Mutiara Untuk Satria

Mutiara Untuk Satria
akhir kisah masa lalu


__ADS_3

Sudah sebulan Ramadhan dalam kondisi koma, Husna tetap setia menunggu Ramadhan.


Namun, hari ini Husna merasakan perasaan yang tidak enak, entah apa, Husna pun tak mengerti untuk itu ia selalu ada di samping Ramadhan.


Pintu ruang rawat pun terbuka kini terlihat ibunya Ramadhan yang memasuki ruang rawat itu.


Dengan wajah jutek ibu Ramadhan menghampiri Husna.


"kamu lihat kan, anak saya sudah satu bulan masih dalam kondisi seperti ini, kamu tuh wanita pembawa sial, dulu sebelum kenal kamu Ramadhan adalah anak yang penurut dan tak pernah mengalami hal buruk seperti ini. Tapi lihat sekarang semenjak kenal kamu dia tidak menurut dengan ucapan ibunya yang melarang dia berhubungan dengan kamu, gadis yang tak memiliki apa-apa dan sekarang Ramadhan terkena sial karena kamu. Sebaiknya kamu tinggalkan dan tanda tangani surat cerai ini, saya sudah menyiapkan surat cerai ini jadi nanti kalau Ramadhan sudah sadar saya akan suruh dia tanda tangan. kalau kamu tidak meninggalkan Ramadhan dan tetap bertahan dengan Ramadhan maka silakan kamu yang membiayai seluruh biaya perawatan Ramadhan, saya tidak akan membiayai Ramadhan selama kamu masih ada disisi Ramadhan. Saya tunggu keputusan kamu selama tiga hari". ucap ibunya Ramadhan sambil menyerahkan berkas perceraian yang telah ia siapkan dan setelah itu ia meninggalkan ruang rawat Ramadhan.


sedangkan Husna yang tak sempat berucap sepatah kata karena mendengar ucapan ibunya Ramadhan kini Husna hanya mampu menangis sambil memeluk Mutiara kecil yang sedang tidur dalam pangkuannya.


Sungguh Husna tak mampu meninggalkan Ramadhan karena Husna memang mencintai Ramadhan apa adanya dan bagaimana pun kondisinya.


Namun, ancaman ibunya Ramadhan yang tidak akan membiayai kembali biaya perawatan Ramadhan membuat Husna menjadi bimbang.

__ADS_1


Jika Husna memiliki uang dan harta mungkin ia akan menjualnya demi biaya pengobatan Ramadhan.


Tapi kini yang terjadi dia tidak memiliki uang banyak yang dapat membiayai perawatan Ramadhan.


Uang yang dimiliki Husna hanya mampu untuk biaya makan sehari-hari sampai beberapa bulan.


itu juga uang yang Husna miliki adalah uang tabungan Husna, yang Husna sisihkan dari uang belanja yang selama ini Ramadhan berikan untuk Husna.


Hari yang di tunggu oleh ibunya Ramadhan pun tiba. Keputusan Husna yang akan tetap bertahan dengan Ramadhan atau bercerai dari Ramadhan.


Husna yang sudah memikirkan semua ini pun dengan terpaksa memutuskan sesuatu hal yang begitu berat bagi Husna.


"mas aku tak sanggup menandatangani berkas perceraian ini. aku tak tau nanti status ku akan menjadi apa bila kita berjauhan dan tak akan berjumpa lagi namun tak ada kata perceraian yang terjadi di antara kita. Tapi aku berjanji mas, hanya kamu satu-satunya pria yang aku cintai, pria yang selalu ada didalam hati dan pikiran ku. hanya kamu satu-satunya yang akan menjadi ayah bagi Mutiara kita. mas, ijinkan aku membesarkan anak kita sendirian aku akan berusaha menjadikan Mutiara kita, menjadi anak yang baik dan semoga kelak kalau Alloh masih mentakdirkan kita berjodoh, semoga kita akan bertemu kembali entah kapan waktunya tapi aku berharap kelak kita masih dapat bertemu". Husna menarik nafas, dadanya sesak karena harus melepaskan kekasih hatinya.


" mas, jika kelak kamu sadar aku harap kamu jangan marah dengan ku ya atas semua keputusan ku ini. aku mencintai kamu mas sampai kapan pun. aku pamit ya mas". ucap Husna lalu mengecup seluruh wajah Ramadhan lalu mengecup punggung tangan Ramadhan.

__ADS_1


"nak, salim ya sama ayah jangan lupa kiss ayah ya nak". perintah Husna kepada Mutiara kecil.


Mutiara yang tak paham dengan situasi saat ini hanya menuruti perintah sang ibu.


Mutiara mencium pipi sang ayah dengan penuh kasih sayang bahkan Mutiara memeluk tubuh Ramadhan.


"ara tayang ayah". ucap Mutiara kecil.


Husna menggendong Mutiara lalu meninggalkan ruang rawat Ramadhan.


Ramadhan yang masih dalam kondisi koma secara tak sadar dan tanpa diketahui oleh Husna , Ramadhan meneteskan air mata.


Setelah meninggal rumah sakit, Husna kini menuju rumahnya dan membawa sebagian bajunya dan baju Mutiara dalam satu tas ukuran besar.


Kini Husna sudah ada di terminal bis yang akan membawanya pergi jauh dari kota yang penuh dengan kenangan bersama kekasih hatinya.

__ADS_1


saat di perjalanan Husna mengirim pesan kepada ayah mertuanya.


"ayah, maaf aku pamit, aku titip mas Ramadhan, semoga ayah kalian selalu dalam lindungan Nya". pamit Husna kepada ayah mertuanya lalu menonaktifkan ponselnya.


__ADS_2