
pagi pun tiba, Farida bangun dari tidurnya dan membuka jendela
(Siapa wanita itu?kenapa dia duduk di pinggir gubuk kecil? aku harus kesana)batin Farida
Farida bergegas turun...
ketika sampai di halaman belakang ia tidak melihat siapapun di dekat gubuk itu. Kebetulan Pagar yang membatasi 2 rumah itu hanya pagar besi biasa hingga ia bisa melihat rumah dan gubuk itu dengan jelas
"Aneh sekali,Aku merasa sepertinya ada yang sedang mengawasi ku" ucap Farida sembari memegangi tengkuknya
Hawa disana mendadak sepi dan mencekam, tadinya ada suara jangkrik dan burung berkicau namun sekarang hanya ada hembusan angin
bulu kuduk Farida mulai berdiri merasakan ada hembusan nafas lembut di bahunya
Dia mengepalkan tangan, memejamkan mata dengan kuat dan tubuh yang bergemetar,jantungnya terasa berdetak 3 Kali lebih cepat
Dia takut untuk berbalik,namun ketakutannya kalah dengan rasa penasarannya, Dia berbalik perlahan sambil menutup matanya. saat ia membuka mata
Ya, mereka sedang bertatapan. Farida Mematung sesat, sihir apa yang diberikan hantu itu sampai Farida tidak bisa bergerak dengan mata uang masih terbelalak, jantungnya yang tadi berdetak 3 kali lebih cepat sekarang seakan berhenti
"Kyaaaaaakk...." teriak Farida yang tersadar dan berlari masuk kedalam rumah
"Aaaaaaaa......"teriak Farida yang melihat Marni berdiri didepannya secara tiba tiba
__ADS_1
"Bi kenapa datang tiba tiba bikin saya jantungan" imbuh farida
"Maaf non tadi saya dengar non teriak jadi saya segera datang kesini takutnya terjadi sesuatu" ucap Marni dengan suara melengking khasnya
"Ada apa si far pagi pagi gini ko pada ribut, ganggu mama tidur aja" Sahut ibunya dari atas tangga sembari turun ke bawah
"Ma....ma tadi Farida liat hantu di halaman belakang depan kolam renang!" teriak Farida histeris
"Kamu jangan ngaco far pagi pagi gini mana ada hantu,tuh liat" ucap mama Farida sambil melihat ke halaman belakang
"Tap...." belum selesai berbicara ibunya sudah memotongnya
"Sudahlah far jangan dipikirin,mending kamu naik ke atas mandi dan turun untuk sarapan"
"i...iya ma" sahut Farida kecewa ibunya tidak mempercayainya.
(Haaa mungkin dia pergi beres beres) batin Farida dengan sedikit ragu
****
Di atas Farida segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Saat merebahkan tubuhnya di bathup ntah kenapa Farida selalu merasa ada yang memperhatikannya
Farida mengabaikan perasaan nya itu da bergegas menyelesaikan mandinya. setelah selesai Farida segera mengenakan pakaian dan turun ke bawah
"Eh Farida..." ucap Zafar yang sedari tadi duduk di sofa menunggu Farida
__ADS_1
"zafar, tumben pagi pagi kesini ada apa?" tanya Farida sambil duduk di sofa
"Tadi disuruh mama mengantarkan martabak ke sini" balas Zafar
"gausah repot repot zaf makasih loh, Btw kayanya ibu kamu pandai bikin martabak ya"
"keluargaku emang pengusaha martabak far, udah banyak cabangnya. Makanya papa suka pergi keluar kota buat ngontrol,jadi dirumah cuma ada aku sama mama doang"
"Oalah pantesan kamu ketularan manisnya" sahut Farida menggoda
"A..aapa tolong ulangi!" sahut Zafar yang mulai salah tingkah
"Hahaaaa wajahmu seperti kepiting rebus zaf" Farida terkekeh
ketika asik mengobrol Tiba tiba Marni datang membawa teh dengan sorot tajam menatap Zafar. setelah memberikan teh Marni ergi tanpa sepatah katapun
"Lah itukan pembantu yang aku liat kemarin,tapi kamu bilang gada pembantu" ucap Zafar heran
"itukan pembantu baruku namanya Marni baru datang kemarin sama 2 pembantu lainnya setelah aku mengantarmu pulang"
"Uhuk uhuk...." Zafar tersedak teh yang ia minum karna rasanya pahit dan berbau amis, Zafar memuntahkannya dan ternyata itu bukan teh akan tetapi darah, begitulah yang ia lihat
"Astaga Zafar kenapa? apa tehnya tidak enak?" tanya Farida panik
"Itu bukan teh far, i..itu darah lihat lah" sahut Zafar sambil menunjuk teh yang ia minum, tapi darah itu berubah menjadi teh kembali
__ADS_1
"Astagah kamu ada ada aja zaf orang teh gitu dibilang darah, mengkin kamu masih shok gara gara kejadian kemarin"