Mutiara Untuk Satria

Mutiara Untuk Satria
mall 1


__ADS_3

Akhirnya tak terasa ujian semester 7 telah selesai. Kini Mutiara dan para sahabatnya akan menyegarkan sejenak otak mereka yang telah mereka gunakan selama seminggu untuk ujian. Mereka sepakat akan jalan-jalan ke mall terdekat dari lokasi kampusnya.


Seperti biasanya tak hanya Mutiara dan sahabatnya saja yang akan jalan-jalan ke mall, Satria dan sahabatnya juga turut serta.


Kini Mutiara sedang berada di motor bersama Satria karena hari ini Satria tidak membawa mobil melainkan membawa motor.


Sedangkan para anak cecurut mereka menaiki mobil Putra, dan untuk Farhan dan Firman mereka menaiki kendaraan Farhan.


Sepanjang perjalanan Mutiara dan Satria selalu bertukar cerita.


"bee, kita jalan ke Yogyanya lusa ya, aku kan sudah ijin sama ibu kamu, tapi takut ibu kamu lupa nanti kamu ijin lagi ya". ucap Satria


"iya, emang nanti kita jalan jam berapa, mas?". tanya Mutiara


"pagi bee, jadi abis subuh kita langsung jalan ke stasiun ya, kita nikmatin perjalanan ke Yogyakarta menggunakan kereta api pasti nanti kamu suka deh". terang Satria.

__ADS_1


" berarti kita janjian di stasiun mas?". tanya Mutiara


"iya yang lain janjian di stasiun tapi kalau kamu sama aku, nanti kamu aku jemput, aku harus minta restu lah sama ibu kamu biar acara kita disana berjalan lancar". seru Satria


"dih, ngapain pakai minta restu segala udah kaya mau ngapain aja, emang kita mau perang disana". ucap Mutiara sambil memukul pelan pundak Satria karena mendengar ucapan Satria yang menurutnya agak lebay


"lagian nih ya ngapain kamu pakai jemput aku kan kamu jadi muter mas, udah biarin aja aku nanti naik mobil bareng anak cecurut". Mutiara mencoba memberi saran.


"nggak, pokoknya aku tetap jemput kamu ya, bee, no debat okey". tegas Satria


Tak terasa kini kendaraan Satria telah sampai di parkiran mall dan ternyata para anak cecurut, dan duo F telah menunggu mereka di area parkir.


"eits dah lama banget sih lu marmut, kita udah udah nyampe dari lima belas menit yang lalu". protes Putra


"maaf ya Mput, biasalah kalau jalan bareng mamas Satria suka betah di motor". ucap Mutiara sambil mengatupkan tangan didada nya pertanda perminta maaf kepada Putra.

__ADS_1


"iya nih kalian lama, Pipit kan haus, yaudah yuk masuk ke dalem, cari minuman, Pipit haus nanti yang bayar Mput ya". celetuk Pipit


"lah ngapa jadi gue yang bayar, gimana ceritanya sih ini burung Pipit". protes Putra


" uang saku Pipit udah nipis loh Mput, minta sama mama kan nggak enak, nah kalo mas Bima dia belum gajian udah gitu sekarang dia udah punya pacar jadi Pipit nggak enak minta mulu sama mas Bima, dan uang dari cafe CINTA kan Mput tau sendiri kalo Pipit kumpulin buat bikin usaha buat mama biar, mama nggak kerja sama orang lagi, jadi mama bisa jadi bos aja nanti kalo udah buka usaha". cerocos Pipit dengan polosnya tanpa jeda


yang lain sampai salut walaupun Pipit polos seperi itu tapi selalu memikirkan yang lain.


bahkan Farhan sampai kagum mendengar perkataan Pipit. selama ini Farhan taunya Pipit itu polos saja dan tak tau tentang keluarganya.


"iya, iya burung Pipit duh mau minum aja nyerocosnya panjang banget, malah bikin tambah haus kan, yuk kita cari minum yang burung Pipit mau biar abang Putra yang ganteng ini yang bayar". ucap Putra sambil mengusap kepala Pipit


"makasih Mput, Mput baik banget, selain minum nanti teraktir makan juga ya biar makin tambah ganteng". ucap Pipit dengan santai


"eit, dah nih bocah ngelunjak ya". celetuk Putra dan yang lain langsung tertawa

__ADS_1


__ADS_2