My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Sepuluh


__ADS_3

Happy Reading


Ari sangat gembira pagi ini dan dia tidak sabar untuk segera berangkat bekerja, dia sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak mendengar kata-kata orang lain dan dia ingin menjadi dirinya sendiri.


Seperti biasanya Ari berangkat kerja naik bus karena dia tak ingin orang-orang di restoran mengetahui hubungan antara dirinya dengan Faisal yang sudah resmi pacaran beberapa hari yang lalu.


Sebenarnya Faisal tidak apa-apa jika semua tahu tentang mereka bahkan Faisal ingin mengantar jemput Arini. Tetapi Arini tidak ingin hubungan antara dirinya dengan Faisal diketahui oleh orang-orang restoran.


Jadi Arini memutuskan untuk berangkat kerja sendiri tetapi kalau pulang Faisal yang akan mengantarkan nya, "selamat pagi semuanya" sapa Arini dengan wajah berseri.


"Selamat pagi" para karyawan di restoran menjawab sapaan dari Arini.


"Ada apa nih sepertinya bau-bau baru jadian nih" ujar Farah tepat sasaran.


"Eh Lo kok tahu" Ari menarik tangan Laras untuk bersembunyi agar tak terdengar oleh orang lain.


"Waktu Lo curhat sama gue ternyata ada Faisal di balik pintu, ya jadinya gue tahu kalau muka seger Lo pasti gara-gara abis jadian" Farah menjelaskan secara rinci.


"Tapi Lo jangan kasih tahu siapapun ya, belum siap gue kalau disuruh traktiran" ujar Arini memelas.


"Sans aja kalau sama gue rahasia Lo aman, etss ada tapi nya" Farah dengan seringai di bibirnya.


"Ntar pulang kerja Lo harus traktir gue sama Nita, secara Nita kan juga sahabat Lo jadi dia berhak tahu" ujar Farah yang langsung diangguki oleh Arini.


"Siap bos" ujar Arini dengan gaya hormat.


Arini berjalan menuju ke dalam ruangan nya dan langsung mendudukkan bokong nya di kursi kerjanya. "Faisal udah berangkat kerja atau belum ya" gumamnya sambil bermain hp.


Sepertinya Faisal belum berangkat kerja dan Arini pun bertanya kepada pak Arif sebagai penanggung jawab jika Faisal tidak berangkat kerja. Setelah bertanya kepada pak Arif Arini mendapatkan kabar jika Faisal sedang ada acara keluarga jadi tak bisa berangkat kerja.


Untung saja restoran hari ini tutup lebih awal karena pak Arif juga mendadak ada acara keluarga dan sekarang Arini sudah berada di mal bersama teman nya yaitu Nita dan Farah.


"Ada apa nih tiba-tiba" tanya Nita yang bingung karena dia langsung ditarik oleh Farah dan juga Arini untuk ikut.


"Oh ini jadi gue kan lagi seneng banget, jadi hari ini gue akan traktir Lo berdua" ujar Ari penuh semangat.


"Memang Lo bahagia karena apa, Lo habis dapat pacar baru" tepat sasaran juga Nita.

__ADS_1


"Eh he iya" Arini menjawab malu.


"Udah bentar lagi Lo tau siapa orangnya" sekarang Farah menarik tangan Nita dan tangan Arini untuk masuk kedalam mal.


Mereka bertiga asik jalan-jalan, makan, dan membeli barang yang mereka inginkan tentu saja dengan uang Arini. "Ari gue beli terserah gue kan" ujar Farah berbinar.


"Iya tapi jangan yang mahal-mahal ntar kantong gue abis isinya" ujar Arini memelas.


"Iya deh Sans aja paling gue cuman beli makeup satu set" ujar Farah enteng.


"Kalo gue paling beli baju buat anak-anak gue" Nita menyahut, Nita memang sudah bersuami padahal usianya di bawah Ari dan juga Farah tetapi sudah menikah.


Katanya jika ditanya kenapa nikah muda dia selalu menjawab, ' udah nggak tahan pengen punya anak ' itulah yang keluar dari mulut Nita. Dan nyatanya sekarang dia sudah memiliki anak kembar laki-laki dan satu anak perempuan.


"Siap komandan, duit gue masih cukup" ujar Arini lalu digiring oleh kedua sahabatnya.


•|•|


Setelah kira-kira sekitar satu jam berjalan mereka bertiga merasa haus dan akhirnya mereka berhenti di salah satu tempat yang menjual minuman.


Farah dengan antusias langsung menggeser posisi dan mempersilahkan duduk Fano. "Sini sebelah gue yang masih jomblo, mereka berdua udah ada yang punya jadi nggak boleh deket-deket" ujar Farah dan di tatap jijik oleh Arini sama Nita.


"Faisal kemana" Fano bertanya kepada Arini.


"Nggak tahu tadi dia juga nggak berangkat kerja, katanya ada urusan keluarga" ujar Arini jujur.


"Jadi Lo pacaran sama Faisal" ujar Nita heboh dan dijawab anggukan kepala oleh Arini.


"Wah bahaya nih kalo kayak gini" ujar Nita dengan tatapan mesumnya.


Fano dan Farah hanya bisa menatap dua orang di depan nya dengan heran, "bahaya kenapa" tanya Arini penasaran. "Bisa-bisa Lo berdua malah mesra-mesraan di restoran, seperti misalnya ciuman atau bahkan" belum sempat dilanjutkan mulut nya sudah dibungkam oleh Arini.


"Enak aja kalau ngomong" ujar Arini menutup mulut mesum Nita.


Fano dan Farah hanya tersenyum melihat tingkah kedua orang yang berada tepat didepan nya, "kok kalian berdua malah ketawa sih" ujar Ari dan Nita berbarengan.


"Kalian lucu" sekarang gantian Fano dan Farah yang berbarengan.

__ADS_1


"Mungkin sebentar lagi akan ada traktir an lagi, asik juga nih nggak usah ngeluarin duit buat beli baju anak-anak" ujar Nita yang sekarang menggoda kedua pasangan yang sedang malu-malu.


"Santai aja bentar lagi pasti kena, kan gue pakai pelet" ujar Farah dengan kepedean tingkat tinggi.


Mereka berempat tertawa dan juga bercanda hingga membuat tatapan aneh dari pengunjung mal. "Guys pulang aja yuk, dah malem juga" ajak Arini.


"Lo pulang bareng siapa" tanya Nita.


"Gue sih gampang aja, penting kalian pulang dulu" ujar Ari yang mendapat anggukan oleh kedua sahabatnya.


Mereka berdua meninggalkan Arini sendirian di mal dan Fano yang ingin menemani Arini disuruh oleh Arini untuk mengantarkan Farah pulang karena dia pulang sendiri, sedangkan Nita sudah dijemput oleh suaminya.


Sekarang Arini ingin keluar dari mal dimana dia bersenang-senang dengan sahabatnya, "huh Faisal belum balas chat ku" gumam Arini melihat layar handphone nya yang tak ada pesan sama sekali.


Dengan berat hati Arini memesan ojek online yang jika dimalam hari masih beroperasi, "haduh harus nunggu tiga puluh menit lagi" ujar Arini yang sudah kedinginan karena angin malam yang membuat tubuhnya menggigil.


"Hai Eneng manis sendirian aja" seorang pria tak dikenal menggoda Arini.


Arini tampak cuek dengan godaan pria itu dan dia tak menggubris godaan pria itu. "Mau pulang bareng Abang aja" pria itu semakin menjadi dan sekarang sudah mencolek dagu Arini.


"Kalian sentuh gue sekali lagi, gue akan teriak" kesabaran Arini sudah memuncak.


"Eneng cantik kok galak sih" ujar pria yang satunya.


Mereka berdua semakin mendeekati Arini yang semakin mundur hingga menatap tembok, "jangan mendekat atau gue bakal teriak" ancam Arini yang sudah tak bisa lari.


Bugh


Suara pukulan membuat Arini menutup mata nya dan tak ingin melihat, tubuh kecilnya bergetar hebat karena Arini memang tak suka jika melihat orang berantem.


Pukulan-pukulan hilang dan sekarang seseorang memeluk tubuh Arini yang bergetar, "are you oke?" tanya pria itu yang suaranya dikenal oleh Arini.


Arini menatap keatas dengan mata sembab, "Faisal" gumam Arini dengan mulutnya yang bergetar dan juga dia semakin mengeratkan pelukannya.


"Udah nggak ada siapa-siapa, kita pulang aja tenangin diri mu" Faisal mengangkat tubuh Arini dan membawanya masuk kedalam mobilnya lalu Faisal melajukan mobilnya menuju rumahnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2