Mutiara Untuk Satria

Mutiara Untuk Satria
anak cecurut


__ADS_3

Pagi Hari telah tiba dengan udara yang sejuk Mutiara sudah memulai kegiatannya sejak bangun tidur Mutiara akan melalukan sholat subuh, setelah menjalankan ibadahnya Mutiara akan merapihkan rumah dan membantu ibu Husna memasak untuk sarapan mereka berdua.


Namun, ibu Husna akan lebih sering memasak lebih banyak dari porsi untuk dua orang, karena para sahabat Mutiara biasanya akan ikutan sarapan kembali di rumah Mutiara meski mereka telah sarapan di rumah masing-masing karena memang mereka telah bersahabat sejak kecil sehingga membuat mereka tidak lagi sungkan untuk makan di rumah Mutiara atau yang lainnya.


Bahkan mereka sudah menganggap para orang tua itu sebagai orang tua mereka sendiri. yang mana para orang tua itu juga sudah pada tau tentang sifat para keempat anak itu, yang suka mereka sebut dengan anak cecurut, karena jika mereka sudah berkumpul maka akan sangat rusuh.


Kini rumah telah rapih dan menu sarapan sudah tersedia di meja makan. maka kini waktunya untuk ibu Husna bersiap ke kantor untuk berkerja dan Mutiara bersiap untuk kuliah pagi ini.


Ibu dan anak itu sudah duduk manis di meja makan dengan pakaian rapih, saat hendak menyantap makanan. sudah ada yang mengetuk pintu rumah.


tok


tok

__ADS_1


tok


"assalammualaikum ibu, Marmut kami datang". ucap ketiga tamu tak di undang itu sambil membuka pintu rumah.


"waalaikumsalam". jawab ibu Husna dan Mutiara.


"sini nak, kalian sudah sarapan belum, mau sarapan bareng nggak sama ibu dan Muti". ajak ibu Husna.


"aduh, jadi nggak enak nih, bu". basa basi Putra


"ya lah mput mah gitu malu-malu mau, udah hayuk ah duduk Pipit juga kan mau makan lagi soalnya tadi sarapan di rumahnya cuma dikit". ucap Pipit sambil menarik tangan Putra.


" iya kan seenggaknya gue mah basa basi dulu lah emang kaya tuh kuda Nil maen langsung nyomot tempe". elak Putra

__ADS_1


"nggak usah pake basa basi kalau sama ibu mah kalian, ibu udah tau kalian dari jaman kalian msh jadi cecurut kecil sampe sekarang udah jadi cecurut dewasa". timpal ibu Husna


"ya elah si ibu mah sama aja kaya yang laen hobi banget bilang kita cecurut, padahal kita tuh cantik dan ganteng kaya gini". protes Nila


"tapi kan emang dari dulu para orang tua manggil kita cecurut, Nil Nil". sahut Pipit dengan tampang polosnya.


" ya kan kalau mereka bilang kita cecurut ya berarti mereka biangnya cecurut, soalnya kita anaknya, jadi biang cecurut, betul begitu kan ibu cecurut". timpal Mutiara sambil melirik ke arah ibu Husna dan di sambut cubitan manis di pipi chuby Mutiara.


"ampun ibu, jangan cubit pipi Muti mulu nanti tambah tembem loh". protes Mutiara


"nggak apa-apa marmut kan jadi tambah gemesin kalau marmut tambah tembem pipinya, ya kan bu?". ucap Putra sambil mengacungkan jari jempol ke arah ibu Husna


" udah, udah, yuk makan lagi kalau kalian masih laper, soal ibu mau berangkat kerja nih, kalian juga takutnya nanti telat sampai kampusnya". ucap ibu Husna.

__ADS_1


Akhirnya mereka makan dengan lahap, setelah selesai makan mereka membagi tugas ada yang merapihkan meja makan dan ada yang menyuci piring.


Setelah selesai, mereka menaiki mobil Putra untuk menuju kampus sedangkan ibu Husna berangkat ke kantor menggunakan motornya.


__ADS_2