Mutiara Untuk Satria

Mutiara Untuk Satria
masa lalu ibu Husna


__ADS_3

Kini Satria sedang berbincang dengan ibu Husna, sedangkan Mutiara pamit ke kamarnya terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya setelah seharian di luar rumah.


"bu, Satria ijin ngelamar Ara ya saat di Yogya nanti? ibu ngerestuin Satria sama Ara kan, bu?"tanya Satria


"ibu selalu restuin kalian, Sat. apalagi Ara juga bahagia sama kamu, kalau ibu mah yang penting kebahagian Ara, karena dari kecil Ara kebahagiannya nggak sempurna karena nggak adanya sosok ayahnya disisi Ara, walaupun Ara kelihatan bahagia, ibu tau sebenarnya Ara juga merindukan sosok ayahnya". jelas ibu Husna


"iya bu, emang ibu nggak ada niat mempertemukan ayahnya?". tanya Satria


ibu Husna menarik napas dalam-dalam, kalau membahas tentang ayahnya Mutiara berarti harus mengingat tentang masa lalunya yang kelam.


flasback on


Kurang lebih dua puluh tahun yang lalu ada seorang gadis cantik yang mana dia terpaksa harus hidup sebatang kara karena sejak usia 12 tahun ayahnya meninggal dunia karena sakit, dan saat gadis itu berusia 15 tahun sang ibu turut meninggal dunia karena sakit.


Kehilangan kedua orang tua disaat gadis itu masih sangat belia, membuat gadis yang bernama Husna harus bekerja sambil sekolah.


Pekerjaan serabutan pun selalu Husna lakukan hanya untuk dapat bertahan hidup di dunia ini yang hanya sebatang kara.


Bahkan Husna sampai dijauhin oleh teman-teman sekolahnya semenjak tau Husna menjadi pekerja serabutan setelah pulang sekolah.

__ADS_1


Namun, Husna tak mau memikirkan soal teman-temannya menjahuinya. Karena bagi Husna dia masih dapat bertahan hidup serta dapat sekolah itu sangat membuat ia bersyukur.


Hari-hari yang dilalu Husna tak mudah namun Husna selalu tersenyum menghadapi semua ini. Beruntung ia masih memiliki tempat tinggal peninggalan dari orang tuanya jadi Husna tak perlu merasakan tidur ditempat yang tak layak.


Husna kini sedang mencari program beasiswa untuk sekolah menengah atas, Husna masih berharap dapat melanjutkan sekolahnya.


Beruntungnya setelah lulus dari sekolah menengah pertama(SMP) , Husna dinyatakan lolos program beasiswa di salah satu sekolah negeri unggulan yang ada di daerah itu.


Mengetahui bahwa dirinya akan dapat melanjutkan sekolah lagi, Husna semakin giat bekerja untuk dapat membeli seragam dan buku sekolah.


Hari yang ditunggu pun tiba kini Husna sudah menjadi siswa di sekolah menengah atas(SMA).


Dan beruntungnya Husna di sekolah itu ia memiliki teman yang baik hati kepada Husna tak peduli Husna anak yatim piatu dan tak memiliki apa-apa. Temannya itu tetap menerima dan berteman dengan Husna dengan apa adanya Husna.


Bahkan ada salah satu siswa tampan, kaya dan merupakan ketua OSIS di sekolah itu yang tertarik dengan Husna.


Lekaki itu bernama Ramadhan, seorang siswa yang menjadi incaran para siswi di sekolah itu.


Ramadha kini berjalan mendekati Husna dan temannya yang akan menuju kantin.

__ADS_1


"Husna tunggu". panggil Ramadhan


Husna dan Mita pun berhenti jalan lalu menengok kearah Ramadhan.


"iya ada apa ya Ram, kamu panggil aku" ucap Husna heran


"aku mau ngomong berdua sama kamu boleh nggak?" tanya Ramadhan


"entar aja saat dikelas emang nggak bisa, Ram". jawab Husna ya memang Husna dan Ramadhan juga satu kelas


"nggak bisa, jadi mau ya sekarang kita ngobrol sebentar aja" mohon Ramadhan


Husna kini menengok ke arah Mita untuk meminta pendapatnya dan Mita menganggukan kepalanya pertanda menyetujui jika Husna ikut dengan Ramadhan.


"ya udah deh, aku ikut kamu tapi jangan lama-lama ya"pinta Husna kepada Ramadhan dan di setujui olehnya.


"Mit, kamu nggak apa-apa nih ke kantin sendirian?"kini Husna bertanya kepada Mita teman baiknya


"nggak apa-apa kok, nanti aku ketemuan sama Dani di kantin". ucap Mita yang akan memimta Dani pacarnya untuk menemani Mita di kantin.

__ADS_1


"ya udah aku ikut Ramadhan sebentar ya Mit, kamu hati-hati ke kantinnya". ucap Husna


"ya ya Husna cantik, udah sana pergi, aku bisa jaga diri kok, lagian cuma ke kantin aja masa nggak bisa sendirian". ucap Mita sambil mendorong pelan bahu Husna


__ADS_2