
Happy Reading
Aku sengaja berangkat telat hari ini karena aku ingin mengerjai Faisal dan karena aku tadi malam tidur pukul 2 pagi sehingga aku hari ini sangat tidak ingin berangkat kerja.
Untung aku telah mendapatkan kelemahan dari Faisal si bos di restoran tempat ku bekerja, dengan wajah sedikit mengantuk dan juga sangat bahagia aku berjalan ke halte bus.
Aku mengambil bus yang ke dua dan itu akan membuat ku telat datang selama sepuluh menit di restoran, "semoga Faisal tidak telat" gumam ku saat menaiki bus.
Dan tepat dengan sasaran aku beneran telat datang sepuluh menit, dengan langkah berani aku masuk kedalam restoran yang sudah ramai meski masih pagi.
"Halo selamat pagi" sapa ku kepada karyawan yang berpapasan dengan ku.
"Oh Ari Lo dipanggil Faisal" ujar orang terakhir sebelum aku masuk ke ruang kerja.
"Memang ada apa sih Nita" jawabku kepada Nita.
"Ngga tahu lah emang gue cenayang" ujar Nita dengan menggedik kan bahunya lalu melenggang pergi.
Aku masuk keruangan ku menaruh tasku sebelum keluar menemui Faisal yang memanggil ku, dengan rasa takut dan juga jantung ku yang memompa semakin cepat.
' tenang aku masih punya senjata ' batinku lalu masuk ke dalam ruangan Faisal.
"Ada apa memanggil ku Faisal" ujar ku setelah masuk ke dalam ruangan Faisal.
"Duduk" ujar Faisal dingin.
Aku hanya membatin dengan sifatnya yang tiba-tiba dingin padahal dia tadi malam sangat manja saat memeluk guling yang bergambar karakter anime itu.
Aku duduk di kursi yang sudah tersedia di ruangan itu, Faisal tampak masih sibuk dengan urusan nya dan tak menoleh ke arahku. "Faisal cepat katakan apa yang kamu inginkan" ujar ku tak sabar.
"Tadi malam kamu yang membawa ku pulang" tanya nya menghentikan pekerjaannya.
Aku mengangguk saat Faisal menanyakan jika aku yang membawanya pulang. "Kamu masuk ke kamar ku" tanyanya lagi.
Aku berpikir dahulu sebelum menjawab nya, "memangnya kalau aku masuk ada apa sih di dalam" dengan wajah yang menahan senyum.
"Tak apa juga sih, terus untuk kejadian kemarin kamu nggak mau minta maaf" tanyanya seperti tak memiliki kesalahan.
"Kenapa aku harus minta maaf kan yang salah kamu" jawabku dengan nada angkuhku.
__ADS_1
"Oh, kalau gitu kenapa kamu perlihatkan belahan dada mu di dalam bus" tambah nya lagi.
"Mau menggodaku" imbuhnya.
Aku tersenyum malu dan menggelengkan kepalaku dengan wajah yang sudah memerah karena malu. "Jadi beneran, lain kali jangan begitu" ujar Faisal.
"Untung ada aku disana, kalau tidak kamu bakal dilaporkan ke polisi akibat kekerasan" imbuhnya.
"Kenapa di laporin ke polisi, kan aku membela diri" elak ku.
"Kalau yang kamu pukul aku sih nggak apa-apa, tapi kalau orang yang mabuk kemarin entah apa yang terjadi pada mu" ujar Faisal dengan entengnya.
"Kamu masih mengira jika aku yang salah" imbuhnya.
"Emang kamu yang salah" ujar ku membuat Faisal berdiri dari duduknya dan mendekati ku. Aku langsung memasang kuda-kuda untuk meninjunya jika dia berbuat mesum.
Dia menyentuh pipiku dan membuat ku salah tingkah dengan kelakuannya, "emang tanganku sekasar tangan yang menyentuh pantatmu" ujarnya mendekati wajah ku.
Aku yang sudah blushing dan juga salah tingkah dengan kepalan tanganku aku meninju perut Faisal dengan kuat. "Kamu jangan mesum" teriakku sedikit keras.
Faisal memegang perutnya dengan wajah menahan sakit, "Untung kamu bagus kerjanya kalau tidak bagus kamu bakalan ku pecat" katanya.
"Hahaha aku tahu semuanya Faisal" ujar ku.
"Jika kamu berani menyebarkan tentang diriku mulutmu akan ku bungkam dengan mulutku" ujarnya yang juga mendekati ku.
"Oh dan satu lagi aku bukan orang mesum yang memegang pantat seperti aspal" ujar Faisal sebelum keluar dari ruangan dan meninggalkan ku yang mematung.
'kenapa jantungku berdegup kencang' batinku melihat ruangan yang kosong.
•|•|
Aku keluar dari ruangan dengan wajah yang masih memerah, "akhh kalau aku bertemu dengannya akhh" aku terus bergumam dengan mengacak rambutku frustasi.
"Lo kenapa sih" ujar Nita yang muncul secara tiba-tiba.
"Kayaknya gue jatuh deh" aku menjawabnya dengan asal.
"Jatuh dimana bukannya dari tadi Lo di ruangannya Faisal" Nita yang ragu dengan jawabanku.
__ADS_1
"Akhh tau lah" aku melenggang pergi meninggalkan Nita yang kebingungan.
Waktu berlalu begitu cepat dan sekarang sudah hampir selesai kerja semua karyawan sudah mulai bersih-bersih restoran yang sudah semakin sepi karena sudah malam.
Restoran ini memang besar dan karyawan nya pun tak sedikit, kira-kira ada dua puluh karyawan termasuk aku. Dua puluh karyawan terbagi menjadi tiga tugasnya.
Dimana empat orang ditugaskan di bagian kasir, sepuluh orang di bagian pelayanan, dan lima orang di bagian dapur sisanya adalah aku sebagai manajer di restoran ini.
Setiap bagian memiliki ketua masing-masing, bagian pelayanan adalah Nita teman kuliahku, di bagian dapur pak Arif sedangkan di bagian kasir Farah.
Setiap pulang dari restoran kita akan melakukan briefing sebentar yah kira-kira sekitar sepuluh menit, biasanya bos tidak ikut untuk briefing tetapi kali ini bos ikut briefing.
"Kalian jangan sungkan untuk bertanya atau memberikan masukan terhadap restoran ini" ujar Faisal sebagai pemimpin briefing kali ini.
"Saya sudah menjadi bos kalian mulai kemarin dan hari ini saya akan mengadakan rapat untuk memajukan restoran" lanjutnya.
"Memang bapak siapanya Bu Diah" ujar Farah.
Bu Diah adalah orang yang selama ini menjadi pimpinan tertinggi di restoran ini. Dia sudah tua dan selalu memberikan jabatan ke seseorang secara asal jadi restoran ini tak maju.
"Oh saya anaknya dan juga saya yang akan mengambil alih restoran ini" semua orang yang ikut briefing kali ini terkejut mendengar penuturan Faisal yang mengakui kalau dia adalah anak Bu Diah.
"Satu lagi tolong bantuannya untuk memajukan restoran ini" ujar Faisal sopan.
"Baik pak" semua tampak menghormati Faisal.
Biasanya bos yang menjabat disini mengatakan bahwa dia tidak lama di restoran ini dan baru kali ini bos baru akan tinggal di restoran ini untuk selamanya.
Sesudah briefing selesai semua orang keluar dengan wajah gembira karena mereka tak akan lagi mendapatkan perlakuan semena-mena dari bosnya kali ini.
Karena bos sebelum-sebelumnya memiliki sifat yang rata-rata sama mereka mengatas namakan bos untuk masalah sepele di restoran sehingga restoran tak pernah maju karena dendam karyawan dengan bos yang terus berlanjut.
Mungkin untuk kali ini tak akan ada lagi seperti dulu karena bos yang sekarang akan menetap untuk selamanya. "Makasih" ujar ku melihat Faisal yang akan keluar.
Dia tampak bingung dengan ucapan ku, "untuk apa" tanyanya membalas ucapan ku. "Untuk sekarang dan yang akan datang" jawabku dengan tersenyum.
Faisal membuang mukanya tanpa melihat kearah ku, "dan kamu jangan memakai pakaian seperti itu kalau bekerja" ujarnya sebelum pergi meninggalkan kan ku.
"Akhh kenapa dia nyebelin banget sih" gumam ku yang juga pergi untuk pulang.
__ADS_1
TBC