
Sesampai nya dikamar ia mencoba menanyakan kembali kepada istirnya.
Aku pamit apa kamu mau ikut menemaniku...?
Hah, tidak aku tidak sudih menyaksikan pernikahanmu dengan pelakor itu jadi pergilah dan cepat kembali.
Oughey tidak masalah jika kamu tidak mau ikut yaudah kalau begitu aku pemit ya sambil melangkah keluar kamar.
Yah pergilah hhhhhhhhhh, dia seola-olah aku ingin menghadiri pernikahannya pergilah dan nikmati hari bahgiamu sebelom besok kau melupakannya.
Di perjalan menuju rumah calon istrinya dia tampaknya merasa cemas gan sedikit gugup lalu ibu mengatakan beberapa kalimat penenang agar ia tidak begitu kawatir.
Rey, nak sepertinya kamu sangat kawatir..?
Tenangkan dirimu karna ini bukan yang pertama kan buatmu jadi tarik nafasmu dan pikirkan hal-hal baik saja.
Ia buk, masalahnya kali ini sedikit berbeda kan ibu tau hari ini adalah hari yang rey tunggu selama ini dan rey masih gak nyangka ternyata rey sebentar lagi akan menikahi biya dan ibu tau ini seperti mimpi saja bagiku.
Iah sayang ibu paham tapi cobalah untuk tenanhkan dirimu agar suasana hatimu lebih baik...!
Iah baiklah buk.
Setelah sampai dirumah biya, rey kedua orang tuanya serta adik perempuannya memasuki rumah mereka.
Dan ternyata keluarga biya sudah menunggu nya didalem,
Assalamualaykum buk, maaf kami sedikit terlambat.
Iah tidak apa-apa pak masuklah jawab mama biya.
Jelang beberapa menit setelah kedatangan mereka mama biya pun bertanya kepada keluarga rey, Kalau begitu apa lebih baik kita segera melangsung pirnikahan ini buk, pak...?
Ya tentu dimana menantuku sepertinya aku belum melihatnya dari tadi.. !?
Sebentar buk aku segerah memanggilnya sembari melangkah ke kamar biya.
Toook..tooooookk...tooooookk..
Iah mam masuklah ayok sayang keluarlah akat nikahmu akan segerah dilangsungkan.
Iah mam biya juga sudah selesai mam sambil memeluk mamah nya..
__ADS_1
Ooohhhh sayangkuh, mengapa kamu bersedih jangan menangis kamu benar-benar sangat cantik sembari mencium putrinya.
Mam maafkan biya yah karna telah mengecewakan mama dan yang pasti biya telah mempermalukan mama kemarin-kemarin karna kondisi biya yang sedang hamil ini.
Sudahla jangan berkata seperti itu karna susungguh nya kita manusia hanya menjalankan perintah Nya mungkin ini yang terbaik menurutNYA jadi bersabarlah karna sebentar lagi perjalan hidupmu baru dimulai jadi apapun yang terjadi kedepan nya biya harus tetap sabar dan yang pasti biya harus kuat menghadapi semua ini.
Suasana di kamar semakin sad karna kebetulan biya tidak nikih kan oleh ayah nya karna memang ayahnya lebih duluh di panggil yang Maha Kuasa.
Sudah sayang jangan bersedih lagi kan gak peapa adikmu yang menjadi wali nikahmu jadi berbahagialah ya walau adikmu tidak bisa pulang tapi setidaknya di menikahimu(kebetulan adinya sedang menlanjutkan sekolah tinggi di makassar? jadi tidak bisa ikut turut langsung di acara bahagianya biya ya guys).
Ya sudah mari kita segerah keluar agar akad nikah nya segerah di langsungkan sembari berjalan keluar.
Dan ahirnya akad nikah berjalan dengan lancar dan sakral dan mengharukan karna keduan pengantin itu sangat melankolis sebab perjuangan cinta mereka dibilang banyak coban lika-liku namun ahinya di satukan kembali sama Tuhan.
Setelah selesai acara pernikahan mereka ibu ayah dan nana pamit pulang kerumah akan tetapi rey tidak ikut kebetulan perutal perut biya keram karna kecapeyaan jadi rey tetap dirumah biya untuk menjaganya.
Buk ayah, rey nginap disini dulu katakan kepada amena bahwa besok baru rey kembali ke rumah.
Baik nak kamu jagalah biya dulu tar pastikan dia baik-baik saja sebelum kamu pulang ke rumah, biya sayang jangan capek-capek ya jaga kondisimu jaga juga pola makanmu dan pastikan istirahatmu teratur jangan terlalu stres agar kondisimu stabil dan bayimu sehat.
Baik terimaksih bibi.
Baik maafkan aku terimakasih ibu ayah.
Iah sayang maaf sebelum nya kami tidak bisa membawamu pulang kerumah tapi kamu bisa dateng ke rumah itu kapan saja yang kamu mau.
Ia terimakasih buk.
Kalau begitu kami pamit pulang dulu sayang.
Iah ibu ayah dan nana hati-hatilah di jalan..!
Tentu nak kami pamit ya sembari berjalan keluar rumah.
Buk, rey carikan taxi dulu ibu tunggu disini.
Setelah taxy datang merekapun berangkat dan pulang kerumah dengan perasaan was-was duh gimana ini yah pasti nanti dirumah amena akan ngamuk karna rey tidak ikut pulang bersama kita.. !
Gimna dong ayah ibu tidak bisa banyakan gadis pemarah itu jika tau suaminya tidak pulang bersama kita.
Tenanglah buk nanti kita sampaikan saja bahwa biya tadi mengalami keram di perutnya jadi rey menemani ke dokter dulu begitu buk mudah-mudah dia bisa ngerti toh dia juga perempuan pasti dia sudah mengalamin jal semacam itu kan jadi menurut ayah dia harus mengerti akan kondisi dan setuasi ini.
__ADS_1
Ah, ayah seperti baru mengenalinya saja dia tidak akan mendengar alasan kita apapun itu dan ibu yakin dia pasti akan mengabaikan perkataan kita jadi jika dia membentak kita lagi nanti ibu tidak ingin berdebat dengannya jadi kita pergi saja jika dia sedang tidak waras nantinya.
Ibu ngomong apa sudshlah biarkan saja dia seprti itu nanti kalau dia sadar pasti dia akan berubah mudah-mudah ya.
Mmmhhhh, itu sih mungkin gak mungkin deh yah.
Sudahlah ibu ayah kita tidak usah membahas kaka ipar, nana juga benar-benar muak padanya, jika nana punya kesempatan memberinya pelajar pasti sudah nana lakukan dari dulu.
Sudah-sudah kalian jangan saling berdebat mari kita keluar sudah sampai.
Karna kebanyakan berdebat mereka sampai-sampai tidak tau kalau tujuan mereka sudah sampai.
Eh ternyata sudah sampai yah ayolah kita turun.
Hhhhhhhhhhhhhh, ahirnya mereka masuk dan ternyata amena tengah duduk didepan ruang tamu yang sedang menunggu mereka kembali.
Loh kok kalian pulang mas rey kemana apa masih diluar..?
Gak nak rey masih dirumah biya.
Apah mas rey masih dirumah pelakor ituu..?
Kamu tenang dulu dong amena tadi perutnya biya tiba-tiba keram jadi rey harus mengantarnya ke dokter dulu dan kemungkinan besok baru rey bisa pulang kerumah.. !
Apah, besok baru mas rey pulang..?
Ini gak bisa dibiarin mas rey sudah berjanji padaku dan dia tidak boleh mengingkarinya dia harus pulang malam ini juga titik(kali ini suara amena sangat tinggi dan keliatan diwajahnya sangat memerah).
Yah okeey terserah kamu lakukan apapun yang bisa kamu lakukan tapi ingatlah jangan sekali-kali kau sakiti orang tuaku menegerti(kali ini nana sangat garam sampai-sampai dia juga ikut menaikan suaranya).
Hei bocah ingusan diamlah kau, tau apa kau tentang rumah tanggaku..!
Aku gak perlu tau tentang rumah tanggamu yang aku tau janyalah kamu masalah buat kakaku kamu penyebab kehancuran keluarga kami jadi mulai sekarang bersikap baiklah kepada orang tuaku kalau tidak ku janji aku akan melakan apa yang tidak kamu pikirkan sebelumnya mengerti taun putri(kali ini nana sampai menaikan tangannya pertanda peringatan keras untuk kaka iparnya itu).
Berani-beraninya kau mengancam diriku..!
Jika kamu merasa ini ancaman maka bersikap tenanglah agar hidupmu lebih damai kedepannya aku sangat muak dengan tingkahmu belakangan ini dan ingatlah aku diam bukan karna takut padamu melainkan menghargaimu karna kamu istri dari kakaku ternyata aku salah menghargaimu bahkan kamu sudah mengancam orang tuaku jadi mulai sekarang berhati-hatilah tuan putri sambil pergi meninggalkan amena di ruang tamu.
Sialan gadis ingusan itu sekarang sudah berani mengancamku liat saja akan aku buat perhitungan padanya tunggu saja kau.
Suasana hati amena semakin hancur dan ia pun semakin marah dengan situasi disana jadi emosinya semakin tidak setabil jadi ia lari masuk ke kamarnya.
__ADS_1