
Semalaman Allea tidak bisa tidur, dia membuka ponselnya, sudah banyak sekali pesan masuk juga panggilan tak terjawab.
Namun ada satu nomor yang tidak di simpannya, nomor berahir dua empat. Allea mengerutkan kening melihat nomor itu yang melakukan banyak sekali panggilan. Dirinya membuka kolom chat, ada sebuah pesan masuk dari nomor tersebut.
"Maaf membuatmu terkejut, aku hanya sangat merindukanmu. Setelah aku memelukmu semalam aku merasa rinduku selama ini telah terobati". tulisnya tampa perlu menebak. Allea tahu bahwa itu pesan dari Askara, bahkan lelaki itu tidak memakai foto profil untuk melengkapi halaman chatnya. Askara pasti meminta nomornya dari salah satu teman sekelas mereka.
Allea mengabaikan chat itu, meski Ia yakin pasti orang disana tahu bahwa pesannya telah di baca lagi pula ini sudah sangat larut malam.
Allea memutuskan mengirim pesan kepada sang tunangan, lima menit, tiga puluh menit bahkan sampai satu jam pesan itu tak juga di baca oleh Ricky. Allea memutuskan kembali berbaring di ranjang king sizenya dan memejamkan mata, dirinya harus tidur karena pukul lima pagi dirinya harus sudah berada di rumah sakit.
🖤🖤🖤🖤
Pagi ini Allea telah siap berangkat ke rumah sakit, meski ada lingkaran hitam di bawah matanya. Lingkaran yang tetap tidak dapat di samarkan meski Ia memakai Concealer, dirinya sangat sulit tidur tadi malam.
Allea membuka pintu apartemennya dan terkejut ketika mendapati seorang pria tinggi memakai kemeja hitam dengan dasi yang melingkar di lehernya. Kemeja fit body yang membentuk tubuhnya yang atletis. Pria itu tersenyum cerah dan meringsek masuk tampa di suruh oleh Allea. Allea mengutuk siapun temannya yang memberikan alamat apartemennya kepada Askara.
Askara tampak melihat-lihat kamar apartemen Allea, tidak ada yang spesial di tempat itu. Kecuali foto Allea bersama tunangannya yang terpajang di dinding apartemennya menarik perhatian Askara, ada sedikit sesak di dadanya melihat wanita yang di cintainya tersenyum lebar dalam pelukan pria lain. Yang Ia yakini itu pasti adalah tunangan Allea
__ADS_1
Askara menatap tajam mata Allea yang ditatap tampa gelagapan dan langsung membuang muka kearah lain.
"Keluar" ujar Allea seraya bersandar di daun pintu, dia tak berniat menutup pintu itu sebelum Askara keluar.
Askara menggeleng dan mendekat kearahnya pria yang selama tiga tahun di sekolah menengah atas, memporak porandakan hati dan kehidupannya.
Pria yang pernah menjadi orang terpinting dalam hidupnya, dan pria yang sama yang menghilang lebih dari sepuluh tahun lamanya. Kini berada di hadapannya takdir sangat konyol mempermainkan hidupnya.
"Berhenti membuat masala Askara..!! Kita sudah bukan seperti dulu lagi" ujar Allea seraya melipat tangan di dada. Askara tampak tak perduli, bibirnya menyeringai dan tersenyum miring, tatapannya tajam dan dingin menghunus jantung.
"Kamu mau menggodaku? Kamu pikir aku akan tergoda hahaha nggak..!" Allea tertawa, tawa garing yang bahkan membuat dirinya muak mendengarnya.
"Aku ingin menikahi kamu Cleopatra Narendra" ucap Askara tampa menyebut nama depan Allea.
"Nggak lucu..!! Berhenti bercanda dan segera pergi dari sini..!!"
Allea menunjuk kearah luar. Ia merasa sudah cukup Askara bermain-main dengan dirinya pagi ini, dirinya tidak mau paginya di rusak oleh Askara.
__ADS_1
"Aku serius, aku ingin menikahi dirimu Cleopatra Narendra" ada penegasan di balik kata-kata yang di lontarkan Askara.
"Askara dengar, aku memang akan menikah, tapi bukan sama kamu. Oke, di antara kita mungkin memang pernah ada rasa, tapi itu dulu. Kamu sendiri yang meninggalkan aku tampa penjelasan apa pun, apa kau lupa setelah apa yang kau lakukan." cibir Allea.
"Kamu membuat hidupku hancur, membuatku terluka dan terjatuh dalam lubang yang sangat dalam jika perlu aku ingin menyuruh seseorang buat menguburnya. Kita memiliki kehidupan kita masing-masing. Aku sudah mempunyai pria yang sangat mencintaiku saat ini dan aku nggak akan pernah mengecewakannya, pergi jauh dari hidupku Askara dan jangan pernah kembali lagi" ucap Allea dengan murka menahan gejolak di dadanya.
Allea merasa kata-katanya sudah sangat jelas, karena itu dia memilih keluar dari kamarnya tersera apa yang mau di lakukan oleh Askara. Dirinya tak perduli, ia harus pergi dan tak mau terlibat dengan pria ini lagi dan masuk kelubang yang sama untuk kedua kalinya, namun tangan Askara sangat cepat menarik pergelangan tangannya sehingga dirinya masuk kedalam pelukan pria itu.
"Lepas Askara..!! Apa yang kamu lakukan?" Geram Allea. Askara justru memeluk tubuhnya dengan begitu erat. Allea mencoba berontak namun rengkuhan tangan kokoh Askara justru membuat mereka tampak saling melekat.
Allea bisa merasakan aroma parfum dari tubuh pria yang sedang memeluknya, wangi yang sangat menenangkan. pelukan Askara sangat nyaman seolah mengembalikan masa-masa indah Allea dulu. Allea lalu tersadar dan menggeleng, apa yang Ia pikirkan barusan? Dirinya sudah memiliki tunangan.
Allea benar-benar meraih kesadarannya dengan penuh, pria ini adalah pria yang sama yang menghancurkan hidupnya. Apa dia lupa bagaimana cara Askara meninggalkan dirinya tampa kepastian setelah Ia mengambil mahkota berharga dalam hidupnya, membuat dirinya sangat terluka.
"Allea kembali berontak, lepas Askara atau aku akan berteriak!!" ujar Allea, tapi sial sepertinya penghuni apartemen lain sudah berangkat kerja atau justru masih tertidur karena ini masih sangat pagi.
Askara seolah tidak mendengarnya dan terus memeluknya dengan begitu erat, bahkan dia menempelkan dagunya di atas bahu Allea. Dia sudah membulatkan tekatnya, apapun yang terjadi. Dirinya akan tetap menikahi Allea, wanita yang sangat Ia cintai dia tak mau kehilangan Allea lagi. Ketika dia sudah memiliki tujuan tidak akan ada yang bisa menghentikan dirinya sekalipun itu adalah kedua orang tuanya.
__ADS_1