
Ricky terpaksa meninggalkan gedung rumah sakit, karena dirinya sudah beberapa kali menghubungi sang kekasih serta mengirim beberapa pesan chat tapi panggilan maupun chatnya tak di respon oleh sang tunangan. Dirinya merasa khawatir sehingga Ia langsung menuju apartemen Allea yang berada tak jauh dari gedung rumah sakit, mengecek keadaan Allea tak lupa dirinya membawa makanan kesukaan sang tunangan.
Di saat seperti ini Allea mendengar suara yang sangat familiar di telinganya suara yang tiga tahun lebih ini menemani hidupnya "Apa yang kalian lakukan".
Allea mendengar suara yang sangat dia hafal suara yang serak dan berat, milik kekasihnya Ricky Elieser. Dia menoleh kearah sumber suara.
Tampak Ricky membawa paper bag dengan logo sebuah restoran mahal, makanan cepat saji. Wajah Ricky nampak sedikit kusut mungkin karena dia harus bermalam di rumah sakit menyelesaikan pekerjaannya, mendapati kekasihnya yang berada di pelukan pria lain di pagi hari ini membuatnya tak habis pikir.
"Rick, aku bisa jelasin" ucap Allea terbata.
"Oke, sekarang jelaskan" ucap Ricky berusaha tenang. Allea menarik nafas lega.
Dirinya tahu bahwa Ricky adalah pria dewasa dari segi umur maupun pemikirannya, itulah membuat dirinya merasa nyaman bersama Ricky selama ini.
Ricky bahkan menyerahkan paper bag berisi makanan untuk Allea. Aroma seafod goreng tepung yang mencuat dari dalam paper bag nyatanya tak membuat perut Allea tergugah, dirinya terlalu takut Ricky akan salah paham, karenanya Ia hanya memeluk kantung makanan itu di depan dadanya.
"Dia teman semasa SMA aku Rick, kami bertemu kemarin di pesta pernikahan Glenca, dan dia" ucap Allea terputus karena Askara sepertinya tidak puas dengan penjelasannya.
"Kita berdua lebih dari teman SMA, hubungan kita sudah sangat jauh dan mungkin tidak bisa anda bayangkan, jadi kedatangan saya kesini untuk meminta Allea menikah dengan saya" potong Askara arogant.
Ricky mengernyitkan keningnya mendengar ucapan pria yang ada di depannya.
"Jangan dengarkan dia Rick. Dia memang suka keterlaluan, sebaiknya kamu pergi Askara, kamu hanya merusak pagiku" sentak Allea.
__ADS_1
"Bagimana aku bisa pergi meninggalkan kalian berdua disini?" tutur Askara.
Ricky hanya menyaksikan itu dengan tangan terkepal, dia sangat kesal dengan pria yang berbicara omong kosong terhadap tunangannya. Hubungan yang lebih seperti apa yang di bicarakan oleh pria ini?"
Sebaiknya anda pergi, jangan mengganggu hubungan kami dengan omong kosongmu. Melihat penampilan anda, sepertinya anda bukanlah orang dari kalangan biasa, apa anda tidak merasa rugi membuang waktu berharga anda di tempat ini?" ucap Ricky sambil menelisik penampilan Askara.
"Tentu tidak, kenapa saya harus merasa rugi ketika saya ingin menemui calon istri saya" ucap Askara memprovokasi, sepertinya Allea tidak pernah menceritakan tentang saya kepada anda, juga sejauh mana hubungan kami?.
"Cukup Askara, pergi sekarang" ujar Allea mendorong tubuh Askara menjauh dengan satu tangannya, namun Askara memegang tangan Allea dan membalik tubuhnya memajukan wajahnya seraya berbisik. "Seharusnya kamu**cerita tentang malam panas kita". ucap Akara yang pasti bisa di dengar oleh Ricky.
"Duarr" bagai di sambar petir perkataan yang keluar dari mulut Askara, sampai-sampai Allea menjatuhkan paper bag berisi makanan keatas lantai marmer itu, tangannya gemetar namun dia berusaha mengendalikan diri dan segera menampar wayah tampan Askara dengan sangat kencang.
Askara memegang pipinya seraya menyeringai, dia tahu bahwa Allea sedang menutupi masa lalu mereka, namun baginya. Ketika dia sudah mengiginkan sesuatu dirinya harus mendapatkan dengan cara apapun juga, termasuk merebut wanita yang di cintainya.
Askara pun segera pergi dari apartemen Allea. Allea berjongkok memunguti makanan yang tercecer di lantai apartemennya itu.
"Allea, stop it. Bisa kita bicara?" ujar Ricky dengan nada meninggi, dirinya sangat syok mendengar bisikan pria tadi kepada Allea, dirinya yakin bahwa pria itu sengaja.
Allea memasukan potongan terahir seafod tepung yang tercecer barusan, dirinya segera berdiri dan menghampiri Ricky. Ricky mengajaknya duduk di sofa yang tak jauh dari tempatnya berdiri, dengan pintu yang masih terbuka lebar.
Setibanya Ricky di lobi apartemen dirinya sempat melihat mobil mewah yang terpakir di parkiran apartemen itu, dan Ia yakini jika mobil mewah tersebut milik pria yang barusan berada di apartemen sang tunangan karena di lihat dari penampilannya barusan pasti dia bukanlah pria biasa.
"Kamu jangan percaya omongan nya Rick" ujar Allea sambil menunduk, dirinya takut jika sang tunangan melihat kedua netranya yang pasti dirinya tahu jika sekarang Ia sedang berbohong.
__ADS_1
Ricky memegang tangan Allea yang bergetar hebat dirinya yakin bahwa perkataan pria barusan sangatlah benar, tapi dirinya ingin mendengar itu dari mulut Allea.
"Aku hanya mau tanya satu hal, kamu hanya perlu menjawab Ya atau Tidak" Ricky menggantung kalimatnya, menunggu anggukan kepala dari Allea. Allea menatap teduh mata sang tunangan sambil mengangguk kecil.
"Apa benar kamu pernah tidur dengannya?" ucap Ricky lembut. Dirinya merasa sangat berat untuk mengatakannya, tapi Ia harus mencari kejelasan tentang apa yang dia dengar.
Allea tidak mau berbohong lagi, namun dia juga merasa sangat takut untuk mengatakan yang sejujurnya kepada Ricky. Dirinya pernah melakukan sekali bersama Askara, itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya, memberikan kehormatannya kepada pria brengsek seperti Askara, buktinya setelah Ia mendapatkannya Ia malah pergi meninggalkan dirinya tampa mengucapkan kata-kata apapun.
"Allea hanya terdiam dan meneteskan air mata, mengingat apa yang di lakukan Askara kepadanya".
"Aku sudah tahu jawabannya, kamu nggak perlu khawatir. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Allea, karena rasa cinta yang aku miliki terhadap kamu Allea sudah mendarah daging. Dan aku akan menerima semua kekurangan serta masa lalumu" ucap Ricky sambil memeluk dan mencium lembut kening Allea.
Yahh dirinya hanya sebatas memeluk dan mencium Allea tidak lebih dari itu, ciumannya pun hanya bisa Ia labukan di kening sang tunangan.
"Seandainya kamu bisa jujur ke aku All, aku nggak akan merasa kecewa seperti ini, tapi rasa kecewaku seakan sirna karena rasa cinta yang aku miliki buat kamu melebihi rasa kekecewaanku ini. Aku menerima kenyataan pahit ini tampa rasa dendam apapun, walau aku sudah di bohongi selama tiga tahun ini " batin Ricky.
"Allea yang mendengar perkataan tunangannya mendonggakan kepalanya menatap Ricky, tidak ada kebohongan sama sekali di mata pria itu malah Allea dapat melihat kesungguhan dari perkataan pria yang masih memeluknya dengan sangat erat".
"Trimah kasih Rick... Trimah kasih banyak kamu masih mau menerima aku sebagai tunanganmu, walaupun aku sudah tak suci lagi. Maaf aku sudah mengecewakanmu dan berbohong selama tiga tahun ini. Dan maaf aku belum bisa cerita banyak tentang masa lalu ku ini, beri aku sedikit waktu".
"Aku ngerti All..!!" jawab Ricky sambil memeluk erat sang tunangan.
Ricky paham betul dengan apa yang dirasakan oleh Allea saat ini, dia akan menanti dengan sabar sampai Allea mau menceritakan semua masa lalunya kepada drirnya. Dan dirinya berjanji akan menerima apapun itu asalkan Allea tidak pergi meninggalkannya. Mungkin dirinya terlihat bodoh karena cinta, tapi nyatanya tampa cinta Allea Ia merasa dunianya akan hancur.
__ADS_1