My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Satu


__ADS_3

Happy Reading


Namaku Arini Maulida dan aku bekerja di sebuah restoran besar di pusat kota, aku tinggal sendiri di sebuah apartemen kecil di pinggir kota.


Hari ini tepat tiga tahun aku bekerja sebagai manajer di restoran tempat dimana aku bekerja saat ini. Dan hari ini juga restoran itu akan kedatangan bos baru.


Aku berangkat secepatnya agar tidak telat ke restoran, setelah memakai sepatu hak tinggi dan juga setelan jas wanita yang biasa ku gunakan untuk bekerja.


Berlari menuju ke halte bus agar tidak ketinggalan bus supaya bisa tepat waktu tiba di restoran, "huh huh huh" nafasku memburu setelah sampai di halte bus.


"Untung masih sempat" gumam ku saat melihat bus yang datang menuju ke halte tempat ku berdiri sekarang.


Aku memasuki bus yang terlihat penuh sehingga aku terpaksa berdiri dengan berpegang tiang. "Hah capek juga kalau berdiri terus" gumam ku pelan agar tak terdengar oleh seseorang.


Di depan bus berhenti dan memperlihatkan dua orang pria menaiki bus dengan satu orang memakai pakaian formal dan yang satunya terlihat seperti sedang mabuk .


Mereka berdua berdiri tepat di belakang ku, 'shit ganteng lagi yang pakai baju formal' batinku dengan berdoa semoga pria itu berdiri tepat di belakang ku.


Aku sedikit memperlihatkan belahan dada ku agar pria di belakang ku tertarik dengan ku. Bukan maksud diriku seperti ****** tetapi aku tak pernah punya pacar sungguh menyedihkan hidup ku yang datar.


Tubuhku memang pendek dan terlihat tinggi karena memakai sepatu hak tinggi yang membuat ku bertambah beberapa sentimeter. 'semoga dia melirik ku ' batinku.


Tiba-tiba tangan besar menyentuh pantatku dan itu membuat ku marah seketika dengan langkah berani aku membalikkan badan dan menghangatkan tasku ke orang yang berada dibelakang ku.


"DASAR MESUM" teriak ku lantang dengan tas yang sudah menumbuk kepala pria ganteng yang berada dibelakang ku.


Pria itu terlihat meringis sakit akibat pukulan yang ku layangkan dan bus yang ku tumpangi berhenti di halte tujuanku. Dengan langkah angkuh dan juga emosi aku melangkah keluar dari bus.


Aku menetralkan nafas memburu ku lalu masuk kedalam restoran tempat ku bekerja, "hai teman-teman" sapa ku kepada seluruh karyawan yang sudah berjajar menyambut bos yang akan datang.


"Halo Bu Arini" jawab karyawan yang ku sapa tadi.


Dan aku pun mengikuti semua karyawan karena aku juga karyawan di restoran ini tetapi jabatan ku lebih tinggi dari mereka itu saja.

__ADS_1


"Eh Arini dah datang" ujar Pak Bagas bos yang sekarang menjabat dan sebentar lagi akan diganti dengan yang baru.


Aku hanya tersenyum atas sapaan bos lama di restoran ini sebenarnya aku juga senang dengan pergantian bos baru di restoran tempatku bekerja karena selama tiga tahun dirinya bekerja hampir semua bos yang ada menjabat di restoran ini mesum. Dan tak ada satupun yang berniat membuat restoran ini maju dan juga memiliki cabang lagi.


Di restoran ini semua menu yang dijajakan sangat enak dan itu semua diberikan langsung dari pemilik restoran ini, aku heran kenapa pemilik restoran ini tak menampakkan diri dan aku selalu bertanya kepada bos sebelumnya tetapi mereka hanya menampilkan wajah mesumnya.


Semua tahu jika diriku memang seperti gitar spanyol yang aduhai tetapi tinggi badanku yang hanya berkisar di angka seratus lima puluh saja. Sehingga semua orang akan mudah menjamah tubuhku karena melihat tinggi ku dan mereka akan berpikir aku adalah orang yang lemah .


Teriakan para karyawan membuat ku sadar dari lamunanku dan mataku mengikuti arah pandang para karyawan di restoran.


DEG


' diakan pria mesum tadi, jadi dia bos baru yang akan memimpin restoran tempat ku bekerja ' batinku dengan mata yang masih tertuju ke arah bos pria yang masuk kedalam restoran.


' mati nih ' batinku yang melihat pria itu melangkah menuju ke arah ku dan tubuhku hanya bergeming di tempat dengan merapalkan doa agar diriku tak dipecat.


"Nama" tanya pria itu dingin.


"Faisal selamat atas kelulusan nya" ujar Pak Bagas yang mendekati pria didepan ku.


"Oh Bagas terimakasih atas ucapan selamat nya" balas pria yang kudengar namanya dari pak Bagas adalah Faisal.


"Mari kita rayakan atas kelulusan nya dan juga kamu menjadi bos baru di sini" Bagas merangkul mengajak Faisal ke meja di mana tempat perayaan dan juga penyambutan bos baru.


Aku bernafas lega karena pria bernama Faisal itu tak jadi mengintrogasi ku dan aku bersyukur karena pak Bagas datang tepat waktu. Umur ku sudah memasuki angka dua puluh lima tahun dan aku juga mencari pria yang mau dengan diriku apa adanya.


Pak Bagas tiga tahun di atas usiaku dan dia pernah menggodaku, awalnya aku senang ada seseorang yang melirikku tetapi saat tahu jika pak Bagas memiliki istri aku pun langsung menolak segala ajakannya.


Memang dia pikir aku wanita murahan yang mau dengan pria beristri dan memangnya aku pelakor yang merebut suami orang. Meskipun harus menjadi perawan tua aku nggak akan seperti itu.


' tetapi kalau pria macam Faisal aku akan mengejarnya ' batinku yang asal muncul dari hati.


"Ahh apaan sih yang aku pikirkan" gumam ku menggelengkan kepalaku.

__ADS_1


Acara penyambutan bos baru berlangsung dengan lancar dan mulai sekarang pak Faisal yang resmi menjadi bos di restoran ini. "Perkenalkan nama ku Faisal, panggil saja Faisal dan tak usah pakai embel-embel pak" itulah yang dikatakan pria itu sebelum masuk kedalam ruangan nya.


Setelah dia menanyaiku sebelum acara dimulai sampai sekarang dia belum memanggilku lagi dan juga dia tak keluar dari ruangan sampai restoran tutup.


Semua karyawan sudah pulang tetapi aku masih setia menunggu bos baru ku keluar dari ruangan nya, menunggu selama satu jam dan sekarang sudah hampir tengah malam karena restoran ini tutup pukul sebelas malam.


Aku memberanikan diri untuk masuk keruangan bos yang ternyata tak terkunci dengan hati-hati aku melangkah karena lampu di dalam ruangan mati sehingga penglihatan ku tak jelas.


"Mom aku belum mau menikah" gumam suara pria yang di ketahui oleh ku adalah Faisal.


Aku menyalakan lampu ruangan dan terlihat Faisal yang sudah teler akibat mabuk, "jadi dia nggak keluar karena mabuk" ujar ku setengah kesal.


"Faisal bangun" ujar ku menepuk pipinya yang memerah akibat mabuk berat.


"Dia kenapa sih" ujar ku jengkel melihat Faisal yang tak bangun juga dan akhirnya aku memutuskan untuk mengantarkan pulang.


Ku tanyakan alamat rumahnya tetapi dia tak menjawab malah bergumam asal, dengan terpaksa aku menelepon Bagas dan untungnya dia jawab walaupun dengan sedikit godaan tetapi akhirnya dia mendapat alamat pria yang berada sekarang dia bantu berdiri.


Aku memesan taksi dan menunjukkan alamat yang diberikan oleh Bagas tak butuh waktu lama aku sampai 15 menit akhirnya aku sampai di sebuah rumah yang terlihat sederhana.


"Dia tinggal sendirian" gumam ku.


Aku melangkah masuk kedalam rumah yang tak terkunci dan lagi-lagi aku bergumam, "apa dia tak takut kemalingan" itulah gumaman ku kali ini.


Aku mengantar kan Faisal sampai kamar nya dan akuĀ  langsung tahu dimana kamar nya karena rumah itu hanya memiliki satu kamar saja. Aku masuk dan seketika kaget karena melihat pemandangan ruangan kamar yang terpenuhi oleh gambar karakter amine yang begitu hot.


Dan juga bantal guling dan selimut nya juga terdapat gambar karakter anime, "Apaan dengan bos ku kali ini" teriakku melihat isi kamar bosnya.


Aku meletakkan tubuh Faisal di atas ranjang dia bergumam tak jelas dengan memeluk guling. "Aku foto aja buat jaga-jaga kalau dia pecat aku, kan aku punya rahasia tersembunyi nya" ujar ku dengan senyum iblis yang muncul dibibir ku.


Dengan hati yang senang aku melangkah keluar rumah Faisal dan tak mengunci pintu karena aku tak tahu dimana letak kuncinya. "Hahaha kamu ngga bakal bisa pecat aku" lagi-lagi aku tertawa jahat saat perjalanan pulang.


TBC

__ADS_1


__ADS_2