
Hari menjelang sore rey pun bersiap-siap yang ingin kembali ke rumahnya.
Setelah selesai menyiapkan makanan untuk istrinya rey pun pamit pulang.
Sayang, makanan vitamin dan susu sudah di meja makan dan istirahatlah setelah rey pulang nana akan datang untuk menemanimu jadi jagan kemana-mana sebelum nana kesini okeey..!
Iah siap tuan sambil mencium tangan suaminya.
Sayang rey pamit yah nanti secepatnya rey kembali sebelum mamah pulang nana akan menemanimu disini jadi jangan terlalu banyak mengerjakan hal-hal berat istirahat dan minum obatnya tepat waktu dan jangan lupa susunya diminum sebelum tidur.
Iah bawel terimaksih sekarang pulanglah.
Sambil mencium kening istrinya rey juga mencium perut istrinya sembari pamit kepada calon anaknya.
Dan rey pun mengedarai sepada motornya tetapi dalam pikirannya sedang membayangkan gimana nanti menghadapi sikap amena dirumah ah sudahlah terserah dia saja jika dia marah pun aku hanya akan mendengarkannya semoga saja aku tahan dan tidak emosi nanti.
Setelah sampai di rumah rey sedikit nerfes tetapi dia memberanikan dirinya untuk masuk.
Toooooook...toooooook....tooooooookk..
Suara bell pintu berbunyai.
Iah tunggu sambil berlari menuju pintu rumah dan membukakannya.
Eh papa, langsung memeluk papah nya lely kangen sama papah papah kemana saja kata mamah papah ke rumah istri baru papah emangnya istri baru itu apa sih pah..?
Heh, sudah bicara seperti itu lupakan saja papah kemarin ada tugas diluar kota makan nya papah lama pulangnya (maafkan papah karna telah berbohong kepada kalian) kembali memeluk putrinya lagi.
Ayook nak, dimana mama oma dan oppamu abangmu juga tidak keliatan..?
Ohhhhh, tadi abang dan mama sedang ke market soalnya ada keperluan sekolahnya abang yang ketinggalan.
Oooohhhh, kalau begitu ayok kita masuk.
Setelah beberapa saat amena dan putra nya kembali ke rumah dan yah setelah melihat keberadan suaminya dia langsung ngegas depan anak-anaknya.
Ngapain mas kamu pulang masih ingat jalan pulang ke rumah kirain sudah lupa jalannya padahal tadi aku berencana mengantar barang-barangmu ke rumah pelakor itu...!
Anak-anak kalian masuk ke kamar dulu yah, pinta rey.
Aku baru saja pulang loh bisa sabar sebentar tidak..?
Ngapain sabar mas, gak guna ngerti gak sih, aku tuh capek mas selalu saja mengingkari janji padaku.
Kamu dengarkan dulu penjelasanku aku gagal pulang karna tiba-tiba sekali merasakan keram diperutnya sehingga aku harus mengantatnya ke rumah sakit kan kamu juga perempuan masa kamu gak ngerti tidak mungkin dia berbohong hanya agar aku disana dong..!
__ADS_1
Sudahlah aku tidak peduli dengan kondisinya aku hanya peduli kepad suamiku dan selamanya harus menjadi suamiku tapi aku sangat marah kepadamu kamu betul-betul tidak bisa dipercaya lagi mas.
Ada apa denganmu amena, kenapa kamu seperti bukan amena kamu begitu berbeda sekarang.
Jangan bahas soal diriku mending mas ingatkan saja dirimu,aku muak dengan semua ini.
Tolong tenangka dirimu amena sambil mendekati istrinya itu.
Lepaskan aku, aku sangat membencimu jika bukan karna aku mencintaimu sudah ku bunuh dirimu ingatlah itu sambil menunjukan jarinya kepada rey.
Hhhhhhhhhh, rey hanya menarik nafas panjang dan berusaha tenang agar tidak emosi akan kata-kata istrinya.
Setelah selesai berdebat amena pun meninggalkan kamarnya dan pergi menemui anak-anaknya.
Menjelang malam hari merekapun maka malem berasa akan tetapi amena tidak ada disana dan rey pun bertanya kepada anak-anaknya.
Sayang dimana mama mu tolong panggil dia kesini.
Tadi mama bilang kalau dia tidak lapar begitu pah.
Ooooooohh, kalau begitu biar papah saja yang menemui mamah ya.
Iah pah, bujuk mamah ya pah jangan berantem lagi.
Iah sayang, kalian berdua makan yang banyak nanti papah ajak mamah ya.
Rey pun melangkah menuju ke kamar anak-anaknya dan menemui istrinya.
Boleh rey masuk...?
Amena sayang, boleh kita bicara sebentar..?
Mmmmh, mau ngomong apa lagi sih mas aku capek berdebat mulu..?!
Liat aku deh, coba bangun dulu..
Katakan saja mas aku malas menatap wajahmu.
Okeeee begini saja maumu apa katakanlah..!
Tiba-tiba amena beranjak bangun dari tidurnya mas menanyakan mauku..?
Iah tentu katakanlah..!
Amena mau mas jangan menemui wanita itu lagi, bisa..?
__ADS_1
Itu hal yang tidak mungkin, karna kamu tau aku sudah menikajinya dan dia menjadi tanggung jawabku apalagi dia sedang mengandung anakku.
Kalaw begitu pergilah aku tidak ingin mendengar perkataanmu pagi.
Tolong mengertilah amena..!
Diam dan pergilah mas, sebelum aku bertindak kasar padamu.
Amena, pleash mengertilah jika aku meninggalkannya itu akan menjadi hal terberat tapi jika kamu memintaku untuk tidak menemuinya akupun mempunyai permohonan apa kamu membolehkannya.?
Apaaaaaaa, dengan suara malesnya..?!
Jika aku tidak menemuinnya aku minta agar kamu mengijikan aku menafkahinya dan anaku jika kamu juga tidak ingin aku tinggal bersamanya tolong ijinkan aku untuk datang kerumahnya setidaknya seminggu sekali seperti janjimu kemarin, gimana fix.......?
Mhhhhhhh, okeelaaah kamu boleh menemuinya seminggu sekali tapi aku tidak ingin uang bulananku dibagi dengannya tidak ada kompromi lagi titik, dengan wajah bengisnya.
Okeeeeh baiklah, kalau begitu kita temui anak-anak dan makan bersama dengan orang tuaku agar mereka tidak kawatir biar ini menjadi rahasia kita berdua setuju..?!
Baikalaah aku setujuh denganmu.
Setelah selesai berdebat merekapun menghampiri anak-anaknya di meja makan yang sejak tadi menunggu mereka.
Eh, sayang kenapa belum di makan makanan nya..?
Mmmmhh, mama disini yeeyy ayok mah kita makan bareng abng sama adek menunggu mama dan papa biar kita makan bareng.
Okeelaah sekarang mama sudah disini jadi kita makan bareng yuk, ayook dimakan makakanannya sayang.
Rey melihat pemandangan ini seangat bahagia ahirnya semuanya baik-baik saja yah walaupun ada yang ku korbankan lagi hhhhhhhhhh, (terlihat rey menarik nafas beratnya).
Setelah selesai makan rey menemani anak-anaknya nonton sedangkan amena merapikan meja makan bekas makan malam mereka tadi.
Abang sama adek ayuk kita tidur soalnya kan besok kalian berangkat sekolah pagi jadi gak boleh tidur malem-malem sayang..!
Okeeh pah, tapi ditemeni sama papah kan, lely pen di dongengin papah sebelum tidur, abang juga pah, ayolah pah sudah lama papah tidak mendongen kami..
Baiklah tapi nanti segera tidur okeey..!
Okeey pah, ayuk sambil berjalan menuju kamar anak-anaknya lagi.
Setelah membacahkan dongeng pada anak-anaknya merekapun tertidur karna dangat kelelahan rey pun tertidur juga di samping anak-anaknya.
Setelah selesai membereskan dapur amena pun menyusul suami dan anaknya di kamar setelah masuk ternyata mereka bertiga sudah tertidur pulas dan amena pun tidak tegah membangunkan suaminya, bairkan dia tidur disini saja kali ya, sepertinya dia sangat lelah.
Dan amena pun kembali menuju kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar iah berencana mengecek ponsel suaminya dan ternyata tidak ada panggilan atau pesan dari biya, oohhhh baguslah ternyata pelakor itu masih tau batasannya awas aja kalau dia berani menelpon suamiku aku akan memberinya pelajaran liahat saja nanti.
Dan amenapun tertidur beberapa saat kemudian setelah membersikan dirinya dan meminum entahlah itu seperti susatu yang terisi di dalam botol minumnya.