My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Lima


__ADS_3

Happy Reading


Faisal meraih dagu ku dia mencium ku saat ini juga di dalam ruangannya dia terus memperdalam ciumannya membuat ku mengalungkan tanganku di belakang lehernya.


Aku mulai terbuai dengan perlakuan nya dan dia terus membuat ku kenikmatan, "permisi" suara orang mengetuk pintu ruangan membuat peraduan ku dengan Faisal terhenti.


Faisal membuka pintu ruangan nya dan terpampang wajah pak Arif yang ingin masuk, "silahkan masuk pak" ujar ku keluar dari ruangan dengan wajah yang masih memerah akibat kejadian yang baru saja kulakukan dengan Faisal.


Aku melangkah keluar dari restoran setelah mengambil tasku di ruangan ku, "apa aku sudah gila?" gumam ku terus keluar dari mulut "kenapa aku bisanya terbuai dengan ciuman nya" aku terus bergumam tak jelas dengan memukul kepala ku.


Menaiki bus menuju ke rumah ku untuk mengatur detak jantungku yang berdetak kencang, aku terus membayangkan ciuman ku dengan Faisal yang membuat ku panas di sekujur tubuhku.


Aku ingin segera pulang untuk mandi dan mengganti pakaian ku seperti biasanya agar tak terjadi kejadian memalukan lagi. "Bener diakan orang mesum" gumam ku setelah memasuki rumah ku.


Membanting pintu dengan kasar aku masuk kedalam rumah dan membaringkan tubuhku di atas ranjang dengan posisi tengkurap dan menutup wajahku dengan bantal.


"Akhh kenapa nggak hilang sih" ujar ku sambil memukul kepala ku.


"Tau lah" aku memutuskan untuk mandi dan membersihkan mulut ku yang sudah ternodai.


Karena masih pagi aku memutuskan untuk belanja di supermarket yang biasanya aku kunjungi untuk membeli bahan-bahan masakan untuk kebutuhan ku selama seminggu.


Menggunakan sweater dengan celana pendek aku berjalan menyusuri jalan menuju ke supermarket, ciuman itu masih terngiang di pikiranku membuat ku terus menerus memikirkannya.


Aku sampai di tempat tujuan ku dan memutuskan untuk masuk ke dalam, aku langsung menuju rak yang berisikan bahan makanan yang ku butuhkan. "Huh kenapa masih kepikiran sih" aku bergumam saat memilih buah.


Setelah berkeliling dan membeli segala kebutuhan ku akhirnya aku menuju ke kasir untuk membayar apa yang sudah kubeli. "Berapa mbak?" tanyaku setelah kasir selesai men-scan dan memasukkan harga dikomputer.


"Jadi total semua belanjaan anda seratus lima puluh ribu rupiah, ada yang ditambahkan" tanya kasir kepada ku.


Aku menggeleng lalu merogoh dompet di kantung sweater ku, kuambil dua lembar uang ratusan ribu lalu ku bayar kepada kasir di depanku.


"Ini mbak" ujar ku menyodorkan uang yang berada di tanganku.


Kasir itu tampak mengetik kemudian mengambil uang kembalian dan memberikan kepada ku. "Ini mbak kembaliannya" ujar kasir itu ramah.


"Mbak mau tanya disini ada lowongan pekerjaan nggak" tanyaku dengan hati-hati.


"Oh ada mbak di bagian kasir seperti saya, kalau mbak berminat saya akan beri nomor saya" ujar kasir itu lalu memberikan nomor hp nya kepadaku.

__ADS_1


Aku keluar dari supermarket dengan wajah lesu karena kelelahan membawa barang yang ku beli, "butuh bantuan" tanya seorang pria kepada ku menawarkan bantuan.


Aku mengangguk dengan tawaran yang diberikan oleh pria itu, "nama mbak siapa?" tanya pria di sampingku


dengan menghadap ku.


"Arini" jawabku. "Kalau aku Fano" dia mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan ku.


Aku menerima tangan nya dan mengambil barang ku yang dibawakan oleh Fano. "Makasih" ujar ku kepada Fano.


"Sama-sama" dia membalas lalu pergi meninggalkan ku yang heran. 'kenapa dia mengajakku berkenalan' batinku lalu menggeleng kan kepalaku dan masuk kedalam rumah.


|•|•


"Halo" ujar ku mengangkat telepon.


"Apa ada apa dengan restoran" aku tercengang setelah mendapat jawaban dari seberang telepon.


"Oke aku ke sana sekarang" aku memutuskan sambungan telepon lalu berlari mengambil jaket dan memakai celana panjang.


Aku melihat jam di dinding kamar yang tertera pukul tujuh malam, "masih ada bus terakhir" gumam ku langsung keluar rumah menuju halte bus.


Tak butuh waktu lama aku sampai di restoran yang sekarang sudah berantakan karena pertengkaran antara pelanggan yang entah kenapa mereka bertengkar di tempat umum.


Keduanya berhenti dari pertengkaran mereka dan aku maju menuju perempuan yang tadi bertengkar dengan pasangan nya, "kamu kenapa bertengkar" ujar ku menanyainya.


"Dia nggak mau diajak putus kak" ujar cewek itu yang masih sesenggukan.


"Kenapa putus memang dia berbuat salah" tanyaku lagi.


"Dia selingkuh kak dariku terus dia nggak mau gue putusin" jawab cewek yang sekarang di pelukan ku.


"Sudah biar kakak yang bertanya dengannya" ujar ku melepaskan pelukannya lalu menghampiri cowoknya yang sekarang bersama Faisal.


Faisal mendongak ketika aku berada di depan mereka aku langsung menanyakan kepada cowok yang sudah bertengkar dengan pacar nya, "kenapa kamu nggak mau di ajak putus" dan cowok itu mendongak menatap ke arah ku.


"Aku masih mencintainya kak" ujar cowok itu penuh penyesalan.


"Terus kenapa kamu menyelingkuhi nya" aku menatap nya tajam.

__ADS_1


"Ak- aku nggak selingkuh, dia cuma adikku" ujarnya dengan tatapan matanya yang jujur.


"Kalo begitu kenapa nggak diselesaikan baik-baik" tanyaku mengajak si cewek ke depan cowoknya.


"Dia nggak percaya dengan ku" tunjuk cowok kepada ceweknya.


"Oke sekarang kalian baikan dan jangan bertengkar di depan umum kan memalukan" ujar ku penuh penekanan.


"Dan juga kalian haru mengganti kerusakan yang telah kalian buat" mereka mengangguk menyetujui ucapan ku.


Setelah kejadian itu barang yang berantakan di bereskan oleh semua karyawan termasuk aku, "Untung ada Lo Ari, kalau tak ada Lo apa daya kita" celetuk Nita.


"Kok bisa begitu sih" tanyaku.


Nita menceritakan tentang kejadian sebelumnya kepadaku yang ternyata dua pasangan tadi memasuki restoran sendiri-sendiri, yang cowok dengan cewek yang ternyata adalah adiknya sedangkan yang ceweknya duduk berseberangan dengan cowok nya.


Ketika si cewek tahu di depan tempatnya adalah cowoknya sang cewek menyiram minuman nya kepada sang cowok dan pertengkaran pun terjadi.


"Faisal tadi sempat kena pecahan piring saat memisahkan cowoknya yang ingin menimpuk dengan piring" ujar Nita setelah menerangkan tentang kejadian sebelumnya.


"Terus dimana dia sekarang" tanyaku kepada Nita.


"Dia keruangan nya" ujar Nita dan aku langsung buru-buru ke ruangan nya.


Dengan keberanian yang sudah ku kumpulkan aku mengetuk pintunya dengan sangat hati-hati, "masuk" terdengar suara Faisal menyuruhku masuk.


Aku masuk kedalam ruangannya dan terlihat Faisal yang sedang telanjang dada mengoleskan obat merah di dadanya dan perutnya. "Makannya jangan sok pahlawan" ujar ku mengambil obat ditangan Faisal.


Aku mengoleskan obat merah ke luka akibat pecahan piring, "kok bisa sampai di sini" tanyaku saat mengoleskan obat merah.


"Dia melempar ke atas" ujar Faisal menahan sakit.


Faisal memandangi ku membuat ku salah tingkah karena dia terus memandangi wajah ku, "maaf untuk yang tadi pagi" ujar Faisal setelah aku selesai mengobatinya.


"Aku akan terima maaf mu jika kamu mengantarkan ku pulang" ujar ku dengan senyum di wajah ku.


"Oke deal" dia juga tersenyum lalu memakai pakaiannya.


"Jangan di pakai dulu biar kering dulu" aku menarik pakaian nya.

__ADS_1


"Yang sebenarnya mesum itu kamu ternyata" ujarnya membuat pipiku memerah seperti kepiting rebus.


TBC


__ADS_2