
Kampus merupakan sarana pendidikan, selain itu juga kampus merupakan ajang unjuk kepopuleran, kecantikan, ketampanan, kepintaran, bahkan kekayaan.
Di area parkir terdapat banyak jenis kendaraan dari tipe kendaraan yang roda dua sampai roda empat.
Kini mobil yang di kendarai oleh Putra sudah terparkir rapih di area parkir yang tersedia di kampus itu.
"Noh, kesayang kamu udah nungguin Mut". ucap Nila yang melihat Satria dan kedua sahabatnya sedang berdiri di samping mobil Satria sambil menunggu Mutiara.
"iya, ngapain juga mereka nungguin disana sih". heran Mutiara karena bisanya mereka akan janjian di kantin jika ingin bertemu.
__ADS_1
"nggak apa-apa Mut-Mut romantis tau, duh mana ganteng-ganteng banget lagi mereka. boleh satu buat Pipit nggak". ucap Pipit dengan pandangan tetap melihat kearah Satria dan kedua sahabatnya.
"ah elah si burung Pipit disini juga ada yang lebih ganteng dari pada mereka tapi nggak dipuji". protes Putra sambil melirik Pipit yang tetap fokus ke arah Satria
"iya sih, Mput emang ganteng tapi Pipit bosen tau liat Mput mulu dimana-mana, nggak di rumah, kampus, cafe, lama-lama kan enek juga Pipit kalo pemandangannya cuma wajah Mput mulu. Lagian juga Pipit nggak mau punya pacar Mput karena kan bagi Pipit, Mput kaya abangnya Pipit, Pipit bisa ngobatin rindu Pipit ke abang Bima kalo lagi sama Mput". protes Pipit dan membuat Mutiara dan Nila tertawa kecil, karena bisa-bisanya Pipit bilang bosen liat muka Putra mulu lah emang dari kecil kan udah bareng tuh cowok mau bosen juga tetap Putra akan selalu mengikuti ketiga itu cewek berada karena bagi Putra mereka sudah seperti adiknya sendiri
"lah lagian juga siapa yang mau sama burung Pipit yang satu ini, dikasih gratis juga gue mah ogah lah, tipe cewek gue mah yang manis g bosen dipandang, lucu dan pintar". balas Putra sambil membayangkan tipe cewek impiannya.
"nah itu burung Pipit sadar, tapi burung Pipit gue nggak be9o loh tapi cuma agak-agak gimana gitu". ledek Putra membuat Pipit cemberut.
__ADS_1
"udah ah Mput mah jangan di denger ya Pipit ku sayang, nanti aku tanya ya ke Satria, Farhan dan Firman jomblo apa nggak sekarang, kalo jomblo nanti aku suruh mereka PDKT sama Pipit ya, apalagi sahabat Muti yang satu ini cantik dan baik hati pasti mereka mau lah PDKT sama Pipit". rayu Mutiara agar Pipit tak cemberut lagi dan mata Mutiara langsung menatap tajam Putra, yang mana bukan membuat Putra takut tapi malah cekikian tanpa suara sedangkan Nila menabok lengan Putra yang memang hobi menjahili Pipit.
Sedangkan di depan Mobil Satria ketiga pria tampan itu heran mengapa Mutiara dan sahabat-sahabatnya belum juga keluar dari mobil Putra.
"lah tuh cewek lu kok belum keluar juga sih dari mobil, Sat? emang ngapain dulu sih lama banget deh?". protes Firman.
"ya mungkin mereka touch up dulu kali, ya namanya juga cewek, pasti mereka mau tampil oke lah". sahut Farhan terlebih dahulu sedangkan Satria hanya mengangkat bahu saja.
"tapi gue salut sama Putra sabar dan betah banget loh dia sahabatan sama tiga cewek, malah kemana-mana Putra selalu ngikutin tuh ketiga cewek". ucap Firman kembali
__ADS_1
"iya lah, Putra kan bagaikan seorang raja yang dikelilingi tiga ratu, kalo kata lagu mah Putra itu "senangnya dalam hati kalo beristri tiga". Farhan sambil bersenandung.
"eits enak aja Mutiara mah calon masa depan gue ya, yang hanya sementara gue titipin ke Putra buat di jaga sampai nanti Mutiara sah jadi istri gue". sambar Satria