Mutiaraku Yang Hilang

Mutiaraku Yang Hilang
episode 11


__ADS_3

Setelah sampai di rumah kepsek rey langsung mencari keberadaan sahabatnya akan tetapi ternyata rido belum juga sampai.


Yasudah aku tunggu saja dulu kali ya siapa tau dia sudah dijalan setelah beberapa menit ahirnya rido pun sampai dan langsung menuju padanya.


Hi broo, sudah lama menungguku..?


Hi, kenapa lama sekali kan menting hampir dimulai..!


Iah maaf tadi di jalan ada yang menelponku makannya aku berhenti dulu tadi pas setengah perjalanan.


Ooooooooooooo, siapa wanitamu..?


Hi anda jangan suudzon kekasihku kan sibuk kalau malem lagi dinas malem jadi gak boleh diganngu.. !


Heh terus siapa yang menelponmu malem-malem jangan bilang itu gebetan barumu..?


Gak dong.. !


Temenku tadi masalah RT nya dia cuman menanyaka beberapa hal saja padaku jadi tenanglah..!


Heh, kenapa aku harus tenang memang aku terlihat panik yah..?


Tidak bukan begitu maksudku.. !


Sudah lupakan saja ayok kita masuk bentat lagi dimulai.


Sambil berjalan masuk rey pun merasa seperti ada yang mengganjal akan tetapi heh bodok amatla aku harus fokus dengan pertanyaan-pertanyaku sebenyar.


Ahirnya miting pun selesai sudahrey dan para guru lainnya dipersilahkan makan sebelum pulang wah makan dulu kali yah"pikir rey dihatinya".


Sepertinya kita harus makan banyak rey soalnya aku suka lawar ayam ini dan kamu jangan berbohong kamupun suka jadi jangan sok malu makan kita yang banyak.. !


Hehe, seperti kamu saja tuan rumah nya.


Diamlah lebih baik kita makan yang banyak agar besok kita semangat ngawasnya.


Baik boss kamu sama seperti ibuku selalu saja menyuruhku makan yang banyak akan tetapi kamu sendiri sering lupa dengan makananmu.


Oh tentu karna ibu juga ibuku"sambil mengejek temannya".


Ogheey.


Keesokan pagi nya rey bangun lebih awal dan membaca beberapa kisi-kisi semalem selang beberapa saat ia pun melihat jam ternyata sudah menujukan pukul 6:45 pm dan dan ia segerah mandi dan siap-siap ke sekolah.


Tampaknya amena belum juga bangun, tapi rey tidak membangunkan nya karna keliatan dia tidur sangat nyenyak.


Setelah selesai membereskan semuanya dari rey baru memanggil amena namun diapun belum juga terbangun sepertinya dia berfikir dia masih di rumah orang tua nya.


Sudahlah terserah dia saja aku harus sarapan dan berangkat sekarang semoga saja ibu sudah bangun"pinta rey".


Pas keluar dari kamar tepat ibu tangah menyapuh di depan rumah buk iah nak..


Tampaknya kamu sangat buruh-buruh..?


Iah buk hari ini kan masih ujian anak-anak buk.. !


Kalau begitu ayook sarapan dulu tadi ibu sudah menyiapkan sarapanmu.. !


Benarkah kalau begitu baiklah buk.. !

__ADS_1


Sambil mengikuti langkah ibu nya menuju ke meja makan.


Dan merekapun sarapan bareng bersama ayah nya.


Setibahnya di sekolah rey langsung mempersiapkan bahan-bahan dan melanjutkan ke ruangan untuk mempersiapkan beberapa keperluan anak didiknya.


Beberapa saat bell masuk berdering dan siswa-siswi segera memasuki ruangan masing-masing dan ujian pun berlangsung.


Suasa ujian terlihat sangat rapih dan berlangsung dengan baik dan tertib.


Yang hanya terdengan suara guru yang membacakan beberapa soal listening itupun berjalan dengan lancar dan sukses sampai jam ujian selesai.


Beberapa menit kemudian bell kembali berbunyi pertanda jam pulang.


Tinggal guru-guru saja di sekolah dan makan bersama lalu membahas beberapa hal terkait ujian.


Setelah semua selesai mereka kembali pulang dan kebetula kali ini rey rencana ingin berkunjung ke rumah biya karna hari ini biya ulang taon.


Mmmmmhh, sebelum sampai di rumah biya ia mengabari ibunya lewat telpon genggamnya untuk menanyakan keberadaan istri dan anak-anaknya terlebih dahulu.


Krriiing.. kring.. krinng..


Halooooooooo.


Haloooooooo nak, ada apaa..?


Ibu lagi apa..?


Mmmh, ibu duduk saja dengan ayah kebetulan baru selesai makan siang..!


Dimana amena dan anak-anak...?


Oooooooo begitu, buk rey pulang agak telat yah,


Kenapaa, apa ada urusan mendadak..?


Begini buk, rey ingin kerumah biya dulu sebentar soalnya biya ulang taon hari ini ada yang ingin rey berikan padanya.


Duh gimna kalau sampai istrimu tau tolong kalian jangan sampai bertengkar lagi ibu tidak ingin terjadi apa-apa lagi dengan kalian, jadi mengertilah..!


Tidak akan terjadi apa-apa buk setelah kasih barang-barang biya rey janji akan segera pulang tidak akan lamah ibu.


Baiklah tapi jika terjadi sesuatu ibu tidak ikut campur mengenai masalah kalian okeey.


Oughey buk siap rey akan tanggung jawab ini semuanya hehe.


Terserah tapi ingat cepatlah kembali.


Okeeey ibuku sayang.


Telpon pun terputus dan rey pun bergeas ke rumahnya biya.


Sesampainya dirumah biya ia pun langsung mengetuk pintu dan memberikan hadia pada biya.


Singkat obrolan mereka sebelum rey pulang.


Dek, rey langsung pulang yah.


Ia kak, terimakasih buat kadonya.. !

__ADS_1


Ada yang ingin biya sampaikan penting..!


Okey katakan saja apaa..?


Sebenarnya biya..


Ia biya kenapa biya kenapa ..?


Ada apa katakan saja..?


Biya telat seminggu.. !


Hah, biya telat apaa jelaskan lebih ditel kaka kurang paham..!?


Biya, biya hamil kak(sambil menundukan kepalanya).


Apaaaaaaaaaaaaa...?!


Biya hamil..?


Dia langsung menganguk mendankan perkatan rey benar adanya.


Okeeeh ini kabar baik rey pulang dulu nati rey bicarakan sama ibu dan ayah kabar sepanjutnya nanti okeeey.


Okeeh kalau begitu kak pamit pulang yah.


Sesampainya dirumah rey masuk dan seperti orang kebingungan namun ibu sudah mengetuhui nya dan membiarkan anaknya untuk istirahan dulu sebelum kembali beraktifitas.


Karna keliatan sangat capek dan banyak pikiran.


Rey pun menuju kamar setelah sampai dan langsung tertidur.


Sekita jam 04:15 terdengar suara bergema yang begitu kencang sehingga membuatku terjaga dari tidur.


Teriakan istriku seakan memanggil seisi rumah semua panik dengan seketika ibu menghampiriku lalu menanyakan kenapa semua ini terjadi..?


Bahkan di pikiranku saat itupun bleng, bukannya menjawab pertanyaan melainkan menanyakan keadaan ibu yang sedang mengandung bua hatiku.


Rasanya aku seperti disambar petir dan hantaman yang begitu keras sehingga tubuhku seakan terjatuh dan pikiranku lemah.


Menjelang beberapa saat istriku menghampiriku ia berontak mengeraskan suara tangisan nya yang begitu nyaring terdengar di telingahku namun pikiranku masih saja bleng aku mencoba menyakinkan diriku terlebih dahulu sebelum menjawab sumua pertanyaannya padaku.


Setelah menarik nafas beratku akupun mencoba menjelaskan kepadanya.


Dengarlah amena ini memang kesalahanku tetapi dari awal apapun yang aku lakukan sudah kupikirkan mateng-mateng dan aku sangat minta maaf kepadamu aku tau ini kesalahan namun aku akan bertanggung jawab padanya.


Bagaimana mungkin mas rey..?


Kamu adalah suamiku bagaiman apa kata orang jika suamiku menikahi mantanya sendiri..!?


Aku tidak peduli dengan perkataan orang amena..!


Bukannya dari dulu kamu tidak memperdulikan kata orang lantas mengapa kali ini kamu memperdulikan kata orang..?


Oke begini saja aku tau disini aku sangat salah kamu berhak memarahiku sepuas hatimu tapi ingalah aku akan tetap menikahi biya seperti kataku kemarin bahwa aku bukan lah pecundang, san aku melakukan hal yang sama seperti dulu aku menikahimu karna mereka menjebakku namun besanya sekarang aku menikahinya karna semua kinginanku dan pasti kehendak rencana TUHAN tentu..!


Tetapi aku benar-benar meminta maaf padamu amena.


Suasana rumah seketika itu menjadi sangat heboh dan sangat-sangat sad karna kebetulan semua keluarga sangat sedih akan kejadian ini jadi merekapun saling menumpahkan air matanya.

__ADS_1


(Mohon maaf sekali jika kesan dari laki-laki rey terlihat sangat exaitit bukan tanpa alasan seperti yang kita tau bahwa disini istrinya sangat tidak menghargai ibunya dan memang dari awal hubungan pernikahan mereka tidak dilandasi kejujuran).


__ADS_2