My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Enam


__ADS_3

Happy Reading


Flash back


Saat itu umurku menginjak empat belas tahun dan aku kelas tiga SMP karena senang telah lulus dari SMP aku dan temanku merayakan kelulusan kita.


Kita berlima tak mencoret-coret baju kita yang kita lakukan adalah menuju ke SMA yang akan kita tuju nanti dan kita berlima ke sana naik angkot, kita semuanya tersenyum melihat SMA yang akan menjadi sekolah kita.


"Masuk yuk" ajak salah satu temanku.


"Gas lah" jawab salah satu temanku.


Kita berlima memasuki SMA itu bersama-sama dan melihat seluruh sekolahnya, ditengah jalan aku merasa capek dan aku memutuskan untuk berhenti di dekat kamar mandi.


Saat itu aku masih sangat polos dan tidak tahu tentang apapun yang berbau dewasa, aku mengintip dua sejoli yang sedang adu bibir di dekat kamar mandi.


Aku terus melihatnya hingga aku ketahuan oleh dua orang yang sedang berciuman, "hei anak kecil jangan lihat" ujar si ceweknya.


"Biar aja lah" ujar sang cowok tak menggubris kehadiran ku.


Tiba-tiba dibelakang ku ada seorang cowok yang juga melihat ke arah dua orang tadi dengan tatapan yang tak bisa ku artikan dan aku menoleh ke arah nya.


"Kamu ingin tahu bagaimana rasanya" ujar cowok di sampingku.


Aku mengangguk polos dan bibir cowok itu menempel di bibirku dengan lembut lalu cowok itu melenggang pergi dari tempat.


Dan setelah aku memasuki SMA itu aku baru tahu apa yang kulakukan saat itu ya ciuman pertama ku, aku mencari informasi tentang cowok yang menciumiku tetapi katanya dia sudah pindah.


Dan sejak saat itu aku selalu berciuman dengan setiap cowok yang kukencani dan tak ada satupun dari mereka yang sama dengan cowok ciuman pertama ku.


Flash back end


Hatiku rasanya sangat hangat semenjak aku kenal dengan Faisal dan tadi malam dia mengantar ku pulang karena itu adalah permintaan maaf nya.


Seperti biasanya aku berangkat kerja naik bus dan itu sudah menjadi hal biasa di kehidupanku yang akhir-akhir ini sedikit berwarna.


Dengan wajah berseri dan mulai sekarang aku tak memakai pakaian kurang bahan lagi saat ke restoran, karena aku baru tahu tadi malam setelah Faisal memuji ku yang memakai pakaian tertutup.


Ternyata dia tak ingin tubuh seksi terekspos di depan publik, "tumben pakai yang panjang" Farah menanyakan ku saat aku ingin absen di kasir.


"Gue itu mau memperbaiki diri" ujar ku yang membuat Farah pura-pura muntah.

__ADS_1


"Mau memperbaiki diri atau disuruh sama Faisal" goda Farah.


"Dua-duanya" aku melenggang pergi menuju ruangan ku.


"Dasar" umpat Farah setelah aku pergi meninggalkan nya.


Aku masuk kedalam ruangan ku dan duduk di atas meja untuk mengerjakan beberapa tugas yang belum ku selesai kan beberapa hari yang lalu.


Tak sadar jam istirahat datang aku segera menutup kertas tugasku lalu aku pergi menuju ke ruang istirahat karyawan dan di sana sudah banyak orang.


Aku tersenyum kepada karyawan yang saat ini sedang istirahat ada sekitar sepuluh orang yang istirahat dan aku menjadi sebelas orang, aku duduk disebelah karyawan cowok karena di tempat cewek sudah penuh.


Di meja ini hanya terdapat tiga orang cowok saja karena hari ini banyak ceweknya dibandingkan cowok. "Ehh Bu Ari sini Bu sebelah saya aja" goda cowok yang baru saja duduk.


"Bu Ari kok tambah cantik aja" sahut yang lainnya.


"Makasih" ujar ku cuek karena sudah biasa aku di goda oleh para karyawan cowok di restoran ini dan itu tak membuat ku kaget.


Aku terus menyantap makanan di hadapan ku dengan santainya, "Bu udah punya pacar belum" tanya salah satu karyawan cewek dari mejanya dan itu membuat ku tersedak karena pertanyaan nya yang tiba-tiba.


"Sudah" suara bariton Faisal terdengar membuat semua orang di ruangan terdiam.


"Kita pindah saja makannya" ajaknya dan aku mengambil piring ku lalu mengikuti nya.


•|•|


Suasana makan siang ku menjadi sangat canggung akibat pernyataan yang telah dilontarkan dari mulut Faisal di ruang istirahat tadi.


Dan sekarang aku dengan nya sedang makan bersama di ruang kerjanya, "kenapa ngelamun" tanyanya membuat lamunanku buyar.


"Ehh nggak" aku segera kembali memakan makanan ku.


Kami terdiam untuk beberapa saat kami makan dan tak ada yang membuka pembicaraan dimana aku yang malu untuk membuka pembicaraan dan Faisal yang tampak ingin bertanya.


"Kamu duluan" ujar kami bersama.


"Kamu" lagi-lagi bersamaan.


"Tentang perkataan ku tadi" ujar Faisal terpotong.


"Aku tahu kok maksud kamu, kamu cuman selamatkan aku dari goda an karyawan, makasih" ujar ku menyambung kata Faisal yang terpotong.

__ADS_1


"Kalau begitu aku keluar" aku keluar dari ruangan dengan jantungku yang berpacu dengan ritme yang kuat.


Aku terus menerus mengelus dada ku yang rasanya sudah ingin meledak, untungnya aku bisa mengatasi masalah tadi untuk rumor yang beredar aku rasa belum bisa menyelesaikan nya.


Aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan buang air saat di dalam bilik ada dua karyawan cewek masuk kedalam dengan menggosipkan diriku.


"Akhirnya sekarang Bu Ari dapet hati bos ya" ujar cewek berambut ikal.


"Iya akhirnya nggak sia-sia dia kerja di sini tiga tahun dapetin bos" cewek berambut panjang menambahkan.


"Emang dari dulu dia seperti itu selalu mencari perhatian dari bos dengan pakaian yang dia kenakan" cewek yang berambut ikal.


"Dasar cewek murahan, mata duit an" ujar cewek berambut panjang.


"Apa jangan-jangan dia jadi simpanan bos ya" balas cewek berambut ikal lalu mereka keluar dengan tertawa puas.


Aku menahan nafasku agar tak terdengar oleh kedua orang yang menggosipkan diriku, setelah keluar dari bilik aku langsung menumpahkan tangisan dan aku menangis sejadinya.


Rasanya sakit sekali dan aku ingin segera pulang tetapi aku tak ingin menghawatirkan Faisal dan juga yang lainnya aku pun memilih untuk pulang awal dengan alasan sakit.


"Nit aku ijin dulu ya hari ini" ujar ku menghampiri Nita yang sedang bersiap untuk memberikan makanan kepada pelanggan.


"Kenapa ada yang sakit" tanya Nita dengan wajah khawatir nya.


"Iya tolong ijinkan ke Faisal dan yang lainnya ya" aku memaksa senyuman ku.


"Oke sekarang kamu pulang dulu, masalah ijin biar aku yang urus" ujar Nita.


"Makasih ya" aku pergi dan keluar dari restoran.


Sekarang masih pukul empat sore jadi masih ada bus yang beroperasi sehingga aku tak perlu pusing untuk mendapatkan bus. "Seperti nya kamu sedang tak enak badan" ujar pria di sebelahku yang ternyata adalah Fano.


"Bukan aku sedang kurang piknik" jawabku asal.


"Kalau begitu ikut aku saja" ajak Fano menarik tangan ku menuju mobilnya.


"Kita mau kemana" tanyaku melepaskan tangannya.


"Bersenang-senang" dan aku pun mengikuti Fano naik mobilnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2