru kali ini Tuan mabuk dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Tuan, bukanlah penyuka minuman seperti itu," jelas Billy langsung kepada intinya. Ya, seorang Alexei Brylee bukanlah seorang yang gemar mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Ia memang perokok dan gemar wanita, namun ada hal positif yaitu tidak suka dengan alkohol.


Mendengar penjelasan Billy ada kelegaan di hati Eleanor. Apa yang ia takuti tadi akhirnya terjawab sudah, walau masih ada rasa tidak percaya dengan apa yang di katakan asisten suaminya itu.


"Tuan, begini karena sempat berdebat dengan Tuan besar dan Nyonya. Untuk itu Tuan memilih minum," jelas Billy kembali. "Saya sudah berusaha melarang, namun Tuan bukanlah sosok yang mudah di hentikan!"


Eleanor menyipitkan mata karena baru tau jika suaminya kembali berdebat dengan ke-dua mertuanya.


"Dalam hal apa mereka berdebat? Hmm, apa karena masalah cek pada waktu itu?" tanya Eleanor, ia yakin terjadinya perdebatan itu karena cek tersebut.


Billy menggeleng dengan cepat karena terjadinya perdebatan antara orang tua dan anak itu bukan di dasari oleh sebuah cek. "Bukan Nona, bahkan Tuan besar maupun Nyonya mungkin tidak tau menahu tentang cek waktu itu, namun perdebatan itu terjadi karena kembalinya Nona Maura Timothy."


"Maura Timothy? siapa dia?" dengan dahi mengerut Eleanor bertanya dengan rasa penasaran.

__ADS_1


__ADS_2