My Elementalist.

My Elementalist.
09.Elementalist.


__ADS_3

Setelah cahaya menghilang mereka terkejut dengan keadaab mereka.


'AAAAAAA'


*************


Teriak mereka bersama-sama,setelah melihat perubahan mereka.Kris,Naira,dan Chery biasanya yang tenang menjadi panik karena melihat perubahan mereka, Miko yang sedang minumpun menenyembur keluar karena reflek mendengar teriakan mereka.Kecuali satu orang yang tetap tenang,dia adalah Rara karena dulu dia pernah mengalami nya.


"Kenapa kalian berteriak?"tanya Miko polos.


"Kenapa kami seperti ini?"bukannya menjawab mereka malah bertanya kembali.



Kenneth.



Cheryl.



Raiden.



Auretta.



Candra.



Abelia.



Leo.



Naira.

__ADS_1



Kris.


"Itulah wujud asli kalian"kata Miko santai.Dia kembali meminum minumnya.


"Rambut dan mata kami gak seperti ini"Ngegas Retta.


"Ya,warna rambut dan mata kalian disembunyikan oleh orang tua kalian masing-masing,karena mereka mau kalian hidup normal."Jelas Miko.


"Tap....."Ucapan Chery terpotong oleh Miko.


"Itu lah keadaannya,kalian harus nerima"Potong Miko.Ken dan yang lainnya menghela nafas berat,mereka harus menerima keadaan diri mereka bukan.


"Jadi kami adalah para Elementalist"kata Naira.Miko pun menganggukkan kepalanya.


Ken dan lainnya masih kalut dengan pikiran mereka,sendiri sampai Kris berbicara.


"Kenapa Rara gak berubah warna rambut dan matanya?"tanya Kris.


"Dia udah lama berubahnya tapi dia menutupi pakai wig dan soflent yang dia pakai"Jelas Miko.Yang lainnya pun melihat kearah Rara.Rara yang menyadari dirinya menjadi pusat perhatian menaikkan alisnya.


"Kami ingin melihat warna rambut dan matamu"antusias Retta dan dianggukkan dengan yang lainnya.


"Ayolah,hmmm"mereka pun mengeluarkan pupy eyes nya.Tapi tetap saja Rara menolaknya.


"Sudahlah Ra kasih tunjuk saja"Kata Miko,tapi tetap saja Rara kekeh.


Tak lama angin berhembus dan menerbangkan wig yang dipakai Rara,tergerailah rambut yang selama ini Rara simpan rapi.Mahkluk yang berada dihutan itu takjub dengan rambutnya,bahkan Miko sekalipun.


Rara menatap Miko tajam,tapi dibalas dengan tatapan polos Miko.Rara ingin sekali memukul wajah Miko yang sok polos itu pikirnya.


"Rambut mu cantik sekali Ra"Kata Retta yang dianggukkan yang lainnya.Rara hanya tersenyum tipis.


"Coba buka soflent mu"Kata Cheryl.Rara pun menganggukkan kepalanya,r tak ada gunanya sembunyikan lagi bukan,rambutnya saja sudah tergerai gini pikirnya.


Rara pun membuka soflentnya.Mereka sekali lagi takjub dengan mata yang berwarna biru cerah dan jernih.



Aneira.


'ehemmm'

__ADS_1


Deheman Rara menyadarkan mereka dari ketakjubpan nya.


"Jadi bisa jelaskan identitas kami yang asli"perintah Kris.Yang lainnya hanya mengangguk saja.


"Kalian adalah para Elementalist dan yang seperti kata Rara tadi,Elementalist adalah pengendali Elemen"Jelas Miko.


"Jadi kami Element apa?"tanya Retta.


"Kalau itu sesuai warna rambut kalian"kata Miko.


"Jadi bagaimana memunculkan element nya?"tanya Candra.


"Kalian harus fokus kan pikiran,beban yang kalian punya harus lepas,dan membayangkan kekuatan kakian muncul"Jelas Miko.


"Bagaimana sih bingung aku"kesal Retta.


Miko hanya menghela nafas panjang.


"Ra coba kau peraktekkan"perintah Miko.


Rara hanya mengangguk.


Rara pun fokus pada pikirannya tak lama sekumpulan Es terbentuk di tangan nya.Mereka tang melihat metasa takjub.Rara pun melemparnya keudara terjadilah seperti hujan salju.Mereka pun kagum dengan salju yang berjatuhan.


"Sekarang kalian pulang saja,orang tua kalian sudah mencari kalian"kata Rara.Mereka pun menjadi panik.


"Bagaimana caranya?"tanya Cheryl.


Miko pun membaca mantra tak lama ada cahaya yang memelilingi mereka.


"Sampai bertemu lagi hinga saatnya tiba"Kata Miko.yang lain hanya bingung saat apa pikir mereka.


Tapi tidak dengan Rara yang mengerti dia hanya tersenyum tipis.


Lama kelamaan cahaya makin terang mereka menutup mata,karena silau oleh cahaya.


******


***"Apa ya arti kata Miko,hmmm?"*****


Jangan lupa Like..Vote... Komen...!!!


Babay sampai jumpa si episode selanjut nya!!!!

__ADS_1


__ADS_2