
Tepat beberapa hari sebelumnya putraku berulang tahun.
Semua berubah dengan demikian rupa dimana terdengar suara bergema yang begitu kencang sehingga membuatku terjaga dari tidur.
Teriakan istriku seakan memanggil seisi rumah semua panik dengan seketika ibu menghampiriku lalu menanyakan kenapa semua ini terjadi..?
__ADS_1
Bahkan dipikiranku saat itupun bleng, bukannya menjawab pertanyaan melainkan menanyakan keadaan ibu yang sedang mengandung bua hatiku. Rasanya aku seperti disambar petir dan hantaman yang begitu keras sehingga tubuhku seakan terjatuh dan pikiranku lemah.
Menjelang beberapa saat istriku menghampiriku ia berontak mengeraskan suara tangisan nya yang begitu nyaring terdengar di telingahku namun pikiranku masih saja tertuju kepada wanita yang mengandung bua hatiku(Disini another tekankan bahwa pernikahan mereka dikarnakan perjodohan dimana sang suami ditipu oleh keluarga perempuan yang notaben umur perempuan lebih tua dari suami dan ketidak jujuran sehingga suami merasa kecewa).
Menjelang beberapa saat aku menatap istriku sebut saja namuku (Reyban) dan istriku (Amena). Dia menangis dan menanyakan banyak sekali pertanyaan yang membuatku seakan terteguh mengingat kembali apa yang sudah mereka lakukan kepadaku beberapa tahun silam.
__ADS_1
Disini Profesiku sebagai seorang Guru di sebuah sokalah madrasah jadi sangat di sayangkan jika aku menolak kunjungan tersebut karna katanya ada satu siswiku sedang bermasalah sehingga aku harus mengunjungi nya.
Tiba dirumah nya aku menanyakan kabar siswaku lalu bertemu dengan anak didiku dan berbicara perihal masalahnya.
NamunĀ beberapa saat kemudian seseoarang perempuan (amena) membawahkan minuman dan beberapa makanan ringan seperti kue-kue dan sejenis nya. Selang beberapa saat mereka kembali menanyakan perihal yang entah kenapa begitu membingungkan dikepalaku tapi yang aku ingat paman nya mengatakan bahwa aku sudah mengunjungi keluargan nya dan aku harus menikahi anaknya dikarnakan kebetulan di desaku masih sangat kental dengan tradisi adat istiadat. Begitu kalimat itu terucap pikiranku langsung buyar memikirkan gadis yang aku cintai.
__ADS_1
Setibah dirumah aku langsung menuju ke kamarku tanpa berkata apapun, terlihat ibuku sangat kawatir akan sikapku kemudian bergegas menghampiriku. Ibu masuk ya "ibu mendekat lalu menanyakan perihal diriku" aku menceritakannya kepada ibu semua kejadian tadi siang dan ibu pun merasa keanehan disini kenapa mereka begitu tega menjebak putraku tanpa berfikir panjang ibuku keluar dari kamarku dan bertemu dengan ayah. Diluar terdengar pembicaraan mereka yang sangat kebingungan perihal bagaimana menjelaskan kepada keluarga kekasihku jika semua nya terjadi begitu saja.
Selang beberapa minggu hubunganku dengan kekasihku sebut saja namanya (Rabiya) menjadi sedikit masalah dikarnakan ia mendengar kejadian kemarin lalu yang melibatkan diriku dengan wanita lain.