
Rara pun mengeluarkan kitak hitam dari tasnya.
"Kotak apa itu Ra?" tanya Kris.
******
Rara pun menoleh kearah Kris.
"Ini adalah kotak P3K,ibu yang menyuruh ku membawa nya"Jawab Rara.
Kris pun mengangguk kan kepalanya.
"Bibi masih saja khawatir padamu.Padahal kau sudah besar,tapi masih diperlakukan seperti anak kecil"Kata Kria sambil tersenyum mengejek.
"Ya kau tau lah sendiri"Kata Rara.
"Ini ambil perban dan obat merahnya,untuk mengobati luka kalian,kalian pasti membawa air kan pakai itu untuk membersihkan luka kalian dan gunakan kapas ini."Ucap Rara sambil menunjukkan perban,obat merah dan kapasnya.
Yg lain pun mengambil nya kecuali Ken dan Naira.Karena luka mereka memang parah,jadi mereka tak sanggup mengambil nya.Rara pun berjalan kearah Ken,sedangkan Kris kearah Naira.
Rara pun duduk dihadapan Ken,sambil menjulurkan tangannya.
__ADS_1
"Sini kakimu biar ku obati"Ucap Rara.
"Tak usah,aku bisa sendiri"Kata Ken.
Ken pun ingin mengambil perban tersebut ingin mengambil kapas tersebut tapi dia tak bisa menjangkau nya.
"Ck,dasar keras kepala"Rara pun menarik kaki Ken,alhasil Ken pun meringis karena sakit saat ditarik kakinya.
Rara mulai membuka sepatu Ken,menuangkan air,mengelapnya dengan kapas,mengasih obat merahnya setelah itu membalut lukanya,begitupun seterusnya dengan luka yg lain.Stelah selesai Rara ingin berdiri tapi tangannya di tarik,Rara pun melihat orang yg menarik tangannya.
"Ada apa?" tanya Rara bingung.
"Itu biarkan aku membalut luka di siku mu"Jawab Ken sembari menunjukan luka yg terus mengeluarkan darah.
"Aku tak ingin berhutang kepada siapa pun"Ucap Ken.
Rara pun menghela nafas,dia pun duduk kembali dan mengasih lukanya untuk diobati oleh Ken.Ken pun dengan teliti membersihkan luka Rara.
"Selesai"Seru Ken.Rara hanya tersenyum tipis.
Rara pun berdiri ingin keluar dari gua tetapi sebuah suara menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Kau ingin kemana Ra?"tanya Kris.
"Aku ingin mencari kayu untuk dibuat api unggun."Jawab Rara.
"Jangan jauh-jauh"Seru Kris.
Raar pun mengangguk dan kembali berjalan keluar gua.Tak jauh dari depan gua banyak sekali ranting pohon yg berjatuhan.Raar melangkahkan kakinya kearah ranting pohon itu,dia pun mengutip ranting tersebut setelah cukup banyak Rara ingin kembali ke gua itu tapi langkahnya berhenti memandangi gua tersebut.
"Apakah ini gua itu?"Tanya Rara pada dirinya sendiri.
Rara pun mengedikan bahunya acuh,dan berjalan masuk kedalan gua itu,tak jauh dari sana sepasang mata mengawasinya,setelah itu menghilang bersama dengan angin bertiup.
Rara pun berjalan kearah tengah-tengah mereka dan menyusun kayu itu.Setelah menyusun dia pun menghidupkan api nya.Api itu menghangatkan tubuh mereka.
Setelah selesai Rara bergabung dengan yg lainnya untuk memakan-makanan yg dibawa mereka.Saat sudah selesai mereka berbincang tanpa terasa hari sudah semakin malam,mereka pun tak terasa tertidur dengan bantal jaket cadangan mereka.
Rara.Dia masih terjaga memikirkan gua ini dengan suatu tempat yg mirirp ia pernah kunjungi saat itu,dan disana juga dia menemukan sesuatu.Lelah memikirkan hal tersebut dia pun telelap dalan mimpinya.
*******
**Apakah ini betul tempatnya??.
__ADS_1
Jangan lupa Like..Vote... Komen...
Babay sampai jumpa si episode selanjut nya!!!!