
Hembusan angin pagi yang begitu sejuk menghantarkanku kealam sadar yang dimana terdengar suara lembut ibu membangunkanku dari tidur.
Ray 'nak' cepatlah bangun hari sudah pagi...
Bu, ibu "kedua tangan nya sambil mencari-cari ibu" apakah itu nyanyian ibu..?
Wah itu sangat merdu, sambil tersenyum perlahan membuka mata nya.
Dasar anak manja cepatlah bangun segerahlah mandi dan solat nanti ibu siapakan makananmu. Tak lama ibu pun keluar dari kamarku dan akupun langsung bergegas bangun mandi solat dan bersiap-siap untuk ke sekolah karna hari ini akan ada rapat di sekolah.
Setelah selesai bersiap-siap aku menuju ke meja makan dan sarapan bersama ibu dan ayah ku.
Ibu "nak" apakah kamu baik-baik saja...?
Ibu sanagat kawatir padamu..!
Iyaaa "buk" rey okeey (sambil tersenyum kepada ibu).
Hhhhhhhh...
Syukurlah ibu legah mendengar nya..
Ibu, Ayah tolong jangan terlalu kawatir pada rey, rey okeey....!
Setelah selesai sarapan aku pamit dan berangkat ke sekolah.
Seperti biasa aku mengendarai sepeda motor ku agar tidak terlambat samapai disekolah.
Tiba nya disekolah aku sempatkan waktu untuk mengecek siswa-siswi ku akan tetapi ada siswi ku yang mengatakan bahwa (erin) tidak masuk lagi hari ini siswa kemarin yang kudatangi rumah nya.
Entah kenapa perasan ku tidak tenang stelah mendengar kabar pagi ini kebetulan "erin" adalah salah satu siswa berprestasi di kelas ku.
Beberapa saat sebelum rapat dimulai aku mencoba menghubungi "biya" namun telponku tidak dijawab nya, pikiranku pun terkeco akan sikap nya masalah nya baru kali ini dia tidak mengangat telponku tidak sperti biasa nya.
Perlahan aku mencoba menarik nafas dalem-dalem agar pikiranku sedikit rilex.
Tiba nya di ruangan rapat Kepala sekolah menanyakan perihal siswaku "erin" dan aku pun menjelaskan seperti yang kuketahui tetapi bukan nya membaik malah Kepsek memintaku untuk kembali bertemu dengan orang tua murid agar "erin" bisa masuk sekolah lagi seperti sedia kala. Rasa nya aku ingin sekali menolak tugas ini namun apalah daya ku toh erin adalah anak didiku yang berprestasi (Alasan kenpa aku ingin menolak tugas dari Kepsek karna jika aku kembali kerumah mereka maka aku tidak tau apa yang akan terjadi pada hidup ku kedepan nya).
Setibanya pulang sekolah aku mencoba menghubungi "biya" dan yah akhir nya dia menjawab telponku
HALLOOO.. !
Ya HALLOOO.. !
HALLOOO Dek, bisah kah kita bertemu ada yang ini Ray jelaskan mengenai masalah kemarin.
yaah, okeey datanglah kerumah kebetulan biya tidak kemana-mana hari ini.. !
Okey kalaw begitu tunggu, sebentar lagi rey pulang
"telpon nya terputus".
Terdengar "bell" depan pintu berbunyi biya pun bergegas membukakan pintu dan yah ternyata itu rey.
Eh, sudah sampai masuklah kak.
__ADS_1
yeah, dimna ibu.. ?
Ibu belum pulang tadi bilangnya kepasar paling bentar lagi juga pulang.
hhhmmm..
ada apa kak ?
apa ada hal yang penting..?
Mengenai apa ?
apakah disekolah ada masalah ?
Seperti nya sangat serius sampai-sampai gak pualng ke rumah dulu..?
"Bi" sebenarnya rey ingin menjelaskan kejadian kemarin, rey gak ngerti dan gak tau harus mulai dari mana yang pasti rey benar-benar bingung.
Hhhhhhhhhmm, intinya gini kemarin rey bertemu dengan salah satu wali murid di karnakan murid rey yang bernama "erin" seminggu lebih tidak masuk ke sekolah, yeah katanya ada masalah pribadi begitu.
Lalu kemarin sore rey berkunjung kerumah nya namun ada kejadian yang kurang berkena sehingga membuat rey sangat gelisah semaleman.
Kejadian apa kak(tanya biya)..?
Entah kenapa kemarin tiba-tiba keluarga nya berbicara mengenai ingin menikahkan putrinya dengan rey (sambil menatap wajah biya) tolonglah jangan salah paham dulu, rey bener-bener gak ngerti kenapa mereka berkata seperti itu sembari menghela nafas beratnya.
Rey gak ngerti bener-benar gak paham sama situasi kemarin, rey bingung apa yang mereka katakan lalu rey bertanya apa alasanya mengatakan semua ini tapi mereka menyuruhku pulang terlebih dahulu dan ingin bertemu secepatnya dengan ayah dan ibu (seketika rey mununduk) dan mencoba untuk tetap tenang agar kekasih nya tidak kawatir akan masalah ini.
Rey menatap wajah biya yang seketika menunduk lalu terdengar isak tangisnya.
Hhhhhhhah, kenapa kak...?
Ini ada apa sebenarnya...?
Gimana-gimna biya gak paham (sambil menghapus air matanya).
Biya pleash tenang dulu, sambil memegang tangan biya agar kembali duduk...
Rey juga tidak ngerti kenapa mereka mengatakan hal yang sangat koyol kemarin bahkan rey juga gak tau apa yang mereka maksut cuman paman nya mengatakan jika dalam waktu dekat rey tidak menemui keluarga mereka lagi maka rey akan di laporkan kepolisi terkait penipuan terhadap anaknya.
Hahhhhhhhhhhh, penipuan...?
apa maksud dari perkataan mereka..?
Apakah kaka pernah membuat kesalahan?
Apa kaka mengelali gadis itu..?
Dimana..?
Mengapa kaka tidak memberi tau padaku ?
Kapan......?
Mengapa kaka tega melakukan ini pada biya ?
__ADS_1
Dimana salah biya..?
Jika kak sudah tidak ingin lagi bersama biya kak bisa ngomong baik-baik sama biya... !
Kenapa harus dengan cara ini..?
"Biya" Bi tolong kumohon jangan menangis... !
Biya tau kan rey paling tidak bisa melihat biya nangis (sambil hapus air mata biya).
Terdengar dari balik pintu ada seseorang menghampiri mereka.
Dengan bercucuran air mata biya langsung melepaskan genggaman tangan rey dan berlari menuju ke kamarnya.
Bi....
Biya (sambil melihat kearah biya) tunggulah kumohon "bi" dengarkan rey dulu rey bisa jelasin semuanya.
Tiba-tiba mama Dinda menghampir rey yang sedang berdiri di depan kamar biya (Dinda disini adalah mamanya biya).
Rey ada apa dengan biya..?
Kalian bertengkar..?
Masalah apa lagi..?
Sudah biarkan saja nanti tante coba jelasin sama biya deh..!
Sambil membujuk rey agar kembali duduk di depan sofa.
Setibahnya di sofa mama dinda langsung bertanya pada rey mengenai kenapa mereka bertengkar.
Rey..
Rey coba cerita deh ke tante !
Siapa tau nanti tante bisa bantu jelasin ke biya... !
Dan reypun mencoba menceritakan semua kejadian yang terjadi pada mama dinda..
Tante tolong jelaskan pada biya, rey bingung harus seperti apa menjelaskan pada biya.
Hhhhhhhhhhhhh,
rey gak tau harus gimana.. ?
Begini saja lebih baik rey pulang saja dulu, nanti tante coba jelasin ke biya muda-muda biya bisa memahami nya.. !
Okeey, makasih tante.
Rey pamit pulang yeah.
Okeey, hati-hati ya nak.
Setelah berpamitan rey pun kembali mengendarai motor pulang ke rumahnya.
__ADS_1