
Allea tidak menyangka hal yang dia sembunyikan selama ini, masa lalu yang ingin di kubur dalam-dalam, kini seolah menghantamnya dengan sangat keras tampa dirinya duga Askara lah yang mengalinya kembali dan sekarang dirinya harus kembali berjuang untuk menguburnya lebih dalam lagi tampa di ketahui oleh siapun termasuk Askara.
Selama ini Allea memang menghormati Ricky, selama tiga tahun ini dirinya belajar mencintai dan menerima Ricky dalam setiap langkah kehidupannya, dan ada sedikit cela nama Ricky singga di hatinya. Karena mungkin hatinya yang cukup lama tertutupi karena kehilangan kunci, sehingga cukup lama untuk nama Ricky singga di hatinya, mungkinkah dirinya sudah menemukan kunci yang hilang itu? Meskipun bukan kunci yang lama Ia temukan melainkan kunci yang baru, namun bersama Ricky yang pemikiran serta perilakunya dan juga usianya yang dewasa membuatnya nyaman untuk bersama pria itu dan mampu melupakan kunci lama yang telah menghilang yang tak lain adalah Askara. Ricky yang menerima keadaan keluarganya yang hancur berantakan serta menerima semua kekurangannya tampa cela.
🖤🖤🖤🖤
Sebuah mobil mewah berwarna hitam memasuki gerbang besar menuju bangunan Mansion yang berada di dalam sana, jaraknya sekitar lima puluh meter agar bisa tiba di pintu utama mansion, di sepanjang jalanan di tumbuhi tanaman rambat juga pohon palm yang tingginya sejajar menunjukan bahwa tanaman itu di rawat dengan begitu baik.
Pria tampan itu keluar dari dalam mobil, setelah mobilnya tiba di pintu utama mansion, seraya mengendurkan dasi yang mencekik lehernya.
Beberapa pelayan berseragam warna hitam dan putih keluar dari mansion seraya membungkuk hormat kearahnya.
"Tuan Leonnard sudah menunggu Tuan Muda di ruang kerjanya" tutur kepala pelayan pria, berusia lima puluh tahun itu kepada Askara tuan muda keluarga Raysing.
__ADS_1
"Hemm..!!" Askara menjawabnya dengan sebuah deheman dan segera memasuki mansion megah itu, seraya melangkahkan kaki menuju ruang kerja Ayahnya.
Tampak seorang pria berusia lima puluh delapan tahun itu tengah menggunakan pakaian santai, seraya membaca koran yang mungkin belum sempat dirinya baca pagi ini. Juga terlihat olehnya wanita paruh baya yang usianya tiga tahun di bawah sang Ayah yang berpakaian rapi walau hanya di rumah saja. Dia lah Canso Lovatta ibu dari Askara, sementara pria yang duduk di kursi kebesarannya Leonnard Vansh Raysing. Ayah dari Askara.
Askara duduk di single sofa yang tak jauh dari ibunya duduk. Ibunya yang masih sibuk dengan majala yang ada di tangannya tak menghiraukan kedatangan putra tunggalnya, pada hal dirinya sangat merindukan sang putra tapi harus Ia abaikan demi ambisi sang Suami.
Askara memang sering menghabiskan waktu luangnya di apartemen pribadinya sejak Ia kembali ke indonesia dua hari yang lalu.
Orang tuanya selalu mengekang dan mengatur semua kehidupan nya, terlebih dirinya adalah anak tunggal semua jadwal dari bagun tidur sampai tidur kembali sudah di atur oleh orang kepercayaan sang Ayah, terlebih ibunya. Pelajaran, guru, sekolah semua kehidupa priabadinya di setir oleh ibu negara dari keluarga Raysing Lovatta, yang tak lain ibu kandungnya sendiri.
Hingga ketika Dirinya memasuki SMA. Askara mulai membangkang lelah dengan hidup yang seolah bukan miliknya. Dia tidak takut apa-apa lagi, ancaman orang tuanya di agap omong kosong belaka. Hingga dirinya jatuh cinta dengan seorang gadis dan selain sebagai kekuatannya. Gadis itu adalah kelemahan terbesar dalam hidupnya, karena gadis bernama Allea Cleopatra Narendra dirinya kembali tunduk kepada kedua orang tuanya. Yahh hanya demi gadis itu dirinya seolah mati kembali.
Askara meminum air mineral yang tersedia di atas meja, terbayang wajah sedih Allea tadi, dirinya sunggu tidak mengiginkan itu terjadi namun dia tak kuasa, hanya ini kesempatan nya memiliki Allea. Dia tidak tahu lagi apa yang harus Ia lakukan jika Allea sampai menikah dengan tunangan nya. Hidupnya mungkin akan hancur berkeping-keping tampa ada yang bisa menyatukan nya lagi.
__ADS_1
"Jelaskan kepadaku, apa yang kalian lakukan terhadap Allea sepuluh tahun yang lalu? Kenapa dia sangat membenciku?" Ucap Askara. Ibunya yang berada tak jauh darinya merasa terkejut, namun tidak dengan Ayah nya yang langsung melipat koran dan meletakan nya di atas meja kerja, pria paruh baya itu tetap tenang menatap sang putra.
"Jangan mencoba membohongiku untuk kali ini, aku sudah dewasa sudah tidak sama seperti Askara dulu yang selalu diam saat di atur oleh kalian. Aku berhak melakukan apa yang aku inginkan tampa takut lagi dengan kepala keluarga Raysing, mulai hari ini aku akan bertindak sesuka hatiku, kalaupun ada yang menghalagi diriku akan aku hancurkan apapun itu, sekalipun itu adalah Ayah ku sendiri. Askara menatap tajam Ayah nya. Karena sudah cukup hidupku hancur karena ke egoisan kalian" ujar Askara seraya beranjak dari tempat itu.
Setelah kepergian Askara. Canso menatap suaminya dengan pandangan binggung.
"Bukannya wanita itu sudah mati? Kenapa Askara bilang wanita itu sangat membencinya? Apa mereka bertemu lagi?" tanya Canso.
"Yang mati itu ayahnya..!! Lagi pula kita masih membutuhkan dirinya untuk menyetir kehidupan putramu" ucap Tuan Leonnard dengan tenang.
"Dia putra mu juga" dengus Canso kearah suaminya.
"Aku sangat bangga dengan putra kita" ucapnya lagi lalu segera berlalu dari ruang kerjanya.
__ADS_1