
Selesai sudah perkuliahan hari ini, Mutiara dan para cecurut sudah berencana akan mampir ke cafe terlebih dahulu.
Satria yang hari ini tidak akan ke kantor pun mengajak Farhan dan Firman untuk ikut nongkrong di cafe.
Farhan dan Firman dengan senang hati ikut nongkrong di cafe, selain karena akan dapat teraktiran dari Satria, makanan di cafe milik Mutiara dan kawan-kawannya juga sangat enak dan pas rasanya di lidah mereka dan suasana cafenya juga sangat cocok untuk semua kalangan karena di cafe itu sengaja membuat bermacam konsep, ada konsep familly, konsep anak tongkrongan geng motor, konsep pasangan dan ada pula konsep jomblo patah hati.
Kini Mutiara sudah duduk manis disamping Satria yang sedang mengemudikan mobilnya. Sambil sesekali mereka akan saling bertukar cerita.
"bee, liburan semester aku mau ajak kamu sama yang lain travelling ke Yogyakarta, mau nggak?" ajak Satria.
"eeemmm, boleh tuh kayanya seru mas, kira berapa hari mas?". tanya Mutiara
__ADS_1
"ya paling empat hari itu udah sama waktu perjalanan pergi-pulang". jawab Satria
"ya udah nanti aku yang bilang ke yang lain apa kamu aja yang ngomong mas?". ucap Mutiara
"entar aku aja yang ngomong sama mereka, bee. Dan nanti pulang dari cafe juga aku mau ijin juga ke ibu soalnya takut nggak sempet ijin ke ibu lagi, kan ujian tinggal seminggu lagi nah pasti aku nggak bisa main ke rumah kamu jadi hari ini aja aku ijinnya". jelas Satria
"ya udah mas aku mah ikut aja lah, nanti di sana kita nginep dimana?". tanya Mutiara
"nggak ada sih mas, aku mah ikut mas aja yang penting tempat penginapannya jangan jauh-jauh dari lokasi kuliner ya, jadi aku bisa sekalian wisata kuliner gitu, ah jadi nggak sabar mau makan makanan khas daerah sana". ucap Mutiara sambil membayangkan beberapa makanan nanti yang akan ia cobain
" duh, gemesin banget sih kesayangan aku, belum apa-apa ngebayangin sampe ileran gitu". gemas Satria lalu mengacak-ngacak rambut Mutiara dengan satu tangannya
__ADS_1
"ish, mas mah gitu hobby banget ngeberantakin rambut aku". protes Mutiara sambil merapihkan rambutnya yang agak berantakan karena ulah jail tangan Satria.
"kamu tuh tetap cantik, bee. walaupun rambut kamu acak-acakan aku malah tambah gemes". ucap Satria yang kini sebelah tangannya mencubit pelan pipi Mutiara.
"ih ilih gombal aja kamu ,mas. kamu tambah pinter ngegombal jangan-jangan ada banyak cewek yang kamu udah gombalin nih". ucap Mutiara
"ya ampun, dasar cewek ya, pacarnya ngomong manis dikit dibilang ngegombal tapi giliran pacarnya cuek dan nggak ngegombalin eh dibilang nggak perhatian dan nggak romantis. Duh gini banget ya jadi kaum cowok yang selalu salah dimata cewek". keluh Satria sambil ngelus dadanya sendiri sambil bergumam kata "sabar".
Mutiara yang melihat kelakuan Satria pun menjadi tertawa karena memang benar kebanyakan wanita ya seperti itu. Berasa selalu benar, entah cewek benar beneran atau salah ya tapi dibener-benerin aja lah karena nggak mau kalah dan disalahin.
Masih banyak lagi percakapan yang mereka obrolkan sepanjang perjalanan menuju cafe. Karena mereka berdua memang selalu saling berbagi cerita kapan saja dan dimana saja. Karena dalam sebuah hubungan komunikasi sangatlah penting agar membuat hubungan menjadi lebih hangat dan terbuka satu sama lain.
__ADS_1