
Kini waktu yang di nanti oleh Mutiara, Satria dan para sahabat mereka telah tiba. mereka kini telah sampai di penginapan yang telah di sewa oleh Satria.
Penginapan ini tersedia tiga kamar yang akan mereka tempati sementara, kamar pertama berisi Mutiara, Pipit dan Nila sedangkan di kamar yang kedua ada Satria dan Putra dan kamar ketiga tentunya untuk Farhan dan Firman.
Kini mereka memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh mereka terlebih dahulu karena lelah harus menempuh perjalanan selama 8 jam perjalanan.
Beruntung mereka tadi sebelum sampai di penginapan mereka sempat mampir untuk makan terlebih dahulu sehingga kini mereka hanya tinggal beristirahat dan sore hari nanti baru mereka akan berkeliling di malioboro sambil berburu makanan khas dan unik yang ada di Yogyakarta.
Sore hari tiba setelah mereka menunaikan ibadah solat asar dan mandi sore kini mereka semua tengah bersiap untuk keluar memanjakan perut dan mata mereka dengan makanan dan pemandangan hiruk pikuk daerah malioboro.
Kini Mutiara berjalan dengan bergandengan tangan dengan Pipit dan Nila mereka seperti kembar tiga yang tak bisa terpisahkan membuat keempat pria yang mengikuti mereka hanya geleng-geleng kepala saja.
"eh, kita kan mau kulineran nih ya, makannya setiap kita pesan sesuatu kita makan sepiring bertiga aja ya jadi kita bisa puasa nyicipin banyak jenis makanan di sini". saran Mutiara
__ADS_1
"ya bener tuh kata kamu, Mut. kita makannya rame-rame aja jadi biar nggak cepat kekenyangan". timpal Nila.
"tapi kalo kaya gitu kita harus pesan banyak jenis makanan ya Muti cantik, soalnya kalo pesan makanannya cuma dikit nanti Pipit nggak kenyang, kalo Pipit nggak kenyang nanti nggak bisa tidur soal cacing di perut Pipit pasti pada demo". rengek Pipit dan di setujui oleh Mutiara dan Nila.
Sedangkan ketiga pria itu hanya tersenyum heran mendengar ucapan Pipit, ternyata badan kurus seperti Pipit namun porsi makannya banyak.
Hanya Putra saja yang sudah hafal di luar kepala kebiasaan para ketiga sahabatnya itu.
"woy, burung Pipit tenang aja lu nggak bakal kelaparan gue jamin dah, gue traktir lu makan sepuasnya sampe perut buncit juga nggak apa-apa, gas keun lah".sahut Putra yang memang selalu menyiapkan uang lebih untuk ketiga wanita kesayangannya
"ya udah kita makan apa dulu nih?" tanya Satria
"kita mah sebagai kaum lelaki mah mending cari aman, biarkan para wanita yang menentukan, biar aman nih dunia". seloroh Farhan
__ADS_1
"inget ya nggak boleh bilang kata kramat kalian, no kata TERSERAH, oke" sambung Firman sedangkan Putra hanya cekikikan melihat Farhan dan Firman yang pasrah dengan pilihan para wanita itu.
Akhirnya karena ketiga wanita itu yang disuruh memutuskan ingin makan apa, maka sekarang mereka sedang celingak celinguk melihat makanan apa yang menarik perhatian mereka terlebih dahulu.
Setelah celingak celinguk, mereka memutuskan untuk makan gudeg terlebih dahulu.
Tiga porsi gudeg beserta nasi dan minuman telah ada di depan mata mereka sudah berjejer rapih di atas meja menandakan makanan itu siap untuk di eksekusi oleh mereka.
"wah manteb ya gudeg asli beli disini, rasanya lebih nikmat di banding gudeg yang suka di jual di deket kampus". ucap Pipit
"ya bener pokoknya walaupun kita cuma nyicip-nyicip tapi puaslah, selanjutnya kita kemana nih?" ucap Nila
"kita beli sate kere yuk sama kita cari gorengan apa ya yang enak gitu buat nyemil-nyemil lah" saran Mutiara dan disetujui oleh semuanya
__ADS_1
"yuk cus kita lanjut jalan, cacing di perut Pipit soalnya masih kelaparan". ucap Pipit sambil mengelus perutnya