
*****
"Non turun kebawah makanan nya sudah siap" teriak Bu Susi
"Iya bi" sahut Farida sambil meninggalkan majalahnya dan bergegas turun
Dibawah Farida melihat om Arga dan mama nya tengah menunggu kedatangan Farida
"Malam mah, om!" ujar Farida sambil duduk ditempat makan
mereka mulai menikmati makanan yang dihidangkan, Namun Farida selalu dibuat heran dengan tingkah om Arga yang selalu terlihat diam dengan mata mengabsen setiap sudut ruang. Tak ada yang berbicara, hanya ada dentuman sendok dan garpu
"Kak, sebenarnya sejak pertama aku datang kesini ada pertanyaan yang selalu muncul dipikiran ku!" ucap om Arga dengan wajah serius memecah keheningan
"Tanyakan saja ga, Dan kalian boleh pergi" sahut mama sambil meminta Bi Nia dan bi Susi pergi, sepertinya mama mengerti apa yang akan ditanyakan om arga
sekarang diruang makan hanya ada farida, mamanya dan om arga
"Sebenarnya Marni itu berasal dari yayasan mana?" tanya om Arga dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Siapa Marni?" tanya mama yang nampak heran
"itu mah pembantu kita yang ke tiga, kan mama yang pesen!" ucap Farida sedikit ragu kenapa mamanya sampai tidak tahu bi marni
"Jangan ngaco kamu far, Mama cuma pesen 2 dan lagian yang mama tau juga cuma bi Nia sama Bi Susi" ucap maria yang nampak tak percaya dengan ucapan farida
"Hmmmmm....sudah kuduga!" sahut om Arga sambil melipat tangan di dada dan mata terpejam
Suasana mulai hening, pikiran mereka nampak melayang mencari jawaban dari sosok Marni sebenarnya
"Bi Nia, bi Susi tolong kemari sebentar!" Teriak mama
"Bi nia???Bi Susi??" teriak mama, sekali lagi
"Aaaaaaaaaaa....jprett, brakkk" jeritan bi Nia mengejutkan Farida, mamanya dan om Arga
setelah mendengar teriakan itu mereka segera mendekati sumber suara yang terdengar dari dekat kolam renang belakang rumah
"Bi Nia!!!!" Teriak Farida yang nampak kaget menjumpai tubuh Nia sudah terbujur kaku di lantai dengan darah keluar dari kepalanya, yang lebih mengejutkan lagi adalah kepalanya menghadap ke atas padahal posisi tubuhnya tengkurap
__ADS_1
nampak pula sayatan bekas cekikan di lehernya serta beberapa luka cakar di bagian tubuh bi nia
Farida hanya bisa diam melihat semua kejadian itu membuat kaki Farida benar benar lemas, tubuhnya juga mulai bergemetar, Farida hanya bisa memeluk kuat mamanya
"Sepertinya dia dijatuhkan dari lantai atas setelah dibunuh dengan kejamnya" ucap om arga yang melihat ke atas dan nampak pintu balkon kamar bekas almarhum neneknya terbuka lebar
Hujan pun turun kian deras disertai petir menambah kelam dan mencekamnya suasana malam itu
"TINGGALKAN RUMAH INI HIHIHIHIHIHIHIHI" teriak seseorang dengan suara melengking khas kuntilanak yang menggema dimana mana membuat farida dan mamanya semakin ketakutan
"Keluar kau wanita iblis, jangan ganggu kelurgaku, pergialah ke alam mu!!!" Teriak om Arga dengan tegas
Angin berderap semakin kencang, bahkan kursi dan meja di dekat kolam renang sampai tersapu olehnya
Bi Nia menampakkan wajahnya dan keluar dari kamar almarhum nenek, nampak ia keluar melayang dengan sekujur tubuhnya mengalir darah dan luka yang sama seperti bi susi, Namun matanya merah menyala menciptakan kesan penuh amarah dan dendam
seluruh tubuhnya putih pucat dan terbang mengelilingi Farida, mamanya dan om arga
"Dasar hantu jahanam! Entahlah ngaku dari sini! beraninya kau merasuki tubuh Manusia" teriak om Arga dengan mulut yang nampak membaca doa dan jampi jampi
__ADS_1
"Wushhhhhhh" om Arga meniup bi Nia dengan sekuat tenaga hingga, terdengar gerangan kesaksian yng luar biasa
"ahhhhh..arghhhhhh panasss...Bedebah kau Arga, aku akan kembali untuk balas dendam!!" ujar hantu yang merasuki Bi Nia dan ia pun terjatuh dengan kondisi yang mengenaskan dengan kepala menghadap ke atas padahal tubuhnya tengkurap