My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Tujuh


__ADS_3

Happy Reading


Akhirnya aku memutuskan mengikuti Fano ke tempat ajakannya yang ternyata mengajakku ke pasar malam dan aku sangat senang sekali. Pasar malam adalah tempat favorit ku saat liburan dan biasanya aku ke sana bersama ibuku.


"Kenapa kamu tahu kalau aku suka ke pasar malam" tanyaku saat aku dan Fano berjalan berdampingan.


"Emm, tahu lah" jawabnya lalu meraih tanganku dan mengajak keliling.


Aku bersama Fano menghabiskan waktu di pasar malam dari membeli permen kapas sampai menaiki berbagai wahana dan aku sangatlah senang.


Terakhir aku mengajak Fano naik ke wahana kurungan burung yang biasanya aku dan ibuku naik terakhir saat ingin pulang dari pasar malam.


Aku menghabiskan waktu hingga pukul sembilan malam dan Fano mengantar ku pulang sampai di rumah ku, "makasih untuk hari ini" ujar ku.


"Sama-sama" jawab Fano dan pergi meninggalkan ku.


Aku merasa sangat lelah dan aku memutuskan untuk mandi setelah sampai di rumah, karena rumahku di lantai dua jadi aku harus menaiki tangga menuju ke rumah.


"Ari" panggil Mak Endah tetangga ku.


"Ada apa Mak" ujar ku menengok ke belakang ke arah sumber suara.


"Tadi ada pria yang nyariin kamu terus dia titip ini sama Mak" ujar Mak Endah memberikan handphone ku.


"Makasih ya Mak" aku tersenyum ramah lalu masuk kedalam rumah.


Aku tak menyadari jika handphone ku tertinggal di ruangan kerja ku dan aku tak mengingat sama sekali, "tapi siapa yang mengantarkan nya" gumam ku sambil mengingat pembicaraan ku dengan Mak Endah.


"Pria siapa ya" gumam ku lagi setelah itu aku masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah selesai mandi aku memakai pakaian yang biasanya ku pakai saat dirumah, aku membersihkan wajah dan memakai krim wajahku.


Tring


Suara handphone membuat ku melangkah untuk mengambilnya dan membaca pesan yang terkirim ke handphone ku.


0856-7655-xxxx


Hpnya udah di tangan kamu


Isi pesan singkat itu membuat ku mengeryit dan nomor yang tertera adalah nomor asing. Aku membalas chat itu lalu membuang handphone ku dan melanjutkan apa yang kulakukan tadi.


Bip bib

__ADS_1


Dan sekarang bunyi handphone membuat ku mengambil nya, ternyata telfon dari nomor yang mengirimkan ku pesan tadi. Aku mengangkat telepon nya.


"Halo ini siapa ya" tanyaku dan tak ada balasan dari seberang telepon tetapi saat aku ingin mematikan nya.


"Ekhmm ini Faisal" ujar seberang telepon.


"Eh Faisal kenapa telfon aku" aku menanyakan alasan kenapa dia menelepon ku.


"Hp kamu dah balik kan tadi aku ke sana kata tetangga mu kamu belum pulang" aku melihat kembali nomor yang tertera di layar handphone ku.


Benar ini nomor asing tadi tapi kenapa yang angkat Faisal, "maaf udah buka hp kamu tanpa sepengetahuan mu" dia meminta maaf kepada ku.


"Kamu membuka hp ku" aku terkejut karena Faisal yang membuka hp ku pantas saja dia tahu nomor hp ku.


"Tak apa toh hp ku tak ada hal-hal pribadi" ujar ku yang memang hpku tak ada foto atau pun hal-hal yang berbau pribadi.


"Kamu darimana" tanyanya yang membuat ku bingung ingin menjawab apa.


"Oh aku tadi pergi ke pasar malam" ujar ku jujur.


"Katanya kamu sakit kenapa keluyuran" dan pernyataan nya kali ini tak bisa ku jawab.


"Tadi mampir sebentar" bohong ku.


"Ya udah kalau gitu selamat tidur" ujar Faisal dari seberang dan aku segera menutup telepon.Apakah dia khawatir dengan ku? Itulah yang kupikirkan sampai aku tertidur pulas.


"Aku malas sekali" rengek ku di depan cermin.


Setelah kejadian kemarin dan Faisal yang menelfon ku tadi rasanya aku sangat malas ke tempat kerja dan juga malu jika nantinya bertemu dengan Faisal di sana.


Walaupun malas aku tetap masuk kerja kalau tidak mau makan darimana karena cuman itu aku mendapatkan penghasilan ku untuk kebutuhan sehari-hari.


Meski hidup sendiri dan tak ada yang kukirimi uang tetapi aku adalah orang yang boros apalagi jika tentang kesukaan ku, misal makanan, game, dan juga belanja.


Aku mengusap peluh di dahi ku sesampainya di restoran dan aku langsung bekerja, biasanya aku hanya memantau pekerjaan tetapi kadang juga membantu jika restoran penuh.


Menerima tamu-tamu penting dan juga pelanggan dari negara asing yang dimana aku juga harus pandai dalam berbahasa Inggris agar tamu yang datang ke restoran tidak kebingungan.


Karena karyawan disini tak banyak yang bisa menggunakan bahasa Inggris jadi mau tidak mau aku yang harus menghadapi pelanggan yang notabene nya adalah orang asing.


"Huft" aku menghembuskan nafas kasar karena capek setelah menerima tamu penting Faisal.


Dengan jumlah yang banyak dan ternyata mereka adalah teman-teman Faisal saat menyelesaikan S2 nya sebelum mengolah restoran ini, ternyata Faisal yang sudah membuat restoran ini dan untuk bos-bos sebelumnya hanya ditugaskan untuk menjaga restoran oleh orang tua Faisal.

__ADS_1


"Capek nih minum" tawar Faisal yang entah datang darimana.


"Kenapa kamu kesini bukan nya ikut bareng temen mu" aku menerima minuman sembari bertanya.


"Kamu nggak papa kan" ujar Faisal menempel kan tangan di dahi ku.


Aku yang sudah memerah hanya bisa menggelengkan kepalaku dan tak berani menatap nya, "syukurlah kalau begitu" ujar nya meninggalkan ku yang sedang menetralkan detak jantung.


Aku kenapa sih akhir akhir ini selalu merasakan hal yang aneh saat Faisal mendekati ku atau bahkan saat menyentuh ku, "apa gara-gara ciuman itu ya" aku bergumam dengan berjalan masuk ke dalam ruangan ku.


"Siapa yang ciuman?" tanya Farah yang sudah ada di dalam ruangan ku.


"Eh bukan, kenapa li masuk keruangan gue" ujar ku salah tingkah.


"Ngambil berkas kasir kemarin buat laporan bulanan" ujar Farah yang heran dengan tingkah laku ku.


"Lo kenapa dah?" Farah menanyakan hal yang membuat ku salah tingkah.


Lalu aku bercerita tentang Faisal yang selalu mendekati ku dan diriku yang selalu bergetar hebat jika berada di dekat nya, lalu aku bercerita tentang jantung ku yang selalu berdetak kencang saat dekat dengan Faisal.


"Hahahaha Lo itu lagi jatuh cinta bloon" ujar Farah menonyor dahiku.


"Hah jatuh cinta" beo ku mengikuti arah pembicaraan Farah.


"Lo udah pernah pacaran apa belum sih Ari" tanyanya yang langsung ku jawab.


"Pernah la enak aja" aku menjawab dengan sombong.


"Terus kenapa Lo nggak tahu jika sedang jatuh cinta, emangnya Lo nggak ngerasain seperti itu waktu Lo pacaran" tanya Farah lagi seperti sedang mengintrogasi ku.


"Enggak" jawabku polos.


"Lah terus Lo pacaran ngapain aja" tanyanya lagi.


"Ngajak dia ciuman terus udahan kalau nggak cocok sama bibirku" jawabku lagi dan terdengar suara tawa dari Farah di depanku.


"Berati Lo pacaran hanya ingin berciuman saja" tebak Farah dan lagi-lagi aku mengangguk.


"Lo udah pernah ciuman sama Faisal" bingo tebakan Farah tak bisa kujawab dan aku terdiam.


"Diam kan berati udah pernah, terus gimana rasanya" tanya Farah lagi.


"Pengen lagi" aku seketika menutup mulut ku yang keceplosan.

__ADS_1


"Kan emang mesum otak Lo, oke jadi sekarang intinya Lo suka sama Faisal" ujar Farah melenggang pergi meninggalkan ku yang masih cengo.


TBC


__ADS_2