My Elementalist.

My Elementalist.
29.Gerbang Menuju Dunia Lain.


__ADS_3

Cahaya pun keluar dari tubub mereka,karena silau mereka menutup mata mereka erat.Saat cahaya sudah mulai menghilang mereka pun membuka mata dan terkejut menatap tubuh mereka.Ken dkk kenal dengan perubahan ini sama seperti saat mereka bertemu Miko.Sedangkan Zen dan Alinta merasa heran.


**********************************************


Zen dan Alinta menatap Rara dengan tatapan meminta penjelasan tapi dibalas tatapan datar oleh Rara.Zen dan Alinta pun mengalah,mereka akan meminta penjelasan pada yang lainnya karena mereka tak terlihat heran.


'Dari pada meminta penjelasan pada patung es yang berjalan lebih baik yang lain saja' batin mereka bersama.


Zen dan Alinta pun meminta penjelasan kepada yang lainnya dan dijelaskan oleh Naira dengan hati hati agar mereka paham. Sedangakn Rara berjalan kesamping gua seperti mencari sesuatu, yang lainnya hanya melihat saja.


Rara pun menyingkirkan tumbuhan yang merambat guna mencari apa yang ia mau.Setelah sekian lama mencari sesuatu yang mereka tidak tau pun akhirnya ketemu.Rara menyibak tumbuhan yang mengalaminya.Rara melihat tulisan kuno yang mata manusia biasa tidak bisa melihatnya.Rara pun membaca tulisan itu.Setelah selesai membaca lubang masuk untuk gua itu bercahaya,lama kelamaan cahaya itu memudar dan terlihat lah lapisan yang menutupi lubang masuk kegua itu,membentuk sebuah portal


Rara pun menuju depan gua tersebut dan berhenti melihat kebelakang,disana yang lainnya sedang terbengong melihat cahaya tadi.


"Ayo"ujar Rara.Mereka pun tersadar dari kekaguman itu dan berjalan kearah Rara.

__ADS_1


Rara pun memasuki portal itu diikuti oleh yang lainnya.Mereka pun menghilang saat memasuki portal itu.Setelah masuk semua portal itu pun menghilang.


Didunia lain Rara dan lainnya sampai di sebuah dimensi yang tidak dimengerti kecuali Rara.Rara sangat suka membaca buku tentang dimensi lain.Mereka sangat terpana,meskipun Rara pernah melihatnya didalam buku,tetapi yang asli lebih bagus.



Terasa sangat nyaman sekali mereka saja ingin tidur disana mereka mengantuk sekali.Mereka memang tidur berapa ham saja tadi makannya mereka mengantuk.


"Wah nyaman sekali"Antusias Abelia dan Leo.Sebagai Elementalist tumbuhan dan hewan memang mereka merasa hutan seperti kamar mereka sendiri.Leo dan Abel pun berjalan duluan.Leo yang berbaring dirumput dan Abel yang melihat sekelilingnya.


Yang lainnya pun mengikuti mereka berdua.Rara,Ken,Zen,Rai,Candra,Krisna duduk direrumputan.Sedangakn yang sisanya melihat pemandangan yang memanjakan mata.


"Kak Rara"panggil Zen.Rara pun melihat kebawah.


"Ya"sahutnya.

__ADS_1


"Zen laper,ada makanan gak?"tanya Zen.


"Emang kalian gak bawa makanan?"tanya balik Rara.


"Lupa hehehe"Kata Zen sambil cengengesan.


"Yaudah bangung dulu biar kakak siapin ada bolu dan beberapa nasi bungkus didalam tas cukuplah untuk kita"Kata Rara.Zen pun bangun dari aktivitas rebahannya.


"Panggil yang lainnya,ini udah hampir jam sarapan"lanjut Rara.


Zen pun berdiri dan memanggil yang lainnya ,memang posisi Rara dan Zen sedikit jauh.Mereka ada didekat sungai yang berada disana sedangakn Rara dan Zen didekat pohon.


Mereka pun berkumpul kearah Rara setelah mendengar panggilan dari Zen tadi.Mereka pun duduk dan mulai makan,makanan yang dibagikan sama Rara.


**********************************************Hayo mau tau kelanjutannya

__ADS_1


Jangan lupa Like..Vote... Komen...


Babay sampai jumpa di episode selanjut nya!!!


__ADS_2