
Farida masih mematung, berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar dan lihat, sulit baginya untuk berdiri bahkan untuk bernafas pun ia terengah engah, serasa lari maraton dalam semalam
"Ga, apa yang harus kita lakukan jika sudah seperti ini?" Tanya mama Farida dengan gemetar dan mata berlinang
"KITA PINDAH DARI SINI!" teriak Farida dengan emosi membara
Farida benar benar nampak frustasi dengan semua yang terjadi, tangannya mengepal dengan kuat, giginya saling beradu dan mata menatap tajam mamanya
"Tidak, kita tidak bisa pergi, melihat hantu tadi om merasa mereka memiliki masalah di dunia yang belum selesai, kita harus bisa membantu mereka" sahut om Arga dengan tenangnya
"Apa om ga bisa ngeliat bi Nia sama Bi Susi udah jadi korban, gimna kalo ada tetangga nanyain penyebabnya? dan target hantu tadi bisa saja kita selanjutnya!" Balas Farida yang sudah benar benar putus asa
sedangkan mama Farida memilih diam dan mengikuti kemauan Arga, karna dia yakin apapun yang dilakukan adik iparnya itu pasti punya niat dan tujuan yang baik
"Tenanglah far, lebih baik kita segera membersihkan semua ini, sekalian kita kabari yayasan tentang kematian mereka" ucap om Arga sambil mengangkat mayat bi Susi dan merebahkan di ruang tengah
__ADS_1
"Tapi om kit...." ucap Farida langsung dipotong
"Sudahlah far ikuti saja apa kata om arga, bagaimanapun dia lebih mengerti situasinya daripada kita" ucap mamanya berusaha menenangkan Farida
*****
Ambulans datang membawa jasad bi Nia dan bi Susi untuk di serahkan kepada keluarga mereka
terlihat tetangga berekerumun didepan gerbang rumah Farida, mereka berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi
"Memang rumah ini membawa kutukan, 2 pembantu itu pasti tewas diteror hantu penghuni rumah" ujar salah satu warga
nampak Zafar terbangun dari tidurnya karna mendengar keributan diluar , karna rumah Zafar dan Farida saling berhadapan hingga suara gaduh warga benar benar terdengar jelas
(Apa yang terjadi, kenapa banyak orang-orang berkerumun? Astaga apa terjadi sesuatu pada Farida!) batin zafar, tanpa pikir panjang dia segera berlari menembus kerumunan dan masuk kerumah Farida
__ADS_1
Zafar melihat Farida duduk di sofa, pandangan Farida nampak kosong, matanya yang memerah dan bengkak tak henti hentinya mengeluarkan air mata
"Far, kamu kenapa? ada apa? mana Tante Maria" tanya Zafar yang mulai panik melihat kondisi Farida yang nampak tak berdaya
"Hiks hiks hiks hiks" tangis Farida kian pecah ketika mendengar Zafar
Zafar yang sudah benar benar merasa heran segar diuduk disamping Farida dan menenangkannya
"Udah far udah, kamu kenapa si, coba cerita" ucap Zafar dengan mata menggenang tak tega melihat kondisi Farida
"Oh jadi kamu yang namanya zafar" ucap om Arga yang tiba tiba datang dari lantai atas
"Emm..far dia siapa?" ucap Zafar
"Dia om Arga, adiknya papa aku, dia tinggal disini buat jagain aku sama mama" sahut Farida yang nampak agak baikan
__ADS_1
"Oh hallo om, saya Zafar, temanya Farida dan anak pemilik rumah yang ada didepan itu" ucap Zafar sambil menyalimi om Arga
"Iya saya sudah tau, Ngomong ngomong apa kamu bisa bantu saya zaf" ucap om Arga sambil duduk di sofa dan memasang wajah serius