My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Sembilan


__ADS_3

Happy Reading


Aku terbangun saat mencium aroma yang sangat harum di hidung ku, "kenapa aku bisa sampai ke ranjang" gumam ku saat aku turun dari ranjang karena semalam aku tidur di atas sofa seingat ku.


"Hei masak apa?" tanyaku sambil memeluk Faisal dari belakang.


Faisal tampak kaget dengan kelakuanku yang tiba-tiba memeluk tubuh nya dari belakang dan dengan cepat aku melepaskan pelukanku, "kenapa di lepas" tanya Faisal yang melihat ku melepaskan pelukanku.


Lalu Faisal memeluk ku dari belakang dan mengajak ku memasak sarapan untuk kita berdua, "kamu ternyata pendek ya" ujar Faisal dengan bermain rambut ku.


"Kamu nggak suka cewek pendek, bukanya karakter kesukaan mu kan yang pendek dan juga memiliki ***** besar" ujar ku dengan nada kesal.


"Sangat suka sekali" ujar Faisal mencubit pipiku.


"Ish aku lagi masak jangan mengganggu ku" aku masih dengan wajah kesal.


Faisal tak henti memainkan rambut ku dan juga memeluk ku dari belakang, "udah meluknya aku mau siapin ini buat sarapan" ujar ku melepaskan diri.


"Begini aja" Faisal mengangkat tubuh ku dengan entengnya dan menaruh tubuh ku di atas meja makan.


Cup


Ciuman dari Faisal membuat ku tersentak kaget karena aku masih bau dan juga belum sikat gigi, "rese jadi orang" aku turun dari meja lalu menyiapkan sarapan untuk kita berdua.


Kita makan sarapan dengan lahap karena tadi malam belum sempat makan aku sudah menarik tangan Faisal keluar dari restoran. "Makasih" ujar ku menghentikan sarapan.


"Buat" Faisal menaikan alisnya.


"Buat semuanya dan juga kamu mau berpacaran dengan ku" ujar ku tulus.


"Emangnya kamu belum pernah pacaran, aku denger pembicaraan mu dengan Farah kamu sering ciuman dengan pacar mu sebelumnya" Faisal mencoba untuk menggoda ku.


"Iya juga sih tapi rasanya mereka tak tulus saat berciuman dan mereka selalu saja meminta yang lebih" ujar ku yang semakin membuat Faisal menggodaku.


"Berarti kalau aku minta yang lebih kamu bakalan putus gitu" Faisal semakin gencar.


"Jika kamu berani menyentuh tubuhku yang berharga ini ku pastikan kamu sudah tidak ada di dunia ini" ujar ku dengan wajah marah.


"Berarti kalau sudah menikah tetap nggak boleh nyentuh dong" ujar Faisal yang membuat ku kaget.

__ADS_1


"Emangnya kamu mau menikah dengan ku" ujar ku keceplosan.


"Kalau nggak boleh nyentuh tubuhmu gue nggak mau deh nikah sama kamu" lagi-lagi aku keceplosan "ya bolehlah sepuasnya" aku langsung menutup wajahku malu.


"Hari ini kita nggak usah masuk kerja dan kita akan kencan seharian penuh" Faisal mendekati ku yang masih menutup wajah.


Dia membuka wajah ku lalu mencium bibir ku lembut, "makasih sudah terima aku apa adanya" ujarnya menatap manik ku.


Aku sudah tidak kuat lagi rasanya aku ingin mimisan melihat wajah Faisal yang sangat dekat dengan wajah ku. "Akhh tau lah" aku mendorong tubuh kekar Faisal dan berlari menuju kamar mandi.


"Faisal tolong beliin baju, kan rumah kamu nggak ada baju perempuan" teriak ku dari dalam kamar mandi.


"Sekalian Daleman nya atau tidak" Faisal juga berteriak menjawab permintaan ku.


"Iya tolong" seperti nya aku tak tahu malu kalau dekat dengan Faisal nyatanya aku selalu blak-blakan soal sesuatu yang menurut seseorang itu harus menjadi rahasia.


"Oke" terdengar suara pintu tertutup.


"Emangnya dia tahu ukuran daleman ku" aku bergumam saat mandi.


•|•|


Aku dan Faisal tiba di sebuah tempat wisata yang dimana banyak sekali wahana yang sangat ekstrim dan membuat ku semangat empat lima.


"Kita bukan anak kecil Ari" tolak Faisal saat aku mengajak nya naik komedi putar.


"Kita harus naik ini dahulu nah ntar yang terakhir kita naik bianglala biar romantis" ujar ku dengan semangat.


Faisal tersenyum licik lalu mengikuti ajakan ku dan aku menjadi pemandu untuk kencan kita berdua. Setelah naik komedi putar kita menuju ke wahana ekstrim dari halilintar sampai histeria kita naik semua.


Dan saat matahari sudah terik aku mengajak Faisal untuk beristirahat di bawah pohon, "nih minum" Faisal memberikan ku minuman dan aku langsung menegak minuman itu.


Setelah dirasa cukup untuk istirahat kita melanjutkan perjalanan menuju wahana yang belum kita masuk wahana itu adalah rumah hantu, "ayo masuk kenapa kamu takut" suara Faisal meremehkan ku karena takut masuk ke dalam rumah hantu.


"Nggak siapa takut" ujar ku sok berani padahal sebenarnya aku sangat takut.


Meski di dalamnya bukan hantu beneran tetapi aku tetap saja takut karena mereka di dandani mirip dengan hantu beneran.


"Oke ayok masuk" Faisal menarik tangan ku masuk kedalam rumah hantu. Dan pertama yang kulakukan adalah memeluk lengan Faisal dengan erat.

__ADS_1


"Cie takut" ejek Faisal sambil menunjuk tanganku yang berada di lengannya.


"Enggak siapa bilang" aku sok berani melepaskan pelukan erat ku di lengannya.


"Itu belakang mu ada apa" teriak Faisal yang sontak membuat ku kaget dan memeluk tubuhnya.


"Katanya nggak takut, dibodohi gitu aja sudah takut" ujar Faisal yang mempererat pelukannya.


Akhirnya aku tak melihat semua hantu yang ada di dalam pasalnya aku bersembunyi di dada Faisal dengan tubuh ku yang memeluknya sampai dia kesusahan berjalan.


"Lain kali jangan sok berani" ujar Faisal yang kini telah membawa makanan ringan untuk mengganjal perut.


"Iya deh iya" akhirnya aku pasrah karena kalah dan aku memakan makanan yang diberikan oleh Faisal.


Kita berdua memutuskan untuk berjalan-jalan sebelum sore tiba karena kita akan menaiki bianglala dan melihat pemandangan dari atas.


"Kamu suka banget sama taman hiburan" tanya Faisal dan ku jawab dengan anggukan.


"Dulu sering ke pasar malam, taman hiburan versi murah dengan ibuku dan sekarang sudah tidak lagi karena ibuku sudah meninggal waktu aku SMA"


"Jadi aku sangat suka saat ada teman yang mengajak ku ke pasar malam, saat aku sakit saja aku nekad ikut" aku tertawa.


"Maaf tak bermaksud menyinggung" ujar Faisal.


"Udah ngga papa kok, sekarang waktunya naik bianglala" ajak ku menarik lengan Faisal menuju wahana bianglala.


Kami berdua naik kedalam bianglala dan bianglala mulai bergerak aku sangat senang sekali karena Faisal mengajak ku ke tempat ini.


"Makasih udah ajak aku kesini" ujar ku menatap Faisal.


Faisal langsung menempel kan bibir nya kebibirku dan tepat sekali saat kita berdua berhenti di paling atas seperti film romantis yang ku tonton.


Faisal memperdalam ciumannya dan aku pun mulai terbuai dengan ciuman nya aku melingkarkan tangan ku di belakang lehernya dan bibir kami terus bertautan satu dengan yang lain.


"I love you" ujar Faisal melepaskan ciumannya memberikan nafas.


"I love you too" ujar ku dan sekarang aku yang mengawali ciuman itu.


TBC

__ADS_1


Mulai episode sepuluh saya akan menggunakan author POV.


Like nya jangan lupa hehe.


__ADS_2