My Grandmother House

My Grandmother House
BAB 1 Pulang ke Indonesia


__ADS_3

Farida terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak karena memikirkan ayahnya semalaman yang akan pergi berperang. Ia menggeliat dan mengucek matanya yang masih enggan terbuka. Dia bangun dan berjalan menuju jendela seraya menarik gorden. Dia merasakan sinar matahari menerpa tubuhnya yang hanya berbalut baju tidur.


Tok...tok...tok..."Far bangun,cepat bersiap kita akan segera berangkat ke bandara!!"


teriak Maria Artha, ya wanita paruh baya yang masih menawan itu adalah ibunya Farida


"iya maa..."


Sahut Farida dengan kesal karena sejujurnya dia tidak ingin kembali ke Indonesia namun dengan keadaan genting seperti ini ia hanya bisa pasrah pada keadaan


Feroza Artha adalah Ayah Farida yang merupakan seorang jenderal militer Palestina. Mengingat beliau adalah seorang jenderal maka tak ayal bnyk musuh yang mengincar keluarganya itulah alasannya mengirim anak dan istrinya kembali ke Indonesia


"Aku gamau pergi dari kota ini, banyak kenangan indah bersama teman temanku disini" Keluh Farida yang sedari tadi malah duduk dipinggir kasur dan menatap sendu keluar jendela


"Astaga kamu belum mandi far?ayo cepat buruan ini kita udah hampir telat untung mama tadi malam beresin barang barang kamu, klo ngga mungkin kita udah telat"


pekik ibu Farida yang sedari tadi mundar mandir mempersiapkan keperluan nya


"iya maa gusah teriak teriak" sahut Farida sambil membawa handuk dan melangkahkan paksa kakinya menuju bak mandi

__ADS_1


setelah selesai mandi Farida bergegas mengangkat koper koper nya kedalam taksi bersama ibunya dan mereka pergi ke bandara


"Semoga aku masih diberikan kesempatan untuk kembali kesini" Tak terasa setetes air bening keluar dari mata Farida yang meratapi kota tercinta yang harus ia tinggalkan


setelah 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara dan menunggu sekitar 30 menit hingga mereka terbang ke Indonesia


Didalam pesawat Farida merasa ada yang aneh seolah ada yang memperhatikan nya, ia mengabaikannya namun pelupuk matanya melihat sekelejap sosok hitam yang sontak itu membuat ia kaget, Karna ia sendiri dikenal sebagai anak yang peka terhadap mahluk tak kasat mata tapi bukan anak indigo


"Jangan pergi kesana!!!" bisikan suara yang berat,serak dan berbau amis serta terdengar memperingatkan dengan tegas sukses membuat bulu kuduk Farida berdiri


"Tidaaaaakkkk aaaaa" pekik Farida yang terkejut dan menutup mata sertatelinganya membuat semua orang panik dan bertanya tanya


"Ngga mah gpp cuma inget papa aja klo terjadi sesuatu sama dia apa yang terjadi sama kita nanti" ucap Farida berbohong


"Ga akan terjadi apa apa Far mama yakin" Ibunya berusaha menenangkannya dan memeluknya


1 Jam berlalu akhirnya mereka sampai di Indonesia, mereka turun dari pesawat dan mengambil koper kopernya kemudian menunggu taksi pesanannya datang


karna ramai Farida terpisah dari ibunya, dia berusaha mencari kemana mana namun tak kunjung menemukan ibunya itu

__ADS_1


"permisi pak kalau tempat informasi nya dimana ya?" tanya Farida pada seorang security


"Mba dari sini lurus aja ntar belok kanan terus lurus dan belok kiri" ucap security itu sambil menunjukkan jarinya


"Oh baik pa terimakasih"


"iya mba sama sama"


saking terburu buru ia menabrak seorang nenek tua yang memakai kebaya merah dan konde yang terpasang di kepalanya dengan rapi


"maaf nek saya tidak sengaja, saya benar benar minta maaf" ujar Farida sambil membantu membangunkan nenek tersebut. belum sempat nenek itu menjawab Farida sudah kembali berlari mencari ibunya


"Tunggu nak nenek mohon kamu jangan pergi kerumah itu"


Deg....apa maksud ucapan nenek itu, ia mematung dan saat akan berbalik melihat nenek itu sudah tidak ada



. FARIDA ARTHA

__ADS_1


Author : Bahkan diperjalanan aja banyak mahluk yang memperingatkan Farida apalagi kalo dia udah tinggal di rumah itu ya..ga kebayang...lanjut ya readerss😊


__ADS_2