
Seorang ibu muda berlari sambil menggendong sang buah hati, dengan derai air mata yang mengalir dipipi mulusnya.
Sesak didada serta air mata yang tak berhenti mengalir sejak mendapat telepon dari pihak kepolisian yang memberi kabar tentang kecelakaan sang suami membuat hati Husna tak karuan.
"dasar pembawa sial, coba kalau anak saya tak menikah dengan kamu, pasti anak saya tak akan mengalami kecelakaan seperti ini" ucap ibunya Ramadhan saat melihat Husna
" kamu apa-apaan sih bu, bukan karena Husna, Ramadhan kecelakaan seperti ini, ini semua musibah, Husna pasti juga nggak mau kejadiaan seperti ini. Sekarang dari pada kamu nuduh-nuduh nggak jelas mendingan kita berdo'a semoga Ramadhan nggak kenapa-napa". nasehat ayahnya Ramadhan kepada sang istri
Setelah nasehat dari ayahnya Ramadhan akhirnya suasana menjadi hening dengan pikiran masing-masing, yang jelas mereka semua yang berada disana merasa khawatir dengan kondisi Ramadhan.
Mutiara kecil yang berada digendongan ibu Husna menjadi bingung mengapa ibunya itu menangis.
__ADS_1
"ibu, nanan angis ya". ucap Mutiara kecil sambil memgusap air mata yang jatuh di pipi ibu Husna.
"maaf sayang ibu nangis karena sedih, ayah sedang sakit, Muti doain ayah ya semoga ayah nggak kenapa-napa dan bisa kumpul bareng kita lagi". ucap ibu Husna dengan mencium kening Mutiara berharap mendapat kekuatan dari sang anak.
Beberapa saat menunggu akhirnya dokter yang menangani Ramadhan keluar dari ruangan itu.
"keluarga pasien Ramadhan". ucap Perawat memastikan yang langsung membuat mereka semua yang menunggu Ramadhan langsung berdiri dan menghampiri dokter dan perawat tersebut.
"iya sus, gimana dokter kondisi anak saya". ucap ayahnya Ramadhan dengan raut wajah cemas
"mohon maaf sebelumnya kami sebagai dokter dan tenaga medis yang lainnya telah berusaha semaksimal mungkin dan untuk kondisi terkini pasien, alhamdulillah kondisi pasien mulai stabil tadi pasien sempat kritis karena kehabisan darah, tapi kebetulan stok darah untuk pasien, tersedia di rumah sakit ini jadi dapat langsung ditangani, namun pasien mengalami patah tulang kaki yang kemungkinan akan kesulitan berjalan untuk beberapa bulan tapi insyaa alloh dengan terapi nanti pasien dapat berjalan dengan normal lagi. Namun, untuk saat ini kondisi pasien mengalami koma karena pasien juga mengalami gegar otak. Sekarang sebaiknya kita berdoa semoga pasien akan segera sadar. Pasien juga akan segera dipindahkan ke ruang rawat nanti setiap beberapa jam akan kami cek kondisi pasien. Saya permisi dulu ya pak, bu". penjelasan dari dokter yang membuat semua lemas mendengar Ramadhan koma.
__ADS_1
"untuk keluarga pasien silakan ke bagian administrasi untuk mengurus ruang rawat yang akan digunakan oleh pasien, agar pasien bisa segera dipindahkan ke ruang rawat" ucap suster lalu menyerahkan berkas yang harus diserahkan oleh pihak keluarga kepada pihak administrasi rumah sakit tersebut.
"baik sus, terima kasih, saya akan segera mengurusnya". ucap ayah lalu suster itu pamit kepada keluarga Ramadhan
L"ayah mau ngurus kamar rawat buat Ramadhan dulu ya, ibu sama Husna tunggu disini, ayah harap kalian tidak ribut ya dan jangan main salah-salahan karena semua ini musibah". ucap ayahnya Ramadhan sebelum pergi ke bagian administrasi.
Setelah kepergian ayahnya Ramadhan kini suasana menjadi senyap karena baik ibunya Ramadhan dan Husna tidak ada yang memulai percakapan.
Ibunya Ramadhan yang memang dasarnya sangat benci dengan Husna dan sekarang makin benci dengan Husna karena merasa kondisi Ramadhan seperti ini karena sial sudah menikah dengan Husna.
Sedangkan Husna yang memang tidak mau ribut dengan sang mertua memilih diam sambil menidurkan Mutiara kecil yang mulai mengantuk dalam dekapan Husna.
__ADS_1
Semua urusan di pihak administrasi sudah selesai dan akhirnya Ramadhan kini sudah berada di ruang perawatan.
Awalnya ibunya Ramadhan tidak mengijinkan Husna dan Mutiara melihat kondisi Ramadhan. Namun, ayahnya Ramadhan langsung menegur sang istri jadi mau tidak mau ibunya Ramadhan mengijinkan Husna dan Mutiara melihat kondisi Ramadhan.