
Di sebuah Bangunan megah yang menjulang tinggi, tepatnya di ruangan Direktur yang berada di lantai 75 bangunan tersebut, dua sosok pria paru bayah tengah duduk di sofa sambil menikmati secangkir kopi hitam yang terletak di atas meja, tak lupa dengan benda persegi yang terpajang di dinding bangunan tersebut yang menyiarkan siaran RunTV.
Pria yang tengah menyeruput kopi hitamnya segera meletakan gelas kopi tersebut keatas meja yang berada di depannya. Setelah Ia melihat RunTV yang menyiarkan bumper atau video pembuka talk show malam ini.
"Anak kamu sudah dewasa yah," ujar pria berwajah tampan yang sebagian rambutnya mulai memutih. Dia adalah Aliandra Adhitama. Pemilik perusahan Adhitama Group, perusahaan raksasa pembuat rokok khas Indonesia.
"Ya. Askara sudah bertekat menyaingi Ayah nya sendiri," ujar Leonnard Raysing. Ayah dari Askara seraya menyeruput kopi pahit miliknya.
"Ada yang dia inginkan?" tanya Aliandra, mereka berdua bersahabat cukup lama.
"Mau menikahi temannya. Kamu ingat Adelle? Pasti ingat dong" ucap Leon setegah menggoda Ali sahabatnya.
"Ahh gadis manis yang pernah menjadi model dalam membintagi rokok yang di keluarkan perusahaan saya. Ada apa dengannya? Lama tidak terdengar kabar," ucap Aliandra.
"Bagaimana bisa masih menyebutnya gadis ketika dia sudah mempunyai anak gadis? Jadi Askara ingin menikahi putrinya Adelle. Saya dan Canso melarangnya tapi dia bertekat, dia akan melakukan apa saja asal bisa bersama gadis itu," ucap Leon santai.
"Adelle sudah memiliki anak gadis?" tanya Ali memastikan pendengarannya.
"Yah dua puluh lima tahun lalu dia mengandung seorang Bayi perempuan hasil hubungan gelapnya" jawab Leon santai.
__ADS_1
"Bukan anak kamu kan?" tanya Ali karena memang di masa lalu mereka berdua pernah dekat dengan Adelle ibu dari Allea.
"Tidak. Canso langsung malakukan tes DNA diam-diam ketika bayi itu lahir. Bodoh sekali pada hal hubungan saya dan Adelle tidak sejauh itu, kalau sekedar ciuman pernah tapi kalau tidur bersama sampai berkeringat bersama tidak pernah. Mungkin Canso terkena Baby Blues padahal Askara waktu itu sudah lepas ASI . Dan hasilnya tes DNA kami tidak cocok karena saya memang tidak pernah menyentuh Adelle. Mungkin saja Bayi itu anak kamu Ali?" ujar Leon sambil terkekeh. Namun dia tidak menyadari wajah Aliandra yang sedikit memucat.
"Kamu kenapa?" tanya Leon kemudian.
"Jangan-jangan benar... Anak itu Anak saya, karena memang saya yang menyentuh Adelle untuk pertama kalinya" ujar Aliandra seraya menatap kosong layar TV yang ada di hadapan mereka yang di mana layar tersebut menampilkan sosok Askara Raysing putra tunggal dari sahabat baiknya yang tak lain adalah Leonnard.
🖤🖤🖤🖤🖤
Esok harinya tepat pukul 05:30 pagi Allea telah tiba di lobi rumah sakit, mengingat hari ini banyak sekali pasien yang harus Ia tanggani di tambah lagi tepat pukul 07:00 malam para tim dokter serta pemilik rumah sakit tempatnya bekerja akan mengadakan rapat membicarakan mengenai ulang tahun Rumah Sakit pada esok hari.
"Selamat pagi Dokter All..!!" sapa seorang suster yang berpapasan dengannya.
"Pagi juga Suster Devi" jawabnya seraya menampilkan senyumnya kearah Suster yang barusan menyapanya.
"Pantes aja Direktur muda Rumah Sakit jatuh cinta sama Dokter All. Senyumnya aja udah bikin aku meleleh, apa kabar para lelaki di luaran sana" batin Suster Devi.
Allea tiba di depan pintu yang bertuliskan Direktur, di ketuknya pintu itu dengan perlahan seraya Ia membuka kecil pintu tersebut dan menyembulkan kepalanya kearah dalam ruangan.
__ADS_1
"Ehh Sayang.. Langsung masuk aja kenapa harus di ketuk segala" Suara bariton seorang pria setelah Ia menatap kearah pintu tersebut dan mendapati sang tunangan yang masih berada di depan pintu dengan setega kepala yang menyembul kedalam.
"Heheheh Maaf... Aku kan jaga privasi kamu" kata Allea seraya masuk kedalam tak lupa Ia meletakan paper bag tersebut keatas meja kerja sang tunangan.
"Sayang kamu ini kaya orang lain aja harus pake jaga privasi segala. Aku kan tunangan kamu" ujar Ricky sang tunangan seraya berdiri dari duduknya dan memeluk Allea tak lupa Ia mencium lembut kening Allea.
Allea yang mendapat perlakuan manis dari tunangannya seketika membeku, tak tahu kenapa Ia merasakan satu sensasi berbeda dari perlakuan Ricky padanya.
"Kamu bawa apa Sayang?" tanya Ricky, seketika Allea tersadar.
"Ohh yahh Aku bawain sarapan buat kamu, tadi aku masak masakan simpel sihh alah-alah rumahan" jawab Allea seraya mengeluarkan rantan makanan dari dalam paper bag tersebut.
"Sebenarnya pengen beli, tapi aku pikir nggak bagus buat kesehatan kalau sering-sering makan makanan di luar, jadinya Aku masak aja" katanya lagi sambil menyiapkan sarapan tersebut untuk Ricky.
"Cie...Cie Istri idaman, jadi nggak sabar buat cepet nikah biar bisa makan masakan kamu tiap hari" Seloroh Ricky sambil menyuapkan sarapannya kedalam mulut.
Allea yang mendengar perkataan Tunangannya hanya menampilkan senyum manisnya kearah sang tunangan.
"Wahh nggak nyangka ternyata masakan calon istriku enak juga" ujarnya lagi sambil mengunya makanan di dalam mulutnya.
__ADS_1
Ricky menyendoki makanan berupa nasi putih, udang asam manis serta capcae kedalam sendok yang di gunakannya tersebut seraya mengarahkan kearah Allea.