
"Kakak kenal Rara?"tanya Retta dengan jiwa keponya,sedangkan yang ditanya hanya tersenyum.
********
Rara menyerit heran dimana dia kenal dengan Miko tapi namanya sangat familiar ditelinganya.Rara hanya diam dan mulai menyelami ingatannya,dimana dia bertemu Miko.Sedangkan Miko hanya diam dan membiarkan Rara mengingat dulu.Ah,,,,,Rara ingat dia pria yang bertemu di dalam mimpinya dengan sebuah gua yang mereka tempati semalam.
"Apa sudah ingat,Rara?"tanya Miko.Rara hanya mengangguk kan kepalanya.Rara pun berjalan sampai dihadapan Miko,tatapannya mengintimidasi.
"Kau yang memutar tanda panahnya kan,kami yang berada dipinggir tebing dan jatuh itu karena angin mu kan,sampai kami disini kan?"tanya Rara dengan tatapan selidiknya.
"Pintar sekali,itu memang ulahku"Bangga Miko.Ken dan yang lainnya membulatkan matanya,jadi mereka tersesat dihutan ini bukan kecelakaan tapi disengaja.
"Jadi kau yang membuat kami berada disini"Sinis Retta,tak ada lagi kata-kata ramah,hanya ada intonasi marah,kesal,dan jengkel didalamnya.
"Kau tau badan kami sakit semua,sampai kami juga terluka kau tau itu,hah"Geram Raiden,karena dia sekarang sudah sangat marah.
"he,,he,,, Sory aku ada kepentingan sama kalian,tak ada jalan lain ya jadinya gini deh"Miko pun cengengesan,dengan jari berbentuk hururf V.
"Ada keperluan apa Kak Miko sampai membuat kami seperti ini"Kata Cheryl dengan nada sopan sedikit kesal.
__ADS_1
"Ahh iya aku hampir saja lupa"Miko pun menepuk keningnya.
"Kita duduk dulu Oke"Ajak Miko.
Mereka pun berjalan kearah tempat dimana disana ada Meja yang bundar dan dikelilingi 11 tempat duduk.Mereka pun duduk ditempat masing-masing karena nama mereka sudah terukir disana,seperti sudah direncanakan,kenyataan nya memang sudah bukan.
"Jadi apa yang ingin Kak Miko bicarakan?"tanya Naira.
"Kalian pernah mendengar para Elementalist?"tanya balik Miko.Mereka pun berpikir sejenak,kemudian Rara menjawab.
"Para Elementalis adalah para pengendali Elemen seperti Es,Api,Air,Petir,Angin,tanah,tanaman,
"Pintar"kata Miko senang.
"Bukankah itu hanya dongeng?"tebak Retta,karena tak percaya akan hal sihir atau magic.
"Mereka nyata"bantah Miko.
"Jadi,apa kaitannya dengan kami?"tengah Naira.
__ADS_1
"Kalian adalah para Elementalist"Santai Miko.Ken dan yang lainnya menganga tak percaya,perkataan apa itu pikir mereka.
"Darimananya kami seperti itu,kami hanya anak-anak biasa"Bantah Retta yang lainnya mengangguk mengiyakan.
"Tak percaya sudah,apa kalian lapar"Miko pun mengalihkan pembicaraan.Dan mereka pun teralihkan,karena memang perut mereka sudah lapar.
Miko pun memanggil peri-peri kecil,dan datanglah peri-peri itu dengan makanan yang mereka bawa dan minuman yang sedikit aneh.
Mereka pun memakan makanannya,dan setelah selesai mereka meminum minuman yang disediakan.Tak lama Ken dan lainnya merasa pusing seperti ada yang ingin Keluar dari diri mereka.Mereka melihat Miko tersenyum senang.Cahaya pun mengelilingi mereka.Tak lama cahayanya pun menghilang bersamaan mereka pun berubah warna rambutnya,warna matanya,dan tanda yang tak mereka tau apa itu.
Setelah cahaya menghilang mereka terkejut dengan keadaab mereka.
'AAAAAAA'
***********
***"Apa yang terjadi pada mereka ya,hmmm?"***
Jangan lupa Like..Vote... Komen...
__ADS_1
Babay sampai jumpa si episode selanjut nya!!!!