
Mentari pagi menyapa seluruh penghuni bumi, dengan senyumnya yang cerah mampu membuat semua penghuni bumi kagum akan sinarnya yang menerpa wajah dari semua penghuni bumi.
Di pagi hari ini cakrawala yang amat biru di temani awan putih, tak lupa dengan seekor burung yang berterbangan kesana kemari, sambil berkicau riang menambah kesan dan keindahan ciptaan dari maha kuasa.
Askara baru saja keluar dari ruangan GYM nya setelah Ia selesai melakukan rutinitas paginya yaitu berolah raga di ruangan khusus apartemennya.
Bagunan apartemen ini milik dari Raysing Group, dan dirinya menempati unit lantai teratas. Di sinilah Ia curahkan seluruh kehidupannya setelah dua haru Ia berada di kota kelahirannya. Ia segera membersihkan tubuhnya setelah habis berolah raga barusan .
Ada sebuah meja khusus arsitek di samping ranjangnya . Dirinya melihat hasil pekerjaanya yang masih jauh dari kata rampung. Askara kini mengaitkan kancing lengan kemeja dongkernya, seraya mengambil ponsel yang terletak di atas meja, lalu melakukan pengilan suara dengan seseorang melalui ponselnya.
"Yan cari tahu sesuatu, lebih cepat lebih baik" ucap Askara dingan kepada seorang pria yang barusan menerima panggilannya.
Setelah memutuskan panggilan sepihak. Dia segera mengecek agenda kerjanya hari ini, seperti biasa dirinya tiap pagi akan mendapatkan jadwal harian yang dikirim ke email pribadi oleh asistennya.
Hari ini merupakan hari yang sangat padat. Ia harus melakukan meeting perdana di indonesia dengan para bawahannya, perusahaan kontraktor yang dia rintis di inggris selama beberapa tahun belakangan ini mulai berkembang pesat. Namanya pun mulai di kenal di kalangan orang-orang penting atau sesama pengusaha.
Hanya saja di indonesia, dia belum memiliki nama perusahaan karena belum mendapat proyek. Dan hari ini Ia akan membahas proyek pertamanya dengan nama perusahaanya AA Corp. Dirinya berharap Ia mampu dan bisa menyaingi perusahaan Ayahnya Raysing Group dalam banyak hal maupun dari segi apapun, agar dia akan bebas melakukan apapun juga tampa tekanan batin dari Ayah kandungnya.
Meski di gadang sebagai pewaris tunggal satu-satunya Raysing Group, namun dirinya tidak mau seluruh kehidupan pribadinya di setir oleh ayahnya selama ini, dan cara satu-satunya untuk terlepas adalah menjadi pesaing Ayahnya dan menunjukan keahlian yang di milikinya bukan karena Ia adalah Putra tunggal dari Leonnard Vansh Raysing. Melainkan Askara Raysing yang berdiri sendiri di atas kakinya tampa bantuan apapun dari Ayahnya.
Askara segera mamasuki lift menuju ke lantai dasar, satu tangannya menenteng jas dan tangan sebelahnya lagi memengang ponsel yang kini menunjukan bursa saham indonesia.
Baru di lantai dua enam, lift terhenti, lift khusus VIP itu yang pasti hanya bisa di kendalikan dengan kartu pemilik apartemen yang memang memiliki akses VIP.
Seorang wanita cantik memakain pakaian kerja dengan Make Up sederhana yang terlihat natural tidak menutupi kecantikannya, menenteng jas dan melihat Pria yang berada di dalam lift itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Wanita tersebut jelas mengenalnya, mereka pernah bertemu beberapa kali di inggris.
__ADS_1
"Kapan kamu pulang Ray?" tanya wanita itu seraya masuk ke dalam lift dan menekan tobol basemen, di sertai senyum tipis yang mengembang di bibir tipisnya.
"Dua hari yang lalu" jawab Askara dingin, tak lupa dirinya masih fokus dengan ponselnya Ia tak menghiraukan wanita yang baru memasuki lift itu.
Dia adalah Kiranna Hardinatta, teman kuliah Askara di inggris yang cukup mengenalnya meski mereka memang tidak pernah dekat karena Askara selalu menjaga jarak dengan lawan jenisnya.
Askara tidak pernah tertarik dengan wanita manapun selain Allea yang selalu ada di dalam setiap langkah kehidupannya.
Askara tidak terpancing dengan wanita cantik yang berdiri di sampingnya, karenanya Ia lebih memilih memperhatikan ponsel genggamnya hingga tiba di basemen.
"Kapan-kapan jalan yuhh? Atau makan gitu di cafe atau resto?" ajak Karin. "Aku mau membahas beberapa kerja sama bisnis" imbuhnya lagi.
Askara tahu Karin kini memegang perusahaan orang tuanya di bidang media.
"Selamat pagi Tuan" sapa pria tersebut kepada Askara, tak lupa Ia membungkukkan setenga badannya tanda hormat kepada sang Tuan.
"Hemm" jawab Askara dengan sebuah deheman, tak lupa dirinya langsung masuk ke kursi penumpang setelah pintu mobil di buka oleh asistennya.
"Apa Nona baik-baik saja?" tanya wanita yang merupakan Sekertarisnya.
"Benar dugaan kamu Sill. ternyata dia memang tinggal di aparteman ini, tidak salah Saya membelinya dan memiliki akses VIP" ucap Karin senang.
"Apa Nona baru bertemu dengan Pak Askara?".
"Yahh. Dan dia masih terlihat tampan seperti biasanya" jawabnya seraya tersipu, mobil Karin berhenti tepat di sampingnya. Sang sekertaris siap siaga membuka pintu penumpang belakang untuk Nona nya, sementara dia duduk di depan di samping supir pribadi Nona nya.
__ADS_1
"Apa kamu sudah mencari tahu tentang nya? Hubungan dengan wanita lain mungkin?" tanya nya pada sang sekertaris.
"Selama tinggal di inggris Pak Askara tidak pernah terilhat berhubungan serius dengan wanita manapun, terlebih dengan seorang pria. Jadi... Saya berani menjamin Nona bahwa Pak Askara tidak memiliki kekasih atau juga orangyang spesial" ucap sekertaris Sisill mantap.
"Dengan pria juga" Karin melogo mendengar ucapan yang di lontarkan Sisill mengenai Askara.
"Nona tahukan pria tampan jaman sekarang gimana?" jawabnya seraya tersenyum.
"Saya yakin 1000% jika Askara memang normal" ujar Karin, lalu sekertaris Sisill membacakan agenda jadwalnya hari ini.
🖤🖤🖤🖤
"Hii beautiful Sister...!! Hari ini kita makan malem bareng yahh.. Soalnya Aku mau traktir Kakak makan dengan gaji pertama Ku" pesan singkat yang di kirimkan oleh seorang pria mudah kepada wanita cantik yang tak lain adalah Kakak nya senduiri yang bernama Allea.
"Apa kamu masih bekerja di cafe itu Arkana? Kakak kan sudah bilang kamu harus berhenti dari pekerjaanmu itu... Kakak masih mampu membiayai semua kebutuhan kuliah kamu sampai lulus nanti... Apa kamu sudah tidak mengangap kakak lagi sebagai kakak mu Arkana?"
"Hehehe... Maaf kak All.. Aku sayang banget malah sama kakak... Hanya saja aku nggak mau membebani semua biayayah kuliah aku sama kakak... Aku ini laki Kak nggak seharusnya aku bergantung terus sama kakak... Di tambah lagi kan kakak kan perempuan.. Aku berasa harga diri aku jatuh sebagai seorang pria... Aku juga udah gedeh bukan lagi anak kecil... Sekali lagi maafin adikmu yang tampan ini yahh Kak... Tapi aku nggak bisa berhenti dari pekerjaanku ini.. Bukannya aku mau durhaka sama kakak... Aku juga udah atur waktu koq agar nggak bertabrakan dengan waktu kuliahku... Aku janji nggak akan ngecewain kakak... Pleass kita makan malam yahh .. Ibu dokter kan baik hati, lembut dan penyayang."
"Kau ini memang keras kepala... Yahh udah nanti kamu sherlock aja tempatnya, nanti kakak kesana setelah selesai tugas"
"Nanti aku jemput aja di RS. Aku mau ajak kakak naik motor biar berasa lagi punya pacar gitu... Hehehe.. Yahh udah aku mau kerja dulu entar lagi gaji pertama aku di potong gara-gara sibuk ama ponsel... Nanti kakak kasih tahu pukul berapa aku jemputnya."
"Byy My Beautiful Doctor Sister" tambahnya lagi di ahir chat Whatsapp.
Allea yang berada di ruangannya tersenyum menatap chat Whatsapp dari adik kesayanganya. Adik yang selalu ada di dalam masa tersulitnya yang mengsuport dirinya di saat dia mengalami luka batin yang mendalam karena ulah mantan kekasihnya sepuluh tahun yang lalu.
__ADS_1