Mutiara Untuk Satria

Mutiara Untuk Satria
mall 2


__ADS_3

Setelah puas bermain di area permainan dan berbelanja yang mereka butuhkan untuk dibawa ke Yogyakarta.


Kini mereka sedang makan di sebuah restoran korea yang ada di mall itu.


Saat sedang menunggu pesanan mereka datang.


Tiba-tiba ada yang menghampiri mereka.


"hai, kalian disini juga, saya boleh gabung bareng kalian nggak". ternyata pak Rama si dosen yang naksir dengan Mutiara


Mereka semua terkejut dengan sapaan dari pak Rama karena mereka semua tau kalau pak Rama menaruh hati dengan Mutiara.


Mereka jadi serba salah mengijinkan pak Rama bergabung takut Satria cemburu dan pak Rama sakit hati.


Tapi kalau menolak merek merasa sangat tidak sopan dengan dosen mereka sendiri.


"boleh pak, silakan duduk". Satria akhirnya mengijinkan pak Rama bergabung


"kalian sudah pesan?"tanya pak Rama


"sudah pak" sahut Putra dan yang lain hanya mengangguk kepala


"pak Rama disini sendirian? emang pak Rama abis ngapain". celetuk Pipit

__ADS_1


"iya saya sendiri, kebetulan tadi orang tua saya mesan sesuatu jadi saya mampir kesini deh". jawab pak Rama


"pak Rama sudah pesan makanan?" kini Nila yang bertanya


"sudah tadi saya sengaja mesan makanan dulu baru nyari tempat duduk". ujar pak Rama


Akhirnya makanan yang mereka tunggu sudah datang begitu juga dengan makanan milik pak Rama.


Walaupun suasana agak kaku karena kehadiran pak Rama diantara mereka.


Mereka tetap berusaha mengobrol disela-sela makan mereka.


"gimana persiapan kalian untuk skripsi udah tau mau bahas apa?" tanya pak Rama


"emang kamu mau buat skripsi tentang apa?".pak Rama bertanya kepada Mutiara


"emm, tentang pastry kayanya deh pak". jawab Mutiara


"sudah ada restoran yang kamu tuju untuk jadi bahan skripsi kamu?". tanya pak Rama


"belum pak, tapi paling saya pake cafe CINTA aja pak sebagai tempat penelitian saya". ucap Mutiara


tanpa sadar di antara dua orang yang sedang terjadi obrolan itu.

__ADS_1


ada sosok pria yang agak dibakar cemburu, tapi masih dia tahan karena berusaha memaklumi selama masih batas normal.


"oya pak kalo saya pakai restoran bapak sebagai tempat tujuan bahan skripsi saya, boleh nggak pak?". tanya Nila yang mulai ikut bergabung dalam obrolan itu


"boleh saja, siapa saja boleh, saya malah senang mahasiswa didik saya menggunakan restoran saya sebagai bahan skripsi nanti bisa tanya-tanya dengan saya atau pegawai saya". jelas pak Rama


"wah, makasih banyak loh pak kalo diijinkan, berarti nanti saya ijin pakai restoran pak Rama ya". senangnya Nila


"iya pokoknya kalian mau bertanya tentang skripsi boleh lah ke saya sekali-kali saya senang ngebantunya, karena saya tau gimana ribetnya dan streanya membuat skripsi, jadi saya sekarang hanya ingin mempermudah mahasiswa didik saya yang penting mereka membuat skripsi sendiri tanpa plagiat itu saya sangat menghargai sekali". ucap pak Rama


Obrolan pun terus berlanjut kesana kemari, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena sudah merasa lelah


Satria kini terus menggenggam tangan Mutiara yang sedang memegang jaket motor Satria.


"kamu kenapa mas?". tanya Mutiara heran melihat Satria yang agak beda dari biasanya


"aku cuma agak sedikit cemburu, aku bisa liat langsung kalo pak Rama itu bener-bener naksir sama kamu, aku takut kamu jadi kepincut dia". ucap Satria


"waduh, sejak kapan seorang Satria cemburu sampai kaya gini" ledek Mutiara


"ini ya mas aku tuh sayang sama kamu, lagian kita udah hampir lima tahun pacaran dan hubungan kita baik-baik aja selama ini jadi aku nggak mungkin berpindah kelain hati kecuali kamu yang ngecewain aku dengan adanya orang ketiga diantara kita, nah baru dah kalau sampai itu terjadi aku langsung kabur dari hati dan hidup kamu, mas". terang Mutiara menenangkan Satria


"makasih bee, mas janji berusaha buat nggak lukain hati kamu, i love you, bee".

__ADS_1


"i love you, mas"


__ADS_2