My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Empat


__ADS_3

Happy Reading


Cahaya matahari menyilaukan mataku yang tak ingin terbuka dari tidur nyenyak ku, karena hari ini jatah liburku jadi aku ingin tidur lagi.


"Eh ini siapa" gumam ku menyentuh sesuatu yang hangat di tanganku.


Aku mencoba membuka mataku pelan-pelan tetapi tak bisa karena tangan kekar entah milik siapa terus memeluk tubuh ku.


Aku mencoba meraba tubuhku dan ternyata masih mengenakan pakaian,"huh aman" ujar ku dengan mata yang masih tertutup.


"Eunghh" suara pria yang tak asing terdengar serak.


"Akira kamu sudah bangun" ujar pria di samping ku.


Apakah dia Faisal aku pun membuka mataku dan ternyata disebelah ku telah terpampang wajah Faisal yang sangat tampan dengan tubuh berotot miliknya.


"DASAR MESUM" teriakku seketika membuat orang yang ku teriaki terbangun dari tidurnya.


"Siapa yang mesum" ujar Faisal dengan wajah kantuknya.


"Kamu yang mesum" aku turun dari ranjang dan mencari tasku untuk pulang dan meneruskan tidur ku.


"Kamu mau kemana" tanya Faisal yang sudah berdiri dihadapan ku dengan tubuh yang masih telanjang dada memperlihatkan otot perut nya.


"Mau pulang, ntar kita kepergok sama pak RT bisa berabe urusannya" ujar ku dengan memandang tubuh Faisal.


"Mau" ujar Faisal polos dengan menunjukkan perut six pack nya kepadaku.


"Kamu gila ya" ujar ku memalingkan wajah.


"Jangan pergi dulu masakin aku dulu" ujarnya memohon.


"Pakai baju kamu" ujar ku menaruh tasku lalu menuju ke dapur milik Faisal.


Di dapur aku membuka kulkas dan tertampang banyak bahan makanan dan juga sayuran yang bisa dimasak.


"Akhh di rumahku tak sebanyak ini" aku tersenyum lalu memasak makanan yang bisa ku masak.


Tak lama kemudian masakan ku jadi dan Faisal sudah selesai mandi dan sekarang sudah memakai setelan jas untuk pergi bekerja. "Oh sudah selesai masak nya" tanyanya dan kujawab dengan anggukan.


Dia duduk didepan ku lalu menyantap masakan ku aku berharap semoga masakan ku tak buruk, "enak" ujarnya terus memasukan makanan kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Yes" gumam ku pelan saat Faisal memuji masakan ku.


"Kamu hari ini libur kan" tanya Faisal disela makannya.


"Iya memang kenapa" jawabku.


"Jagain rumah ku ya" ujarnya memohon pada ku.


Aku tak bisa menolaknya karena aku juga merasa bersalah karena sudah tidur di sini tadi malam karena aku ketiduran saat di mobil Faisal.


"Oke" jawabku.


"Makasih" ujarnya mencubit pipi ku dan membuat jantung ku berdetak kencang.


Setelah dia pergi dari rumah untuk bekerja aku memutuskan untuk membersihkan diri aku bernyanyi di dalam kamar mandi tanpa memperdulikan aku dirumahnya.


"Tunggu katanya dia punya istri" aku menghentikan nyanyian.


Dengan cepat aku menyelesaikan mandi ku lalu berjalan keluar dengan masih menggunakan handuk dan bodohnya diriku jika di rumah ini tak ada pakaian perempuan.


"Dia kan punya istri kenapa aku tak memakai pakaian istrinya saja" gumam ku.


Aku mencoba mencari dimana tempat istrinya tidur, aku menuju lantai dua dan disana terdapat ruangan yang kukira itu adalah kamar istrinya.


Aku membuka lemari diruang itu dan terdapat berbagai macam kostum aneh di dalam nya, aku mencoba memakai pakaian pelayan yang terdapat di lemari itu.


"Kok pas denganku sih" ujar ku melihat ke arah kaca.


Tak puas memakai kostum yang lainnya dan aku tergoda untuk mencoba memakai pakaian yang dimana sangat membuat ku jengkel.


"Katanya aku tidak boleh memakai pakaian seperti ini saat kekantor" gumam ku kesal melihat pakaian guru wanita Jepang.


Aku memakai pakaian itu dan ternyata juga pas dengan tubuhku tak lupa memakai kacamata pasangan dari kostum ini. "Aku berangkat ke restoran saja" senyuman mengembang di bibirku.


|•|•


Dengan hati yang senang aku melangkah masuk ke dalam restoran dan beberapa mata menatap bahkan semua karyawan di restoran menatap ku.


"Lo gila ya" semprot Nita setelah aku masuk keruangan ku.


"Gila? Memang gue ngelakuin apa sih" aku menjawab dengan santai.

__ADS_1


"Lo tahu kan apa yang Lo pakai dan juga Lo kan libur hari ini" Nita tampak tak suka dengan pakaian yang ku kenakan.


"Faisal dimana" ujar ku tak menggubris perkataan Nita.


"Lo mau merayunya" tanya Nita dan kali ini membuat ku angkat bicara.


"Tidak siapa yang mau merayunya, gue itu sedang kesal dengan nya pokoknya gue mau nemuin dia dulu" ujar ku lalu melenggang pergi menuju ruangan Faisal.


Aku menuju ruangan Faisal yang berada di lantai dua restoran ini dengan senyum iblis yang tercetak di bibirku. Aku menghentikan langkahku ketika mendengar suara teriak milik seseorang yang ku kenal.


"Bu Diah" gumam ku mendekati ruangan Faisal.


"Faisal kamu itu sudah 28 tahun loh kenapa kamu tak mau menikah" ujar Bu Diah sedikit teriak.


"Kenapa Mama kalau kesini selalu bahas pernikahan sih" Faisal terdengar marah karena ucapan Mama nya.


"Mama sudah tua nak sebentar lagi akan pergi ninggalin kamu dan Mama ingin lihat kamu menikah" ujar Bu Diah melunak.


"Jangan begitu ma ngomong nya, iya Ical bakalan nikah tetapi Mama jangan pernah berbicara seperti itu" ujar Faisal menenangkan Mama nya.


"Kapan nak, kapan kamu aja nggak pernah serius dengan wanita manapun dan kamu hanya memperdulikan Akira siapa sih dia sebenarnya" ujar Mama Faisal yang ternyata juga dibodohi oleh Faisal seperti diriku.


"Ntar Faisal kenalin sama Mama, mungkin Mama juga sudah kenal dengan nya" ujar Faisal.


"Mama tunggu sampai Minggu depan jika kamu tak membawa nya kamu akan tahu apa yang Mama sama papa lakuin untuk mu kan" ujar Mama Faisal lalu pergi.


Aku segera bersembunyi agar tak ketahuan oleh Mama Faisal yang keluar dari ruangan nya. "Permisi" ujar ku dan dijawab oleh Faisal untuk masuk ke dalam.


"Ada apa kan kamu libur hari ini" ujar Faisal tampak frustasi karena tak melihat ku yang sedang berbicara dengan nya.


"Emm maaf tak sengaja mendengar percakapan kamu" ujar ku yang kini duduk didepan Faisal.


Faisal mengangkat wajahnya dan melihat ku dengan tatapan kaget, "kamu darimana dapat baju itu" ujar Faisal setelah melihat apa pakaian yang ku kenakan.


"Jangan bilang kamu ambil di rumahku" tepat ucapan Faisal yang kujawab dengan anggukan.


"Kamu bagaimana bisa mendapatkan nya" ujarnya yang sekarang sudah berdiri.


"Kamu jangan marah dong, aku kan ngga tahu harus memakai pakaian apa karena di rumahmu tak ada pakaian perempuan" aku menarik napas panjang "lalu aku menemukan ini di lantai atas" semua ucapan ku dengan nada yang ku buat seimut mungkin.


"Kamu tahu kan jika kamu terus begitu, apa yang akan terjadi pada mu" ujar Faisal yang sudah duduk dihadapan ku.

__ADS_1


Dia memegang bahu ku dan mengangkat tubuh kecil ku lalu bibirnya menyentuh bibir ku dan membuat ku mengikuti permainan nya.


TBC


__ADS_2