
Di depan lobi Rumah Sakit, tampak pria tinggi berkulit putih serta hidung mancung tak lupa dengan wajah tampannya, memakai hoodie berwarna hitam, tengah duduk di atas motor sport berwarna hitam seraya melambaikan tangan kearah Dokter cantik yang sedang menujuh kearahnya.
"Selamat malam Dokter All" sapa beberapa suster yang berpapasan dengannya di koridor rumah sakit.
"Good night too Sus" jawab All ramah kepada beberapa Suster yang menyapahnya.
Sebelumnya Ia sudah bertemu dengan sang tunangan yang tak lain Direktur Rumah Sakit tempatnya bekerja, siang tadi Allea makan di kantin rumah sakit bersama Ricky sang tunangan. Dan dirinya juga sudah mengatakan kepada sang tunangan jika malam nanti dirinya memiliki janji makan malam bersama adik tercintanya.
Setibah All di depan kendaraan roda dua itu, dirinya segera menjewer kuping adiknya.
"Auww sakit Kak..!!" pekik Arkana kaget dengan ulah Kakaknya yang tiba-tiba menjewer kupingnya.
"Ini bayarannya karena Kamu nggak dengerin perintah Kakak."
"Hehehe..!! Maaf Kak.. lepas dong tanganya, kuping aku udah panas nihh" kata Arkana sambil mengusap kupingnya yang terasa kebas karena ulah kakaknya, setelah All melepas jewerannya dari kuping adiknya.
"Kita berdua makan di mana Kak?" tanya Arkana setelah mereka berdua selesai memakai helem.
"Terserah mau makan di mana, tapi jangan makan di cafe atau resto soalnya Kakak udah bosen makan di tempat kaya gitu" jawab Allea sambil menaiki motor sport adiknya, tak lupa Arkana membantu Kakaknya menaiki motornya karena Allea merasa susah untuk menaiki motor sport adiknya.
"Okee..!! Aku yang request tempatnya, pegangan yang kenceng Kak" tambahnya lagi setelah Ia menghidupkan kontak motornya.
Motor sport yang di kendarai oleh Arkana melegang menembusnya hiruk pikuk jalan raya yang di penuhi oleh lalu lalang kendaraan, karena waktu kini telah menunjukan waktu pukul tujuh malam.
Motor yang di kendarai oleh Arkana tiba di taman pusat kota, yang dimana banyak gerobak pedagang kaki lima yang berjejer rapi di pigiran taman itu, beraneka makanan yang mereka jual di tempat tersebut.
"Lohh koq kita kemari Dek?" tanya All bingung setelah mereka tiba di tempat itu.
"Lohh gimana sihh kata Kak All kan terserah aku, kakak juga kan bosen makan di resto atau cafe. Yahh jadinya aku bawa kesini.
__ADS_1
"Yahh udah terserah kamu aja... Awas yahh sampai makanan nya nggak enak Kakak nggak mau makan bareng kamu lagi" ancam Allea kepada Arkana.
"Hehehe... aku yakin pasti makanan nya enak dan Kak All pasti suka" ucapnya seraya tersenyum.
Arkana dan Allea masih menikmati nasi goreng gila yang mereka pesan di salah satu pedagang kaki lima yang berjualan di taman tersebut.
"Bagaimana kabar Mommy?" tanya Allea.
"Baik... Mommy sering menghabiskan waktunya di taman bunga" jawabnya seraya menyuapi nasi goreng terahir kedalam mulutnya
Arkana mendongak menatap langit malam yang di penuhi dengan bintang, tak lupa dengan separuh bulan yang menemani malam ini.
"Kasian bulan itu pasti kesepian" ucap Arkana asal.
"Kenapa emangnya?" tanya All.
"Bagaimana hubungan Kak All dengan Kak Askara?" tanyanya membuat Allea terkejut.
"Terus dia ngeliat kamu?" tanyanya.
"Iyah... Dan bikin aku kaget dianya manggil aku Calon adik ipar... Apa Kal All udah ketemu sama dia?"
"Nggak usah dengerin omong kosongnya... Dia udah gila... Iyahh Kakak ketemu pas hari pernikahannya Glenca, suaminya yang undang katanya rekan kerjanya" ucap All seraya membersihkan mulutnya.
"Ohh..!!" jawab Arkana singkat.
"Kenapa Kak All nggak coba kembali bersama Kak Askara? Karena aku yakin Kak All masih cinta sama dia. Aku tahu ini memang berat buat Kak All untuk menerima semua ini, tapi bukankah kebahagian Kak All bersamanya. Maaf bukannya aku nggak suka sama Kak Ricky, tapi semenjak Kak All tunangan bersamanya aku merasa Kak All nggak bahagia, berasa kaya ada yang hilang dari diri Kak All" imbuhnya.
"Kakak nggak mau sakit yang kedua kalinya, ataupun masuk di lubang yang sama lagi. Kakak akan berusaha semampu kakak untuk mencintai dan menerima Ricky dalam hati dan kehidupan Kakak.. Dan tolong jangan bahas soal Askara lagi"
__ADS_1
"Maaf Kak.. Tapi sampai kapan kakak akan berusaha mencintai dan menerima Kak Ricky, sudah lima tahun Kakak bersamanya , dan menjalin kasih tiga tahun tapi nggak ada perkembangannya Kakak selalu saja membatasi diri Kakak bersama Kak Ricky. Aku selalu memperhatikan Kakak dan nggak ada kebahagian di mata Kakak selama ini"
"Udahlah lupain semuanya Arkana, sekarang yang kakak pikirkan adalah masa depan kakak bukan masa lalu yang hanya bisa menyakitkan hati, kehidupan serta pikiran kakak"
"Oke sekali lagi aku minta maaf karena udah mengali masa lalu Kakak.. Mau langsung pulang atau mau mampir di tokoh kue Kak Rechell?
"Pulang aja Kakak juga mau istirahat soalnya cape banget tadi pagi pasien Kakak banyak"
"Oke..!! Bentar aku bayar dulu sama abangnya"
Motor yang di kendarai oleh Arkana melegang di jalanan yang masih ramai akan lalu lalang kendaraan, meninggalkan tempat yang baru saja Ia datangi bersama sang Kakak.
Semalam tadi, setelah makan malam yang di traktir dengan gaji pertama adiknya. Allea belum langsung tidur, meskipun dia menjadi kepikiran dengan apa yang di katakan adiknya, mengenai Arkana yang memperbolehkan dirinya kembali bersama Askara.
Allea tidak mau membahas Askara saat ini, namun hatinya mengatakan hal yang lain memang dirinya terlihat egois. Setelahnya mungkin dia akan mengirim sumpah serapah atau jika perlu mantra jahat untuk Askara yang tega mengusik hidupnya terlebih hati dan pikirannya saat ini.
Allea mangacak rambutnya kasar, sesekali mengeram sebal. Mengapa dia sangat ingin melihat pesan obrolan Askara sekarang.
"Oke, hanya liat pesannya saja, lagi pula dia pasti sudah tidur, ini sudah tengah malam" ucap Allea meyakinkan dirinya sendiri.
Di ambil ponselnya, lalu dia membuka kolom pesan Askara. Dia menajamkan penglihatannya, meyakinkan diri bahwa Askara menggunakan foto profil di aplikasi chatting online tersebut.
Allea membuka fotonya dan melihat logo AA Corp. Allea bersungut. Mengapa dia harus memakai logo itu, yang mengingatkan cita-cita akan masa lalu mereka. Kini hanya Askara yang mewujutkannya.
Allea melihat gelembung chat Askara yang menunjukan bahwa pria tersebut sedang online sekarang.
"Siapa yang dia kirimi pesan tengah malam ini? Apa kekasihnya? Atau dia tengah menelfon seseorang? sleep call maybe?" Allea bertanya-tanya. "Ahh sudahlah..!! Kenapa aku jadi bodoh seperti ini?" geram Allea, meletakan dengan kasar ponselnya di atas nakas. Lalu dirinya mematikan lampu utama dan berbaring menatap langit-langit kamar apartemenya.
"Dia sedang apa yahh? Allea.. stop it!" ujarnya seraya berguling guling di atas tempat tidurnya. Memang dia seperti orang yang kurang waras saat ini. Dan dia tahu tersangka utama yang membuatnya seperti ini. Pria yang menciumnya tampa meminta izin darinya. Pria itu tak lain adalah Askara mantan kekasinya yang masih mengesi relung hati terdalamnya.
__ADS_1
Allea mempraktekkan cara tidur cepat, dia harus tidur dan istirahat cukup mengingat besok hari banyak pasien di tambah lagi besok lusa pukul tujuh malam nanti RS tempatnya bekerja mengadakan Ulang tahun yang ke 55 tahun dan di haruskan Dokter-dokter yang bekerja di sana harus hadir memeriahkan pesta tersebut.