My Elementalist.

My Elementalist.
36.Sikap Acuh Tak Acuh Rara.


__ADS_3

Yang lainnya pun hanya menggeleng kan kepala,melihat aksi dua remaja yang bersikap seperi bocil itu.


**********************************************


Suasana pun mulai damai yang lainnya sibuk berbincang bertukar informasi.Dimeja Rara ada Ken,Pria bertopeng+kawannya,dan pria yang diserang+kawannya.Disana suasana sangat hening mereka sibuk dengan pemikiran sendiri.Rara bingun untuk menyampaikan pertanyaan nya dengan jelas dan dimudah mengerti.Sekian lama terdiam,Rara pun mengehela nafas mulai membuka pembicaraan,untuk menghilangkan keheningan agar tak canggung jika ia bertanya.


"Bisakah kalian membuka topeng kalian,ini seperti pesta topeng saja"Kata Rara dengan nada datar nya.Pria bertopeng lainnya yang duduk dimeja berbeda pun melihat kearah ketuanya.Memang pendengaran mereka sangat tajam walaupun Rara berbicara dengan nada biasa saja,mereka masih mendengar nya.


Ketua pria bertopeng itu pun mengangguk,dia pun membuka topeng nya diikuti yang lainnya dan terlihatlah wajah lelaki setengah baya yang duduk didepan Rara.



Pria bertopeng pun sama terlihatlah wajah mereka.Ada yang masih muda umur sekitar 18 Sampai 20 dan ada yang sudah setengah baya seperti ketuanya yang berumur 25 sampai 30 itulah Perkiraan Rara.


"Hm,namaku Neira.Kalian bisa memanggil ku Rara tak usah ada kata nona,aku lebih muda dari kalian"kata Rara sambik mengulurkan tangannya.Ketua pria bertopeng Itu tersenyum dia sangat suka dengan sopan santun saat Rara berbicara.


"Nama saya Tethys Achiles,Rara bisa manggil saya Tethys"kata Tethys menyambut uluran tangan Rara.

__ADS_1


"Dan nama pangeran?"tanya Rara,semua yang berada dimeja tersebut terkejut.


'bagaimana bisa ia mengetahui identitas ku sebagai pangeran sedangakan aku memakai pakaian biasa'batin pangeran tersebut.


"Ada tanda dipedangmu dan khusus dibuat oleh pangeran mahkota,jadi aku bisa mengenalimu"kata Rara dengan cuek meminum jus apelnya.Sedangakan yang pangeran pun tambah terkejut dibuatnya,membuat mereka menjadi bengong.


"Jadi apakah pangeran tak meiliki nama?"tanya Rara dengan pedas,dia sudah tak sabar ingin melanjutkan pembicaraan.


"Nama Saya Gelsey Terence Rhoswen.Kalian bisa memanggil saya dengan Terence"Balas Terence dengan mengulurkan tangannya.Rara pun membalas uluran tangan itu.Tapi disisi lain ada tatapan tidak suka melihat itu.


"Dan saya Kenneth Hagan Vulcan kalian bisa memangil saya Ken"Ucap Ken bersalaman dengan yang lainnya.


"Panggil saja Ava,senang bisa bertemu dengan kalian"katan Ava ramah.


"Dia pengawal sekaligus sahabat saya Durin Fayette"Ucap Terence.


"Durin panggil saja begitu"ucap Durin dengan ramah

__ADS_1


"Oke kita keintinya saja.Tethys mengapa kau Ingin membunuh pangeran Terence?"Kata Rara sekaligus bertanya.Tethys pun menghela nafas dan berbicara.


"Saya dipaksa oleh seseorang untuk membunuh pangeran mahkota.Awalnya saya menolak.Tapi keesokan harinya seseorang tersebut menculik anak bungsu dan cucu pertama saya.Dia mengancam jika tak menuruti keinginannya dia akan membunuh anak dan cucu saya.Saya pun menjadi bingung.Saya pun pergi meminta pertolongan dari kerajaan melalui surat.Tapi sudah seminggu saya menunggu tak ada anggota kerajaan yang datang membantu saya.Saya pun tak ada pilihan lain selain mengambil tawaran tersebut.Hal itu juga sama dialami oleh yang lainnya,mereka sudah meminta pertolongan dari anggota kerajaan tapi sama seperti saya tak ada balasan.Jadi kami pun tak ada jalan lain selain tawaran tersebut.Maafkan Saya pangeran,maafkan saya"Jelas Tethys dengan air mata yang mengalir.


"Itu bukan kesalahan anda,lagi pula saya tak menerima keluhan dari rakyat.Apakah suratnya tak sampai kekerajaan?"Kata Terence sekaligus bertanya. kepada Tethys tapi dijawab oleh gelengan kepala.Tanda dia tak tau juga.


"Bukan tak sampai kekerajaan,tapi tak sampai ketangan anda atau yang mulia raja"Jelas Rara dengan datarnya.Mereka pun tak mengerti perkataan Rara.


"Apa maksudmu Ra?"tanya Ken dengan bingung.


Rara pun mengedikan bahunya acuh,dia sedang memakan cupcake.Ken dan yang lainnya pun menghela nafas,padahal Rara yang paling tau dari pada yang lainnya tapi yang ditanya malah acuh tak acug saja mereka sampai bingung mencari Jawaban nya.Setelah Selesai mengunyah dan menelan cupcakenya Rara kembali bertanya.


"Oh iya Tethys apakah kau tau rupa dari orang yang menyuruh mu?"tanya Rara.


**********************************************


Hayo mau tau kelanjutannya

__ADS_1


Jangan lupa Like..Vote... Komen...


Babay sampai jumpa di episode selanjut nya!!!


__ADS_2