My Boss's Hidden Secret

My Boss's Hidden Secret
Episode Tiga


__ADS_3

Happy Reading


Seminggu berlalu keadaan restoran semakin membaik dan mengalami kemajuan yang sangat pesat, aku sangat senang sekali karena Faisal bekerja sangat bagus untuk restoran.


"Faisal kenapa kamu ngga mau buka cabang lagi" tanyaku yang saat ini sedang rapat bersama.


"Untuk sekarang belum dulu, tak tahu jika sudah satu bulan aku menetap di restoran ini" ujar nya santai.


Aku mendengus kesal karena dia tak mau membuka cabang kan aku juga ingin memimpin sebuah restoran juga. "Arini kami tahu kamu paling lama kerja disini, jadi kamu sangat menginginkan untuk membuka restoran baru" ujar pak Arif yang memang paling tua di restoran ini.


"Dan juga Faisal saya rasa buka cabang juga ide bagus, tapi saya tidak bisa jika harus memasak di dua restoran sekaligus" ujar pak Arif.


Pak Arif sudah bekerja di restoran ini selama dua tahun jadi dia adalah yang terbaik untuk masalah dapur, bahkan dia juga mengajari anak baru yang ingin menjadi chef untuk restoran ini.


"Itu juga permasalahan nya, tetapi saya ingin memperbaiki restoran ini dulu agar semakin banyak pengunjung" ujar Faisal bijak.


"Dan juga saya akan membuat peraturan untuk karyawan dan juga saya ingin membuat restoran ini menjadi kekinian" tambah nya.


"Okeh kalau begitu saya akan mengumpulkan anak-anak untuk memberikan ide mereka agar restoran ini tak terasa membosankan" ujar Farah kali ini.


"Kalau begitu rapat selesai, ada yang ingin ditambahkan lagi" ujar Nita sebagai pemimpin rapat kali ini.


"Oh habis ini Arini ke ruangan saya ada yang ingin saya bicarakan" sela Faisal.


Aku mengangguk mengiyakan dan rapat pun ditutup kemudian kami kembali bekerja di bidang masing-masing. Aku tak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Faisal jadi aku sangat penasaran.


Setelah jam istirahat selesai aku bergegas menuju keruang Faisal karena dia menyuruh diriku ke ruangan nya. "Permisi" ujar ku mengetuk pintu.


"Masuk" jawab Faisal dan aku masuk ke dalam ruangan nya.


"Ada apa kamu panggil aku" ujar ku kasar karena selama seminggu dia selalu memberikan pekerjaan yang berat kepada ku.


"Hari ini kita akan pergi ke pameran masakan" ujarnya.


"Kita berdua" ujar ku memastikan katanya.


"Iya kita siapa lagi, kamu kan manajer disini dan aku bos nya" ujar Faisal dan aku menyetujui ajakannya.


"Kalo begitu kamu bisa kembali bekerja" ujar Faisal.


"Oh" aku berhenti di depan pintu sebelum keluar.


"Aku kan sudah bilang jangan memakai pakaian seperti itu di restoran ini" ujar Faisal yang menghentikan ku.


"Memang nya kenapa dengan pakaian ku" elak ku.

__ADS_1


"Kenapa kamu sering dilecehkan oleh bos sebelumnya, karena pakaian yang kamu kenakan" imbuhnya.


"Kamu ingin ku goda juga" ujar Faisal mendekati ku.


"Nggak jangan mendekat, satu langkah saja aku bakal beri tahu kalau kamu maniak dengan anime" ujar ku sambil mengulurkan tanganku ke depan.


"Berati kamu memang masuk ke kamar ku ya" ujar Faisal melotot kearah ku.


"Ups keceplosan" ujar ku sedikit cengengesan lalu aku berlari keluar.


"Jangan berani kamu memberi tahukan rahasia ku" teriak Faisal yang masih bisa ku dengar.


"Tergantung" ujar ku kembali.


"Tergantung apa nya" tanya Faisal yang melihat ku kembali.


"Ya tergantung jika kamu nyebelin aku nggak bakalan segan untuk menguak rahasia mu" ujar ku lalu pergi.


Sebenarnya aku tak berniat untuk melakukan atau membeberkan rahasia Faisal, semua orang punya rahasia dan juga aku pun punya rahasia yang tak pernah ku katakan pada siapapun terkecuali ibuku.


•|•|


Malam ini kami jadi pergi ke acara pameran masakan yang diadakan oleh perusahaan masakan terbaik di kota ini. Kami memberikan tanggung jawab restoran dengan pak Arif.


"Kan nyebelin aku bongkar rahasia mu baru tahu rasa" ancam ku.


"Kan aku cuma bercanda, lagian tinggi kamu cuma sedada ku saja" ujar Faisal melunak.


"Kamu kan suka yang imut kaya aku" aku menggoda Faisal dengan mukaku yang ku imut-imut kan.


"Bukan kamu juga kali" Faisal tampak tak tahan ingin mencubit pipiku.


"Tuh tangannya udah nggak tahan kan" ujar ku cuek.


Faisal mencubit pipi ku lalu berlari kearah kerumunan orang, aku hanya mendengus kesal karena cubitan nya sakit juga.


Aku berjalan disampingnya dan mengikuti nya sesekali aku memandang wajah Faisal yang ternyata memang tampan.


Kami berdua terus membeli makanan yang ada di pameran masakan ini dan ternyata juga ada seorang yang membuat masakan nya secara langsung bahkan ada yang memakai skill masaknya.


Tujuan kami berada disini adalah untuk mengetahui apa yang sedang trend saat ini dan juga menambah wawasan masakan kami untuk mendapatkan ide-ide baru.


"Kamu lelah" tanya Faisal berhenti.


Aku mengangguk dengan memegang perut ku yang sakit akibat banyaknya makanan yang masuk kedalam perut ku."kita istirahat di sana" tunjuk Faisal kearah tempat penjual minuman.

__ADS_1


"Nih minum" dia memberikan ku minuman.


Aku segera minum apa yang diberikan oleh Faisal kepadaku dengan rakus, "kamu nggak minum" ujar ku menyodorkan minuman ku.


"Beneran nih kasih ke aku" dia tampak bingung karena pemberian ku.


"Ciuman tak langsung" ujarnya menyedot minuman yang kuberikan.


"Apaan ciuman tak langsung, hahaha bener juga sih" aku tertawa dan juga malu.


Aku merebut minuman yang kuberikan kepada Faisal lalu aku menyedot nya lagi, "kok kamu minum lagi tambah dong ciuman tak langsung nya" goda Faisal yang membuat ku malu.


Faisal tersenyum puas melihat wajah ku yang sudah seperti kepiting rebus, "awas aja tertawa sekali lagi rahasia mu aku sebarin" ancam ku yang membuat Faisal terdiam dari tawanya.


Kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang belum kami singgahi dan juga membeli makanan ringan setiap singgah ditempat makanan ringan.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan sekarang sudah hampir pukul sebelas malam, "kita pulang aja" rengek ku sedari tadi mengajak Faisal pulang.


"Bentar lagi" jawab Faisal yang masih asik dengan pameran masakan yang menyediakan berbagai macam jenis masakan.


"Kamu mau sampai kapan lagi sih, ntar kalau aku tidur emang kamu tahu rumah ku" ujar ku yang masih setia mengekor di belakang Faisal.


"Gampang kan kamu tidur di rumahku, terus kamu gantiin Akira" jawab Faisal enteng.


"Siapa Akira?" tanyaku.


"Oh dia istriku dari Jepang" ujarnya masih dengan santainya.


"Kamu punya istri" aku seperti orang bodoh yang menanyakan istrinya seperti tak rela.


"Kenapa kamu mau jadi selingkuhan ku" dia masih berbicara santai dan masih berjalan melihat-lihat pameran.


"Ihh jijik" aku kesal dengan ucapannya lalu pergi meninggalkan Faisal sendiri dan berjalan menuju mobilnya.


Kenapa aku nggak ikhlas jika dia punya istri ya, aku terus bertanya dalam hatiku dan tanpa sadar kesadaran ku hilang.


"Dasar kenapa malah tidur disini" ujar Faisal yang kembali dari pameran.


"Terus aku harus membawanya kemana" gumam Faisal.


"Coba telpon Nita mungkin dia tahu alamat nya" Faisal melihat jam di handphone nya.


"Aduh udah jam segini juga, takut mengganggu" gumamnya, "terserah lah aku bawa ke rumah ku aja" ujarnya lalu mengendarai mobil ke rumah nya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2