
Rara pun berjalan kerah salah satu tempat disana,dia pun menoleh kebelakang guna mengajak mereka untuk duduk.
"Ayo duduk"kata Rara.Membuat lamunan mereka buyar.Mereka pun berteriak kegirangan.
"HEBAT!!"
**********************************************
Teriakan mereka sukses membuat Rara kaget (Gantian kagetnya:v).Rara pun memegang dadanya karena berdetak kencang,yang lebih tepatnya jangtungnya yang berdetak karena mau copot.Bukan karena dia jatuh cinta tapi karena kaget.
'Kuatkan lah jantung hambamu ini tuhan,jangan sampe copot'Monolog Rara dalam hati sambil mengelus dadanya.
Mereka pun mulai duduk ditempat masing-masing.Zen pun menarik kursi yang berada disamping Rara.Tapi sebuah tangan menghalangi aksinya dengan menarik kursi itu kearahnya.Zen pun melihat oranh yang mempunyai tangan tersebut dan tetlihat lah Kria disana dengan wajah datarnya.
"Lepasin kak Kris,aku mau duduk disamping kak Rara"imbuh Zen,dengan menarik kursi kearah nya.
"Kan tadi Zen kami udah sama Rara,giliran gue dong yang sama dia"kata Kris dengan nada yang tak mau ngalah.
__ADS_1
"Ih pokoknya gue mau duduk dengan kak Rara"kata Zen,menarik kursi kearah nya.Tak ada lagi kata aku kamu dikalimat Zen.
"Gantian dong,dari tadi lo mulu gue kapan"kata Kris,menarik kursi kearah nya.
"Tunggu lo jadi cewek"imbuh Zen.
"Kok gue yang jadi cewek"kata Kris tak terima.
"Yaudah kali gak mau jadi cewek ngalah aja sama yang lebih muda"kata Zen
"Eh ini bukan soal tua muda,lo dari tadi nempel sama Rata,sedangakan gue belum"
"Nanti kan bisa lanjut lagi,sekarang gantian"
"Aku gak mau nanti kak Kris aja yang nanti"
Aksi tarik menarik kursi pun berlangsung lama yang lainnya pun melihat kearah mereka yanh seperti bocil, berebutan permen.Rara yang sudah jengah pun memisahkan mereka yang sedari tadi belum selesai juga.Dia ingin cepat selesai dengan urusannya sengan pria bertopeng itu tapi mereka malah berkelahi memperebutkan kursi yanh disamping nya.
__ADS_1
"Udah diam"kata Rata dengan lembut.
"Gak mau"bentak mereka bersamaan,mereka belum menyadari siapa yang mereka bentak.Setelah mengenali suara itu mereka berdua pun menoleh kearah Rara yanh sudah memasang wajah datarnya dengan hawa dingin menyelimutinya. Mereka berdua pun cengengesan dengan tangan menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Mereka berdua sudah keringat dingin, takut Rara marah kepada mereka dan nanti mereka dicuekin, mereka tak mau itu terjadi.Dicuekin Rara sengat tidak enak,bisa-bisa Rara gak mau ngomong sama mereka selama satu minggu.Oh itu sangat berbahaya,batin mereka.
"Ken kemarilah"kata Rara,Ken pun menghampiri Rara dan berdiri disamping nya.Rara pun merebut kursi yang ditarik Zen dan Kris.
"Duduklah"perinta nya.Ken pun duduk dikursi itu.
"Kalian beruda duduk lah disana dan jangan cerewet"Kata Rara menunjuk kearah kursi yang dimeja Alinta dan Naira.
Mereka berdua pun berjalan kearah kursi yang ditunjuk Rara dengan gontai,Sesampainya disana mereka pun duduk dengan lesu.Mereka berdua menatap Ken dengan tajam,sehingga membuat Ken gelisah.Rara pun melihat itu,menatap Zen dan Kris lebih tajam.Mereka berdua pun mengalihkan pandangannya kearah lain.
Yang lainnya pun hanya menggeleng kan kepala,melihat aksi dua remaja yang bersikap seperi bocil itu.
**********************************************
Hayo mau tau kelanjutannya
__ADS_1
Jangan lupa Like..Vote... Komen...
Babay sampai jumpa di episode selanjut nya!!!