
Prollog..!!
"Bisakah kita menyembunyikan pernikahan kita?" tanya seorang wanita cantik setelah Ia menyeduh kopi hangat untuk pria tampan yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Mengapa?" tanya balik pria yang sedang duduk di hadapanya, tak lupa Ia menyesap kopi pait yang telah di buatkan oleh sang istri.
"Biar bagaimanapun, kita berasal dari dunia berbeda, status sosial. Kamu.."
"Maksut kamu? Status aku yang seorang CEO? Apakah kau malu memiliki suami seorang CEO perusahaan besar?" ujarnya dengan suara yang meninggi, tak lupa Ia menatap tajam sang Istri, yang di tatap hanya dapat menunduk lebih dalam.
"Bukan... Aku hanya enggak mau di liput media. Aku khawatir saja jika ibu tahu, kamu tahu sendiri kan kalau ibu tidak menyukai hubungan kita apalagi nanti jika ibu tahu kalau aku sudah berstatus sebagai istri kamu.
"Apa mungkin kita harus menyembunyikan pernikahan kita selamanya? tanya pria itu, tingkahnya semakin dingin. Di ambil gelas yang berisi kopi tadi dan di teguknya sekaligus kopi tersebut lalu di letakannya cukup keras gelas yang sudah kosong itu ke atas meja.
Sontak sang istri kaget dengan kelakuan suaminya, Ia pun menutup mata karena merasa syok dengan apa yang di lakukan sang suami, mata itu terbuka ketika merasakan jari yang hangat bercampur dingin mengangkat dagunya lalu bibirnya di lahap dengan begitu lembut oleh sang suami. Setelahnya tangan yang kokoh itu membelai pipinya yang chabi dengan tatapan mata tajam.
"Lakukanlah apa yang Kau inginka, aku tidak akan melarangnya asal itu masih di dalam batasanku. Aku juga akan melakukan apa yang aku inginkan" ujarnya dingin dan segera meninggalkan sang istri dengan pikiran yang kacau.
🖤🖤🖤🖤
Allea Cleopatra Narendra, wanita cantik bertubuh tinggi dan langsing. Memiliki kulit yang putih bersih tak lupa dengan lesung pipi yang berada dikedua pipinya yang chabi dengan rambut yang di kuncir kuda tenga tergesa-gesa memasuki taxi online yang ia pesan tak lupa dengan seragam putih yang masih melekat sempurnah di tubuhnya yang indah, waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, hanya tersisa satu jam untuk menghadiri pesta pernikahan salah satu sahabatnya waktu SMA.
"Pak..?? panggil Allea kearah pengemudi taxi online itu.
"Yahh Mba..??" Bisa bapak turunkan saya di toilet umum, maafkan saya karena saya harus mengganti pakaian saya. Tadi saya tidak sempat menganti pakaian di toilet rumah sakit karena saya lupa, karena tidak mungkin dirinya menghadiri pesta pernikahan sang sahabat menggunakan pakaian yang Ia pakai seharian ini untuk bertugas sebagai seorang dokter.
__ADS_1
Di rumah sakit banyak sekali pasien yang harus ia periksa kondisi kesehatannya, sehingga dirinya tidak sempat mengganti pakaian yang layak di pakai untuk kepesta penikahan, untung Ia sempat membawa pakaian ganti dan sekarang di sinilah dirinya berada sang sopir online tersebut menghentikan taxinya di pinggir jalan di mana ada terdapat toilet umum di tempat itu.
Kini taxi tersebut meluncur menuju tempat tujuan sang dokter mudah dan cantik setelah dirinya selesai menggantai pakaiannya di toilet umum.
Taxi tersebut tibah di bangunan megah hotel berbintang lima di mana sudah banyak sekali orang-orang yang berdatangan untuk menghadiri pesta pernikahan yang di selenggarakan di tempat tersebut.
Allea melangkahkan kaki jenjangnya memasuki hotel tersebut setelah ia membayar ongkos taxi dan juga tipnya.
Dari kejauhan sudah terlihat wanita cantik dengan pakaian yang melekat indah di tubuhnya, matanya melotot besar sekali di iringi dengan lipatan tangan di dada menandahkan bahwa dirinya sedang sangat marah.
"Terus aja telat..!!" cibirnya, wanita itu bernama Rechell Smith. Mereka bertiga dengan sang mempelai wanita adalah sahabat sejak sekolah menengah atas.
Yang di cibir hanya bisa menampakan senyum yang lebar kearah sang sahabat, Ia melihat banyak sekali hiasan bungan seperti yang di sukai oleh Glenca.
Allea dan Rechell melangkahkan kaki jenjang mereka menuju pelaminan. Glenca melipat tangan di dada, tak mau menyalami Allea karena keterlambatan sang sahabat baik.
"Aku akan nurutin satu permintaan kamu, apapun itu, oke? Aku janji" ujar Allea seraya mengacungkan jari kelingkingnya.
"Janji yahh" ucap Glenca, malam ini dirinya sangat cantik dengan gaun putih dengan rambut di sanggul modern, berhiaskan mahkota kecil. Dia sangat beruntung karena menikahi pria yang berprofesi sebagai Capilot sangat sepadan dengan dirinya yang seorang pramugari. Tapi setelah menikah dirinya dan sang suami harus resign dari profesi masing-masing karena harus mengurus perusahaan milik Ayah dari suaminya, karena itu adalah syarat dari sang mertua di tambah lagi suaminya hanyalah anak tunggal.
"Sebenarnya..!!" ucap Glenca menggantung kalimatnya. para tamu undangan perlahan meninggalkan hall room karena memang waktu resepsi yang hanya tersisa setenga jam lagi.
"Apa?" tanya Allea.
"Ayohh foto bersama, kita sudah lengkap" ucap Rechell memotong pembicaraan dua sahabatnya. Allea bahkan lupa menyalami mempelai pria yang seumuran mereka. Dia mengucap selamat sebelum berdiri kembali di samping Glenca untuk sesi foto bersama.
__ADS_1
Setelah berfoto berempat, sang pembawa acara memanggil teman-teman Glenca yang memang menghadiri pesta pernikahan ini , teman sekolah SMA yang juga teman Allea dan Rechell.
"Sebenarnya aku mengundang seseorang yang mungkin enggak mau kamu temui, lebih tepatnya sihh mas Brayen yang mengundang dia untuk datang kepesta pernikahan kami" ujar Glenca pelan, permintaan aku ke kamu. Aku minta kamu maafin aku.
"Maksut kamu?" tanya Allea, ketika pembawa acara menyebut nama sekolah SMA mereka, berbondong-bondong teman sekolah yang diundang Glenca maju kedepan, lalu pandangan Allea tepat keara salah satu sosok. Sosok yang sepuluh tahun lamanya menghilang dari kehidupannya. Dirinya pikir sosok itu sudah menghilang untuk selamanya tapi nyatanya Ia melihat kembali sosok itu.
Pria itu masih berada di sana, tengah berjalan dengan langkah pasti, tak lupa dengan satu tangannya yang berada di salah satu saku celananya. Pria itu menatap keara nya seolah membidikan busur panah yang melesat tepat ke jantung Allea.
Pria tinggi dengan rahang kokoh, alis yang tebal dan mata yang tajam, serta hidung mancung dan kulit yang putih bersih. Memakai setelan jas mahal dan jam tangan mewah yah berada di pergelangan tangan kanannya. " hehehe orang kaya mahh bebas pakai jam tangannya".
"Askara?" ucap Allea kaget.
"Maaf All..!! Aku akan jelasin nanti". Tutur Glenca dan Allea yang kini saling tatap dengan ekspresi yang berbeda. Allea yang menatap marah, dan Glenca yang menatap penuh penyesalan.
"Jangan marah sama Glenca. Aku yang undang Askara karena kami pernah satu kampus di luar negeri, di tambah lagi Aku akan kerja sama dengan perusahaannya. Aku pun baru tahu kalau dia teman sekolah kalian terlebih aku baru tahu kalau Askara ternyata mantan kamu All, maaf yahh" ujar Brayen membantu sang istri agar tak di marahi oleh sahabatnya yang tak lain adalah Allea.
"Kali ini kamu, aku maafkan..!!" dengus Allea membuat Glenca menarik nafas lega dan menggelanyut manja di tangan suami.
"Nggak gratis sayang..!!" Bisik Brayen di telinga wanita cantik yang ada di sampinya yang baru saja berstatus sebagi Istrinya yang sah di mata Tuhan maupun Negara.
Yang di bisik hanya mampu menampilkan senyumnya.
Foto grafer mengarahkan posisi untuk para tamu undangan berfoto dengan pengantin. Askara sengaja menghampiri Allea membuat jantung Allea berpacu dengan begitu kencangnya. Namun beberapa wanita segera memotong mereka dan berdiri di samping Allea sesuai arahan dari fotografer.
Askara terpaksa tersisi dengan jarak yang cukup jauh, namun Allea dapat melihat dengan ekor matanya bahwa Askara tenga menatap dirinya dengan intens.
__ADS_1