My Possessive Husband "Askara & Allea"

My Possessive Husband "Askara & Allea"
Pesan dan Surat masa lalu


__ADS_3

Esok harinya. Askara di panggil sang Ayah menghadap di ruang kerja.


"Apa Ayah memanggil Ku?" Tanyanya setelah Ia sampai di ruang kerja Ayahnya, tak lupa sudut matanya menangkap sosok tangan kanan Ayahnya yang juga berada di ruangan itu.


"Apakah Kamu sudah mengemasih semua barang mu Askara?" tanya sang Ayah, tampa menjawab pertanyaan dari putranya.


"Maksut Ayah?" kata Askara sambil menautkan kedua alis tebalnya tanda Ia tak mengerti dengan perkataan Ayah nya.


"Maaf tuan mudah..!! Hari ini juga Tuan mudah akan berangkat keluar negeri dan melanjutkan studi di sana" kata tangan kanan Ayah nya yang bernama Robert, menjelaskan apa yang barusan Ayahnya katakan.


"Apa Ayah sudah gila..!!" pekik Askara kaget dengan perkataan Tangan kanan Ayahnya, bagaimana Ia tidak kaget dirinya tidak di beritahukan tentang kepergian nya keluar negeri.


"Apa kamu mau melawan semua perintah Ayah mu Askara"


"Aku bukan nya mau melawan Ayah,tapi setidak nya Ayah memberitahu Ku sejak lama, atau meminta persetujuan Ku dulu. Apakah Aku mau kuliah di luar negeri atau tidak, kenapa Ayah selalu egois" murka Askara.


"Ayah tidak menerima penolakanmu Askara, jangan sampai Ayah bersikap kasar kepada keluarga pacarmu terlebih kepada pacarmu sendiri, jika Kamu menolak keinginan Ayah".


"Arrrgghhh... Askara mengerang marah menatap Ayah nya. Apa ini kelebihan Ayah yang hanya bisa mengancam putra mu yang tak berdaya ini?" Askara melegang pergi dari ruangan kerja Ayah nya. Setelah Ia melontarkan kekesalan terhadap Ayahnya, yang mangambil keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan darinya.


"Pergilah Robert urus semuanya sesuai dengan perintahku" Saya yakin Askara akan pergi ke luar negeri sesuai dengan keinginanku. Biarkan Askara menghubungi kekasihnya.

__ADS_1


"Baik Tuan" jawab Robert tak lupa Ia membungkukkan setengah badannya dan segera berlalu dari ruangan itu.


Di sebuah ruangan yang berada di lantai dua bangunan mansion megah itu. Askara tengah menghubungi seseorang yang tak lain adalah Allea kekasihnya.


"Arrrggghhh..W*a* t*e f*c*" maki Askara karena nomor ponsel Allea tak dapat Ia hubungi. Tak lupa dengan keadaan kamarnya yang sudah sama seperti kapal pecah karena ulahnya. Dirinya ingin memberitahukan kepergiannya kepada sang kekasih yang sangat Ia cintai, kekasih yang Ia ambil kehormatannya semalam, tapi nomor Allea berada di luar jangkauan. Dirinya sangat frustrasi ahirnya Askara mengirim pesan tertulis kepada Allea.


[📩 All hari ini juga aku harus pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahku di sana, maaf🙏🙏 Aku tahu kamu akan marah dan kecewa padaku, tapi percayalah ini semua aku lakukan demi masa depan kita berdua. Aku sangat menyayangi dan mencintaimu Allea, kamu adalah definisi dari semua kebahagianku, kamu adalah hidup dan matiku tampa dirimu aku tidak bisa bernafas dengan baik All. Percayalah cinta dan ragaku hanya untukmu All. Aku mohon tunggulah diriku di waktu yang belum bisa aku tentukan. "Aku berharap takdir menyatuhkan jalan hidup kita sehingga kaki² ini dapat berjalan dengan beriringan dalam setapak jalan yang sama. Ketika dua hati di maksutkan untuk satu sama lain, tidak ada jarak yang terlalu jauh, tidak ada waktu yang terlalu lama dan tidak akan ada cinta yang lain yang dapat menghancurkanku selain cintamu.]


[📩 Wait for your love to return, together the future that we will build together. I Love You ❤️ Allea Cleopatra Narendra. "Tunggulah cintamu ini kembali bersama masa depan yang akan kita bangun berdua. Aku cinta kamu ❤️ Allea Cleopatra Narendra".]


Askara juga menulis surat di kertas putih yang sama yang Ia kirim kepada Allea melalui pesan chat WhatsApp karena pesan yang Ia kirim belum di lihat oleh Allea, tak lupa surat tersebut Ia berikan kepada seseorang yang sangat Ia percayai agar dapat memberikannya kepada Allea. Karena dirinya sudah tidak memiliki banyak waktu untuk bisa bertemu dengan Allea karena ancaman yang di berikan Ayahnya.


pesawat pribadi keluarga Raysing mengudarah di langit yang gelap yang di penuhi dengan banyak bintang, tak lupa dengan penumpang seorang pria tampan yang tak lain adalah Askara. Hati Askara sama seperti langit malam ini yang di penuhi dengan satu bintang yaitu Allea. Setidaknya dirinya merasa legah karena sudah memberitahukan kepergiannya kepada Allea melalui pesan singkat serta surat yang Ia kirim.


*Flashback Off*


🖤🖤🖤🖤🖤


Di kamar apartemen milik Allea, kedua wanita cantik ini tengah rebahan di ranjang king size milik Allea. Rechell sang sahabat baik datang ke apartemen Allea hanya untuk mendengarkan curhatan hati dari wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter saraf itu yang tak lain adalah Allea sendiri.


"Jadi Ricky udah ketemu Askara tadi pagi?" tanya Rechell kepada Allea yang berada di sampingnya tak lupa mulut besar Rechell di penuhi dengan cemilan.

__ADS_1


"Iyahh.. Ricky juga udah tahu masa lalu Gw.. Dan lebih parahnya lagi dia udah tahu kalau Gw udah nggak perawan"


"APA..!!" pekik Rechell kaget tak lupa dengan mulutnya yang menggangga lebar, karena syok dengan perkataan Allea.


"Ahhh Re.. iler luhh tuhh jatuh di kasur gw, teriak Allea sambil telapak tangannya Ia gunakan untuk menutupi mulut sahabatnya yang terbuka lebar karena syok dengan perkataannya barusan".


"Hehehe.. Maaf Bu dokter" seloroh Rechell, segera Ia tepis tangan Allea dari mulutnya.


"Terus hubungan lohh sama Ricky gimana? Apa dia mutusin lohh? Apa dia nggak terimah masa lalu lohh? Apa dia nyakitin lohh kaya Askara nyakitin lohh dulu?" beberapa pertanyaan Rechell lontarkan buat Allea.


"Satu-satu Pea.. Gimana gw mau jawabnya lohh aja nanyanya nggak satu-satu, terus nggak ada koma ama titiknya lagi" kata Allea sambil menoyor kepala Rechell.


"Hehehe.." Maaf soalnya kan gw kaget.


"Gw bersyukur Re..!! Ricky nerima semua masalalu gw. Dia masih mau nerima gw sebagai tunangannya walau gw udah nggak perawan lagi.. Lupain Askara karena dia hanya masa lalu gw. Gw nggak mau berlarut-larut dalam masa lalu gw. Gw sadar gw masih ada rasah yang cukup besar buat Askara yang nggak gampang buat gw lupain.. Lohh taukan perjalanan cinta Gw Re kaya gimana? Askara juga udah menorehkan luka yang cukup besar di hati gw. Gw nggak nyangka Askara sejahat itu sama gw Re." kata Allea sedih karena Ia masih mengingat surat yang di kirim Askara buatnya"


Yang sabar yahh All, ini semua udah terjadi sekarang lohh harus melangkah dan menatap kedepan jangan lihat lagi kebelakang karena di sana cuman ada luka yang masih mengganga lebar, tatap lahh ke depan yang dimana ada masa depan lohh bersama Ricky yang sedang menanti.


"Sekarang kita istirahat yahh ini juga udah jam 12.45 menit" kata Rechell setelah Ia melihat jam yang berada di dinding apartemen Allea. Tak lupa Ia memeluk sahabatnya memberikan kekuatan dan penghiburan melalui pelukan hangatnya.


"Besok juga harus kerja di tambah lagi besok banyak orderan di tokoh kue gw" kata Rechell dan di jawab anggukan kepala oleh Allea, malam ini Rechell terpaksa menginap di apartemen Allea karena sudah cukup larut malam untuk dia kembali pulang kerumah nya.

__ADS_1


Kedua wanita cantik itu segera tidur karena masih ada hari esok yang menanti keduanya dengan masing-masing kesibukan mereka. Allea yang seorang Dokter Saraf dan Rechell pemilik Tokoh Kue.


__ADS_2