
Farida mendekati plapon kamarnya yang bolong dan mengintip berharap ia bisa melihat apa yang mengganggunya
Matanya mulai memperhatikan dengan tajam dan dalam. Dan...
kreeeeek kreeeeek....Brakkkk
Sesuatu seperti kain putih berlumur darah merah jatuh dari atas plapon yang langsung mengejutkan Farida. ia berlari keluar kamar dengan badan berkeringat dan kaki hampir tidak bisa berjalan karna bergetar
"Aaaaaaaa mamaaa" teriak Farida tergesa gesa
"Kenapa teriak teriak far ada apa?" tanya ibunya sambil keluar kamar dengan panik
"I...iiituuu maaa dikamar Farida ada kain putih berlumur darah dari atas plapon" ucap Farida tersedu sedu .Ibunya yang sadar hal ini akan terjadi hanya bisa diam.
"Ma kenapa mama malah diam? maaa" teriak Farida sembari menggoyah goyahkan tubuh ibunya itu
__ADS_1
"Mungkin ini saatnya kamu tau penyebab kematian nenekmu far" ucap ibunya sambil duduk di sofa dengan mata menggenang
"Bukannya nenek meninggal karena kecelakaan dengan paman ma? maksud mama apa Farida bener bener ga ngerti" ucap Farida dengan lirih dan mata yang mulai menangis seraya kedua lengan memegang kepalanya
"Duduklah...mama akan menceritakan semuanya"
ibunya bercerita*
5 tahun lalu Nenekmu yang hidup bersama pamanmu setelah menyewa 3 orang pembantu,sebut saja bi irah,bi sari dan mang aji dari yayasan yang sama mereka terkesan dekat,akur dan akrab seperti sahabat .nenek dan pamanmu tidak mengetahui kalau ke 3 pembantu itu berniat menguasai rumah ini dan menyingkirkan mereka berdua.
pamanmu memang seperti itu keras dan mudah marah hanya bisa ditenangkan oleh nenekmu. Sadar ia telah membunuh pembantu itu pamanmu kebingungan apa yang harus ia lakukan.
akhirnya dia memutuskan membuang jasadnya kedalam sumur yang ada di dalam gubuk kecil yang kamu lihat kemarin
Semua orang bertanya tanya kemana bi irah pergi namun pamanmu beralasan bahwa bi irah berhenti dari pekerjaannya dan pulang kampung. untungya pamanmu juga sudah membuang semua pakaian dan barang barang bi irah. bi sari dan mang aji yang tidak percaya dengan hal itu berusaha memata matai pamanmu.
__ADS_1
saat pamanmu pulang dari bar dalam kondisi mabuk mang aji berusaha menanyainya tentang bi irah, dan pamanmu mengatakan semuanya. mang aji yang merasa marah memukuli pamanmu dan menusuknya dengan pisau berkali kali. dia dibantu bi sari mengangkat jasad pamanmu tepatnya ke ruang bawah yang dikunci gembok
nenekmu sudah tua dan tidak bisa apa apa ketika melihat apa yang mang aji dan bi sari lakukan. dia pun menelpon ibu dan menceritakan semuanya sambil menangis dibalik pintu kamar yang ia kunci rapat agar tidak ada yang masuk
mama dan papamu yang kebetulan sedang cuti bergegas pulang ke Indonesia hari itu juga, namun sayangnya ketika kami sampai nenekmu sudah terbujur kaku diatas kasur dengan berlumuran darah bekas 3 tusukan di lehernya
disampingnya juga ada mayat mang aji yang terbujur kaku dengan mulut penuh busa seperti habis meminum racun
Dalam kondisi itu mama tidak kuat lagi menahan shok dan mamapun pingsan
saat mama bangun papamu sudah mempersiapkan dan membereskan segalanya hingga tidak ada yang curiga akibat kematian mereka
saat mama masuk ke kamar nenekmu mama melihat tangan berlumur darah dari atas lubang plapon yang ada disana, mama melihatnya dengan langkah gemetar dan sangat terkejut mengetahui kenyataan ternyata itu adalah mayat bi sari. yang dari awal papa dan mama curigai dalang semua ini ternyata ikut tewas.
akhirnya papamu membawa mayatnya dan menelpon polisi untuk menyelidiki kasus ini. setahun berlalu namun taada perkembangan apapun, dan kamipun bersepakat menutup kasus ini dan kembali ke Palestina
__ADS_1