My Grandmother House

My Grandmother House
BAB 9 Marni


__ADS_3

"Oiya far masalah kejadian kemarin di ruang perpustakaan aku ma...." Farida langsung memotong kalimat Zafar yang belum selesai


"Ah sudah tak apa, lupakan saja anggap tidak pernah terjadi" sahut Farida dengan santai


"Oke far...Ahhhh kepalaku ko berat yah" gerang Zafar sambil memegang kepalanya yang terlihat sakit


"Astaga zaf kamu kenapa? kamu sakit ya?Mau aku antar kerumah sakit?" ucap Farida sambil memijat pundak zafar


"Ah tidak usah aku baik baik saja far, lebih baik aku pulang dan beristirahat saja, maaf merepotkan mu" lirih Zafar


"Ya udah gapapa, minum obat juga jangan lupa biar ga tambah parah" sahut Farida yang nampak cemas


"Heummm ada yang mulai perhatian nichh" goda Zafar


"Apaan sih zaf, udah sana katanya mau pulang istirahat" sahut Farida yang nampak salah tingkah


Zafar pun berlalu dengan diiringi gelak tawa karna terkekeh dengan tingkah Farida


*****


Farida tengah bersantai di kamarnya ditemani secangkir kopi dan sebuah Novel


"Duh aku mau main keluar tapi mamah ko belum pulang ya" gerutu Farida


"Tok...Tok...Tok" terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Farida

__ADS_1


"Iya masuk aja ga dikunci" sahut Farida tanpa menoleh dan tetap fokus membaca Novel


sesaat tak ada jawaban apapun dari yang mengetuk pintu dan Farida tetap tak menghiraukan nya


"Tok...Tok...Tok" kembali terdengar suara ketukan pintu kamar Farida


"Hehhhhhh siapa si masuk aja kalau da perlu!! mah??bi??" sahut Farida yang mulai geram


perlahan Farida turun dari ranjang dan mendekati pintu, Keringat dingin mulai bercucuran membasahi dahinya, dia memegang gagang pintu dengan tangan sedikit gemetar


"Brakkkk" Farida membuka pintu kamar dan membantingnya sekuat mungkin


ternyata tak ada siapapun disana menambah kegelisahan farida


"Mah???Bi??" teriak Farida sambil melirik Kana kiri namun tak ada sahutan dari siapapun


"Tok...Tok...Tok" kembali terdengar suara ketukan pintu kamar Farida


"Huaaaaa siapa sih ganggu aja!! Teriak Farida dengan heran dan berlari membuka pintu dengan emosi


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Farida yang terkejut melihat Marni di depan pintu


"Ke..kenapa non??" Tanya Marni


"Bibi kenapa ngagetin aja si, ada perlu apa??" tegas Farida yang masih gemetar

__ADS_1


"Di...Dibawah ada tuan temen nyonya Maria non" sahut Marni dengan suara berat dan serak khasnya


"lah temen mama yang mana ya, oke lah bi makasih" ucap Farida yang langsung menutup pintu dan bergegas menemui Zafar


langkah Farida terhenti karena ingin berbalik dan mengambil ponselnya


"Lah bi Marni kemana cepet banget perginya" gumam Farida yang heran tentang sikap Marni yang aneh


*****


"Eh om Arga udah lama om??" Tanya Farida pada seorang lelaki bertubuh tinggi kekar dengan kumis dan mata tajam


Arga adalah adik dari ayahnya Farida, berbeda dengan Aya Farida yang memilih bekerja di Palestina, Arga malah bekerja di Indonesia sebagai psikolog dan ahli spiritual


"Ngga far, om baru saja datang" ucap Arga dengan mata melirik Kana kiri mengabsen setiap inci rumah itu


"Ko om bisa tau kalau Farida sama mama ada di Indonesia, dan kenapa om bawa koper besar?" tanya Farida yang terlihat penasaran


"Ah...om ditelpon papa mu disuruh jagain kalian, takut terjadi sesuatu" sahutnya


"hahhhh syukurlah om, Farida jadi ada temen di rumah" lirih Farida


"Bi tolong ambilin kopi hitam buat om Arga ya" imbuhnya


"Iya non"

__ADS_1


tak lama Marni datang membawa kopi, dari gerak geriknya semakin membuat farida merasa heran. Tampak Marni menatap tajam ke arah om Arga begitu juga sebaliknya


__ADS_2