My Possessive Husband "Askara & Allea"

My Possessive Husband "Askara & Allea"
Pelukan Hangat


__ADS_3

Setelah foto bersama. Allea, Rechell dan teman-teman sekelas mereka turun dari panggung pelaminan, mereka berkumpul di salah satu meja untuk mengambil makanan yang tersedia, sambil berbincang sebentar ada yang sebagian menceritakan kesibukannya setelah lulus SMA sepuluh tahun yang lalu.


"Askara sini dong gabung". Tutur seorang pria yang memang merupakan teman sekelas mereka.


"Askara lagi ngobrol disini, jangan ganggu dehh" cibir Rahel. Wanita yang memang menggilai Askara sejak masa SMA, itu sebabnya Ia tidak pernah suka dengan Allea yang berhasil memiliki Askara, namun hubungan mereka sudah berahir, kan?.


Askara menghampiri kelompok ketua kelas yang juga berisi Allea dan Rechell, sementara Rahel mengikutinya seperti seekor lalat.


"Sepuluh tahun menghilang. Nggak ada kabar, kemana aja kamu?" tanya salah satu teman mereka.


"Kuliah bisnis di luar negeri, ambil program sampai magister" jawab Askara santai.


Rechell mencibir melihat Rahel yang terus menempel pada Askara.


"Oiyahh Allea mau nikah lho" ujar Rechell dengan mulut besarnya, ucapannya jelas menarik perhatian mereka yang ada di tempat itu terlebih Askara yang kaget tapi Ia tutupi sebisanya.


"Re..!!" geram Allea.


"Oiyahh kamu mau nikah sama siapa?" tanya Rahel dengan semangatnya, karena Ia merasa senang jika Allea akan menikah jadi Ia tidak memiliki saingan untuk mendapatkan Askara.


"Sama tunangannya lah, Manager rumah sakit tempatnya bekerja" ucap Rechell jumawa.


"Belum sampai tahap pernikahan, kita masih membahasnya koqq" ucap Allea. Askara yang mendengarnya hanya menampilkan senyum sinis.


"Ahh sayang sekali, ku pikir seorang Allea Cleopatra Narendra. Primadona cantik di sekolah duluh akan menikahi pria kaya raya yang lebih dari sekedar manager rumah sakit, sekelas CEO perusahaan besar gitu, ternyata hanya seorang manager rumah sakit saja. Padahal dengan modal wajah kamu serta provesi kamu yang seorang dokter kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih dari itu lhoo. Nyinyir Evan pria tampan yang sejak dulu mengejar Allea, namun Allea tidak suka dengan gayanya yang sombong meskipun kini Evan telah menjadi seorang CEO di perusahaan sang Ayah yang bernaungan di bawa sayap perusahaan terbesar RAYSING GROUP. Perusahaan milik keluarga Askara.

__ADS_1


"Aku ke toilet dulu" ucap Allea, dia benar-benar ingin melarikan diri. Ia tak pernah menyangka bahwa hari ini dirinya bertemu lagi dengan Askara, mantan kekasih yang sangat Ia cintai sepuluh tahun lalu. Namun kini Ia harus melupakannya karena Ia sudah memiliki tunangan yang banyak membantu dirinya selama ini.


Allea masih mematung di depan cermin yang berada di toilet, dirinya segera membersihkan tangan dan segera keluar dari toilet. Betapa terkejut dirinya mendapati seorang pria yang ingin Ia lupakan kini tenga berdiri dan bersandar di dinding toilet tersebut.


"Hayy..!!" ujarnya dingin, senyumnya sama seperti senyum sepeluh tahun yang lalu senyum yang selalu membuat hati Allea tentram dan damai.


Allea menoleh ke belakang tidak ada jalan lain selain jalan di depan sana yang terdapat Askara, karena tempat ini merupakan lorong. Ia harus melewati Askara jika ingin keluar , sementara Askara terus berjalan menghampirinya hingga Allea tersudut. Allea diam tak berkutik ketika Askara mengukungnya. Ia merasa ini seperti mimpi, dan secara tiba-tiba pria itu menariknya masuk kedalam dekapanya dan berkata.


"Aku sangat merindukanmu All" bisiknya di telinga Allea dengan sangat lembut.


Tenaga Askara sangat kuat, jauh tidak sebanding dengan dirinya. Terlebih hari ini Ia sangat lelah karena banyak pasien yang harus Ia periksa, dengan kekuatan penuh Allea mendorongnya namun Askara tak bergeming dirinya masih memeluk Allea dengan sangat erat sambil menghirup aroma wangi dari wanita yang sangat Ia cintai, wangi yang masih sama sepuluh tahun lalu wangi yang sangat dirinya rindukan selama ini.


Sesaat Allea terdiam menikmati pelukan hangat pria yang ingin Ia lupakan, banyak yang berubah dari Askara menurut pandangannya. Namun mengingat tunangannya membuatnya tersadar, dirinya membuka matanya lebar-lebar dan mencubit perut Askara dengan sekuat tenaganya, lelaki itu meringis dan segera melepaskan pelukannya.


"Kamu semakin cantik All, apa kamu tidak merindukanku? Merindukan saat-saat kita euhmm menikmati indahnya malam bersama" ucap Askara, wajah Allea memerah tanganya terangkat untuk menampar wajah tampan Askara hingga wajah Askara menoleh, namun bukan ekspresi kemarahan yang di tunjukan melainkan senyum mengejek. Ia memegang pipinya dan kembali menatap Allea lekat.


"Jangan pernah kamu ungkit..!! Dan jangan pernah ganggu aku lagi, aku sudah tenang tampa kamu. Karena di hatiku kamu telah mati..!!" ujar Allea seraya berjalan pergi, namun dengan cepat menarik pergelangan tangannya.


"Dan aku akan menghidupkannya kembali" ucapnya seraya menangkup pipi Allea dan ******* lembut bibir wanita yang Ia cintai sampai saat ini.


"Brengsek...!!!" maki Allea dan ingin menampar kembali wajah tampan Askara, tapi kali ini tangannya di cekal oleh Askara. Allea segera menarik tanganya dengan kasar dan segera berlalu dari tempat itu meninggalkan Askara yang masih berdiri di tempat itu sambil memegang bibirnya.


"Sangat lembut dan manis" ucapnya seraya tersenyum.


Allea segera menghampiri Rechell seperti orang kesurupan, nafanya tersengal Ia memegang bahu sahabatnya yang kebinggugan.

__ADS_1


"Aku pulang duluan" ujar Allea.


"Aku antar..!! Kamu kenapa sihh? Seperti orang kesurupan..!! Kamu habia liat setan?" tanya Rechell beberapa temannya menatap kearah Allea. Allea terlihat pucat, beruntung pembawa acara menyelamatkan mereka, mengatakan sayona karena waktu telah usai sehingga para tamu undangan di persilakan keluar dari tempat itu.


"Nggak perlu kamu antar, aku bisa pulang sendiri".


"Nggak, aku tahu kamu nggak bawa kendaraan" ujar Rechell, mereka melambaikan tangan kearah Glenca dan berpamitan dari jarak jauh. Glenca sepertinya mengerti karena dirinya pun di sibukan dengan beberapa hal.


Allea masih tampak terkejut, wajahnya benar-benar tidak seperti wajah Allea yang biasanya. Mereka berdua segera keluar dari gedung tersebut menuju mobil Rechell yang berada di parkiran hotel itu. Askara menatap Allea dari kejauhan. Rechell yang dapat melihat Askara yang menatap sahabatnya merasakan pasti ada hubungannya wajah Allea yang berubah drastis.


Rechell merupakan pemilik tokoh kue yang saat ini cukup di gandrungi oleh istri-istri para pengusaha maupun petinggi. Meskipun tempat tersebut tidak terlalu besar namun omset dari tokoh kue tersebut sangat lumayan pendapatannya sehingga Ia sudah memiliki rumah pribadi sendiri dan ada beberapa tokoh kuenya yang sudah tersebar di mana-mana.


"Kamu tenangin diri kamu, oke?" mau langsung ke apartemen apa mau mampir ke tokoh kue dulu? Tanya Rechell. Allea yang duduk di sampinnya hanya memandang kearah luar jendela mobil, malam ini jalanan masih tampak ramai maklum di kota metropolitan ini jam berapapun selalu ada kehidupan.


"Apartemen aja, aku capek mau tidur, besok pagi aku harus sudah stanbay di rumah sakit" cicit Allea.


"Yahh udah, istirahat yang cukup dan kamu tahu kan kemana tempat kamu buat ngeluh?" tanya Rechell memastikan. Rechell memang sahabat yang sangat bisa di andalkan, meskipun moodnya berubah-ubah sebagai wanita yang bernaung di bawah bintang gemini, namun solidaritasnya tidak bisa di ragukan lagi.


Mobil yang di kendarai oleh Rechell berhenti tepat di depan lobi apartemen, apartemen ini berada tidak jauh dari rumah sakit tempat Allea bekerja hanya berjarak sekitar 15 menit kalau memakai kendaraan .


Allea menempelkan kartu akses di depan pintu apartemennya dan pintu tersebut terbuka menampakan ruangan apartemen yang bernuansa putih hitam dan terlihat elegan.


Ada sesak di dada Allea, mengingat kejadian tadi. bagaimana jika Ricky tahu? Ia bahkan tidak pernah menceritakan masa lalunya kepada Ricky sang tunangan, tentang mantan kekasihnya yang bernama Askara. Yang pergi meninggalkan dirinya selama sepuluh tahun tampa penjelasan apapun dari pria itu.


Allea masuk ke kamar, dan segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah merasa lengket.

__ADS_1


Seteleh mandi dan berpakaian santai. Ia segera menuju ranjangnya merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang berukuran king size itu, namun sudah beberapa lama memejamkan matanya Ia tidak dapat tertidur dengan nyeyak. Dirinya masih tidak menyangka akan kedatangan Askara, selama ini lelaki itu tidak pernah terlihat batang hidungnya atau terdengar kabarnya. Tidak ada teman sekolah yang tahu keberadaan Askara setelah hubungan mereka selesai.


__ADS_2