My Grandmother House

My Grandmother House
BAB 4 Tetangga


__ADS_3

mendengar kisah ibunya itu Farida benar benar shok ia tidak menyangka nenek dan pamannya meninggal dengan sangat tragis dan kebenaran rumah ini memiliki sisi kelam yang benar benar penuh misteri


Farida dan ibunya menangis sejadi jadi nya mengingat kenangan mereka bersama nenek nya dulu


"Lalu mah kenapa tetangga kita yang punya rumah di samping itu meninggalkan rumahnya?"


"mereka sudah tidak tahan dengan gangguan yang mereka rasakan dari sumur tempat bi irah dibuang"


Deg....jantung Farida berdetak kencang dengan mata terbelalak dan air mata yang terus membasahi pipinya


"Kalo mama dan papa tau kita juga bakalan diganggu kenapa kita pindah kesini ma??" teriak Farida histeris


"ini juga demi kebaikan kita far, tidak akan ada musuh yang mengetahui keberadaan kita,Papa dan mama sudah memikirkan ini Sebelumnya, sekarang mending kamu pergi ke kamarmu dan istirahat!" ucap ibunya


"Jadi kamar yang aku tempati itu adalah tempat semua peristiwa itu terjadi?" tanya Farida dengan sedikit nada tinggi


"iya far lebih baik kamu kemasi barangmu da n pindah ke kamar yang satunya" ucap ibunya sambil memeluk dan mencium kening putrinya itu


"I..iya ma aku mau beresin barang barangju dulu"


"iya sayang*"

__ADS_1


saat melangkahkan kakinya keluar kamar ibunya,kaki Farida benar benar terasa berat seperti ada yang menggelayut di kakinya. pantulan kaca besar di samping Farida menunjukkan sesosok perempuan berbaju putih, rambut hitam panjang berantakan dan tangan putih pucat memegang kaki kiri Farida. ia melihat kebawah namun taada apapun.


kakinya itu iya seret sampai di kamar, dan ia oleskan minyak angin pada kakinya yang terasa agak mendingan. Diapun merebahkan dirinya dan tidur terlelap


"Tok..Tok..Tok...Farr bangun makanan sudah siap ini udah malam ayo makan dulu" Teriak ibunya


"Iya maa" sahut Farida dengan mata yang masih enggan terbuka


Farida turun dari tangga dan melihat sosok pria tampan sedang duduk di depan meja makan sambil tersenyum pada ibunya


"Makasih loh Tan gausa repot repot" ucap Zafar


ya lelaki bertubuh tinggi,kekar dan tampan itu adalah anak tetangga yang ada didepan rumah mereka, ia datang membawa martabak malam malam yang dibuatkan ibunya untuk tetangga barunya ini


"ohhh hai aku Farida" ucap Farida sambil mengulurkan tangannya


Zafar hanya diam membisu karna terpesona akan kecantikan alami Farida yang membuat nya tak bisa berkedip


"Zaff???" ucap Farida


"eh iya kenalin aku Zafar hehe" ucap Zafar yang bangun dari lamunannya

__ADS_1


merekapun duduk dan makan bersama


"Pas aku tau rumah ini sekarang ditempati awalnya aku ga percaya, karna setau aku rumah ini punya sisi kelam, apalagi penghuninya hanya 2 perempuan jadi ibu menyuruhku datang kesini dan memperingatkan kalian" ucap Zafar memecah keheningan


"iya zaf kita juga udah tau, makasih ya udah perhatian" ucap Farida sambil tersenyum


Gila senyumnya manis banget batin Zafar


"Hehe iya gpp klo butuh sesuatu tinggal datang aja kerumah atau telpon aku" sahut Zafar sambil memberikan secarik kertas berisi nomor teleponnya


"Siap" balas Farida sambil mengacungkan jempolnya yang sukses membuat Zafar salah tingkah


selesai makan Zafar pamit pulang, dia diantar Farida kedepan rumah


"Makasih ya makanannya enak banget, sampai jumpa besok"


"iya makasih juga martabak nya"


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka dibalik pohon mangga didepan rumah farida


***Zafar Wahyuroz***a

__ADS_1



__ADS_2