My Grandmother House

My Grandmother House
BAB 2 Rumah Nenek


__ADS_3

Setelah berfikir keras tentang siapa nenek itu sembari berlari menuju tempat informasi untuk mencari ibunya tiba tiba..


"Faridaaa...." Teriak seseorang dengan sangat keras hingga semua orang menatap orang itu


"Asataga mama dari mana saja" Gumam Farida yang terkejut melihat ibunya yang memanggilnya dan berlari menghampirinya


"Kenapa kamu tadi bicara sendiri dan kenapa kamu tidak mendengar mama yang dari tadi sudah teriak teriak"Sahut ibunya dengan kesal


"Mama ngomong apa si? udahlah ayo kita pulang aja kerumah nenek aku cape banget" ujar Farida yang sudah tidak menghiraukan apapun dan langsung pergi


Taksi yang mereka pesanpun sudah sampai dan setelah memasukan barang kedalam koper mereka pun bergegas pulang


setelah 45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah neneknya. Mereka turun dari mobil beserta koper kopernya. Ketika melihat gerbang besar warna hitam yang tidak transparan Farida menghela nafas dan tersenyum dia senang sepertinya rumah mereka sangat besar


Saat melangkahkan kakinya untuk memasuki gerbang tiba tiba kakinya tersandung sesuatu


"Brakkk...auhhh" Farida terjatuh dengan keras hingga kedua lututnya berdarah

__ADS_1


"Farida!!kamu kalau jalan hati hati" ujar ibunya sambil membantu farida bangun


Saat membuka gerbang Mata Farida benar benar terbelalak lebar melihat rumah neneknya yang sepi,gelap,terkesan menyeramkan dengan 2 pohon beringin besar dibelakang rumahnya yang sampai terlihat dari balik atapnya


"M...Ma..Maa kenapa rumah nya seperti ini?"tanya Farida dengan kaki dan tangan bergemetar


"Nenek kamu kan meninggal sudah 5 tahun pasti rumah ini tidak terurus" ujar ibunya dengan santai


ketika sudah berada didepan pintu Farida terkejut karena rumahnya di gembok dan dirantai tebal serta terdapat Tanda polisi yang bertuliskan dilarang masuk


"Te..te..terus kenapa itu ada tanda dilarang masuk ma?"


merekapun masuk kedalam rumah lewat pintu belakang. Farida melirik lirik kanan kiri nya dengan sedikit ketakutan, bagaimana tidak, sisi kiri rumah ini adalah rumah milik tetangganya yang sudah tak berpenghuni. karna ini rumahnya di ujung desa sehingga agak sunyi dan sepanjang mata memandang hanya ada persawahan dan 2 rumah depan rumahnya.


sebuah gubuk kecil yang tertutup rapat disamping salah satu pohon beringin di belakang rumah tetangganya itu membuat mata Farida sedikit heran


Bagaimana mungkin rumah sebesar itu memiliki sebuah gubuk kecil? batin Farida

__ADS_1


"Kamu lihat gubuk kecil itu far, jangan pernah kamu mendekat apalagi membuka pintunya!" perintah ibunya itu membuatnya semakin heran


"Memangnya kenapa ma? ada apa didalamnya?"


"Pokonya kamu jangan pernah masuk kesana,kamu harus janji!" tegas ibunya sambil melotot


"iya ma iyaa"


mereka masuk kedalam rumah dan melihat sekelilingnya gelap. Rumah 2 tingkat berciri khas Jawa disertai lukisan lukisan yang sangat indah membuat Farida takjub. Dibawah hanya ada 1 kamar tamu, dapur dan kamar mandi,ruang tamu dan ruang makan serta sebuah ruangan, ntah ruangan apa itu karena tertutup rapat dan digembok tebal


Diruangan atas ada 3 kamar besar dan sebuah ruang perpustakaan dan data data keluarga. Farida menempati kamar yang berada di ujung sehingga tersorot matahari saat sore karena rumahnya menghadap ketimur


"huaaa aku benar benar lelah" ujar Farida yang langsung merebahkan dirinya tanpa membereskan barang barangnya


plapon kamarnya terbuat dari kayu jati hingga ketika ada yang berjalan di atas nya akan terdengar dengan jelas


"kreeeeek blakkk kreeeeek blakkk"

__ADS_1


suara itu membuat Farida terbangun yang bahkan belum sempat memejamkan matanya


suara apa itu batin Farida yang mulai bergemetar sembari menatap plapon kamarnya


__ADS_2